Jakarta, oegopost.id – Platform streaming musik membuka peluang lebih besar bagi musisi Indonesia untuk menembus pasar global. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai perkembangan platform digital mendorong pertumbuhan industri musik nasional sekaligus memperluas akses pasar internasional.
Menurut Riefky, musik bukan hanya menjadi hiburan. Musik juga membawa cerita, budaya, dan identitas Indonesia kepada pendengar di berbagai negara.
Platform Streaming Musik Perluas Akses Musisi Ke Pasar Dunia
Riefky mengatakan lagu Indonesia kini semakin sering diputar di berbagai negara. Malaysia, Amerika Serikat, dan sejumlah negara lain menjadi contoh meningkatnya jangkauan karya musisi Indonesia.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan besarnya peran ekonomi kreatif dalam memperluas pengaruh Indonesia di tingkat global. Kehadiran platform streaming musik juga membuka akses industri musik bagi lebih banyak talenta.
Musisi dari berbagai daerah kini memiliki kesempatan yang sama untuk memperkenalkan karya mereka. Mereka dapat menjangkau pendengar baru tanpa harus bergantung pada jalur distribusi konvensional.
Kolaborasi Jadi Kunci Pertumbuhan Industri Musik Nasional Berkelanjutan
Riefky menegaskan pemerintah, industri kreatif, dan para kreator harus terus memperkuat kolaborasi. Sinergi itu akan menciptakan ekosistem musik yang adil, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.
Kementerian Ekonomi Kreatif juga terus mendorong talenta lokal agar mampu bersaing di pasar regional maupun global. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat industri kreatif Indonesia.
Saat ini sektor ekonomi kreatif menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja. Lebih dari 50 persen pekerjanya berasal dari generasi Z dan milenial.
Data tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap industri kreatif nasional. Sektor ini terus membuka lapangan kerja, menarik investasi, dan memperluas kehadiran Indonesia di platform global.
“Kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan industri merupakan elemen krusial dalam membangun ekosistem musik yang adaptif, inklusif, dan kompetitif,” kata Riefky.
Spotify Catat Pendengar Dan Royalti Musisi Indonesia Naik
Director Spotify Southeast Asia, Gustav Back, mengatakan pendengar baru menemukan karya musisi Indonesia lebih dari 6,3 miliar kali sepanjang 2025. Angka itu menunjukkan minat terhadap musik Indonesia terus meningkat.
Spotify juga mencatat kenaikan royalti musisi Indonesia lebih dari 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pendengar luar negeri menyumbang sekitar 60 persen dari total royalti tersebut.
Data Spotify menunjukkan musik lokal mendominasi pasar domestik. Sebanyak 80 persen lagu dalam daftar Spotify Indonesia Daily Top 50 sepanjang 2025 berasal dari musisi Indonesia.
Gustav Back mengatakan musik Indonesia terus tumbuh di dalam maupun luar negeri. Pendengar berasal dari Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Malaysia, hingga Inggris.
Spotify berkomitmen membantu musisi Indonesia menjangkau lebih banyak pendengar. Platform itu juga ingin membantu mereka membangun komunitas penggemar di pasar global.
Peningkatan jumlah pendengar, kenaikan royalti, dan dominasi karya lokal menunjukkan industri musik Indonesia terus berkembang. Kolaborasi pemerintah dan pelaku industri di harapkan memperkuat peluang musisi Indonesia di pasar internasional.(ar)









