Dampak Pemangkasan Anggaran dan Tunda Salur TKD Tekan Ekonomi Jambi, Kontraktor Mengeluh

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua BPD GAPENSI Jambi, Ritas Mariyanto(tengah).( poto : halojambi.com )

Ketua BPD GAPENSI Jambi, Ritas Mariyanto(tengah).( poto : halojambi.com )

Jambi, oegopost.id – Roda ekonomi sektor riil di Jambi mulai melambat akibat dampak pemangkasan anggaran Jambi dan penundaan penyaluran transfer ke daerah (TKD). Kebijakan ini langsung memengaruhi aktivitas usaha di lapangan, terutama sektor konstruksi dan usaha pendukungnya.

Kontraktor, pedagang material bangunan, dan pelaku UMKM mencatat penurunan omzet yang cukup tajam. Aktivitas proyek infrastruktur ikut berkurang sehingga perputaran uang di daerah ikut melemah.

Ketua BPD GAPENSI Jambi, Ritas Mariyanto, menjelaskan perlambatan proyek telah menekan banyak sektor sekaligus. Ia menilai dampak tidak hanya mengenai kontraktor besar, tetapi juga usaha kecil yang bergantung pada proyek pembangunan.

Ia meminta pemerintah pusat mengevaluasi kembali kebijakan pemangkasan anggaran dan skema tunda salur TKD. Menurutnya, kebijakan tersebut langsung memperlambat aktivitas ekonomi di daerah.

FGD Bahas Penurunan Proyek dan Efek Ekonomi Daerah

Forum Group Discussion (FGD) yang digelar BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Provinsi Jambi di Hotel Aston, Kamis (25/6/2026), membahas kondisi sektor konstruksi yang melemah.

Baca Juga :  Pertamina EP Jambi Sukses Lakukan Monetisasi Gas Lapangan Sengeti Senilai Rp1,6 Triliun

FGD tersebut dihadiri Kepala Bakeuda Agus Springadi, Kepala Dinas Perkim Nasroel, serta perwakilan GAPENSI dan GAPEKNAS Jambi. Mereka membahas dampak penurunan proyek terhadap ekonomi daerah.

Agus Springadi memaparkan data realisasi proyek konstruksi. Pada 2025 pemerintah merealisasikan 178 paket pekerjaan. Sementara pada 2026 pemerintah merencanakan 371 paket pekerjaan.

Namun, asosiasi jasa konstruksi tidak terlibat dalam proses pelaksanaan paket pekerjaan tersebut. Kondisi ini memicu perhatian dari pelaku usaha yang selama ini ikut berperan dalam pembangunan daerah.

Peserta FGD juga menyoroti penurunan daya beli masyarakat. Mereka melihat toko bangunan, pekerja harian, dan UMKM ikut terdampak karena proyek infrastruktur berkurang.

GAPENSI Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Transfer Daerah

GAPEKNAS bersama GAPENSI Jambi meminta pemerintah pusat mengevaluasi kebijakan penundaan transfer ke daerah. Mereka menilai kebijakan ini menekan perputaran ekonomi lokal.

Baca Juga :  Cabai dan Daging Naik di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh

Asosiasi juga mendorong pemerintah menguatkan kembali Dana Alokasi Khusus (DAK) di daerah. Mereka menilai desentralisasi anggaran membantu menjaga stabilitas ekonomi di daerah.

Ahli hukum konstruksi menyoroti pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Aturan tersebut mewajibkan keterlibatan asosiasi dalam proyek berbasis anggaran negara maupun daerah.

Kepala Dinas Perkim Provinsi Jambi, Nasroel, menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen menjaga sinergi dengan pelaku usaha konstruksi. Ia menyebut sektor infrastruktur tetap menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

Hingga kini, pemerintah pusat belum memberikan kepastian terkait evaluasi kebijakan pemangkasan anggaran dan tunda salur TKD. Pelaku usaha di Jambi terus menunggu langkah korektif agar aktivitas ekonomi kembali bergerak.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dosen UNJA Pelopori Pelatihan Olahan Jamur Tiram untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Legok Jambi
Ekspor Karet Provinsi Jambi Melonjak Melesat Pada Juni 2026
IPH Kabupaten Merangin Turun Minus 0,73 Persen Pada Pekan Kelima Juli 2026
BPS Jambi Catat Inflasi Tahunan Juli 2026 Sebesar 3,25 Persen, Ekonomi Tetap Terkendali
Revitalisasi Sungai Batang Hari Tingkatkan Ekonomi Jambi
Sekda Muaro Jambi Hadiri Pembukaan Festival Budaya Pusparagam Negeriku
Inkubator Bisnis UNJA Latih Puluhan UMKM
Sutan Adil Hendra Tegaskan Koperasi Merah Putih Jambi Siap Perkuat Usaha Lokal
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Dosen UNJA Pelopori Pelatihan Olahan Jamur Tiram untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Legok Jambi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Ekspor Karet Provinsi Jambi Melonjak Melesat Pada Juni 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 05:00 WIB

IPH Kabupaten Merangin Turun Minus 0,73 Persen Pada Pekan Kelima Juli 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:27 WIB

BPS Jambi Catat Inflasi Tahunan Juli 2026 Sebesar 3,25 Persen, Ekonomi Tetap Terkendali

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Revitalisasi Sungai Batang Hari Tingkatkan Ekonomi Jambi

Berita Terbaru

Sinsen menggelar program Guru Tamu Industri di SMKN 3 Bungo untuk membekali siswa teknologi modern Honda dan standar pelayanan AHASS.(poto: ampar.id).

Otomotif

Sinsen Gelar Guru Tamu Industri di SMKN 3 Bungo

Minggu, 23 Agu 2026 - 08:46 WIB