Harga Kentang Kayu Aro Anjlok Saat Panen Raya, Petani Kerinci Keluhkan Penurunan Pendapatan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga kentang di Kayu Aro, Kerinci, turun menjadi Rp7.500 per kilogram saat panen raya.( poto : jambione.com )

Harga kentang di Kayu Aro, Kerinci, turun menjadi Rp7.500 per kilogram saat panen raya.( poto : jambione.com )

Kerinci, oegopost.id – Harga kentang Kayu Aro turun tajam dalam dua pekan terakhir. Saat panen raya berlangsung, petani di wilayah Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, hanya menjual kentang dengan harga sekitar Rp7.500 per kilogram.

Sebelumnya, petani masih memperoleh harga antara Rp9.000 hingga Rp9.500 per kilogram. Penurunan hingga Rp1.500 per kilogram itu langsung mengurangi pendapatan petani pada musim panen kali ini.

Amrul, petani asal Desa Pelompek, mengatakan harga kentang mulai melemah sejak dua pekan lalu. Ia melihat peningkatan pasokan kentang di pasar bertepatan dengan turunnya harga jual.

“Sebelumnya harga kentang berada di kisaran Rp9.000 sampai Rp9.500 per kilogram. Namun sekarang turun menjadi Rp7.500 per kilogram,” kata Amrul, Rabu (24/6/2026).

Pasokan Kentang Meningkat, Harga Ikut Turun

Amrul menyebut masuknya pasokan kentang dari Pulau Jawa sebagai salah satu faktor yang memengaruhi harga. Pada saat yang sama, petani Kerinci juga memasuki masa panen sehingga jumlah kentang di pasar meningkat.

Kondisi tersebut membuat pasokan melimpah. Ketika pasokan bertambah, harga kentang di tingkat petani pun ikut turun.

Meski demikian, Amrul mempertanyakan penyebab turunnya harga. Ia menilai harga di pasar tujuan pengiriman masih relatif stabil sehingga penurunan harga di tingkat petani terasa janggal.

Baca Juga :  Harga TBS Sawit Jambi Turun Lagi, Petani Mulai Tertekan

Menurutnya, pengepul hampir selalu menyampaikan kabar penurunan harga ketika musim panen tiba. Karena itu, ia menduga ada permainan harga pada rantai perdagangan kentang.

“Setiap musim panen, pengepul selalu menyampaikan harga turun. Padahal di pasar besar tempat pengiriman, harganya belum turun. Karena itu kami menduga ada permainan harga dari pengepul,” ujarnya.

Petani Hadapi Ancaman Penyakit Tanaman

Selain menghadapi penurunan harga, petani kentang di dataran tinggi Kerinci juga menghadapi ancaman penyakit tanaman. Beberapa lahan mulai menunjukkan gejala daun mengering dan membusuk.

Petani menduga perubahan cuaca ekstrem memicu munculnya gangguan tersebut. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran karena dapat mengurangi hasil panen pada musim berikutnya.

Cuaca panas yang berlangsung cukup lama juga berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman. Jika kondisi itu berlanjut, petani akan semakin sulit meningkatkan produksi secara maksimal.

“Kami berharap harga kembali stabil. Namun pengaruh cuaca panas yang berkepanjangan dikhawatirkan akan menyulitkan petani meningkatkan produksi kentang secara maksimal,” tutur Amrul.

Disperindag Kerinci Jelaskan Penyebab Penurunan Harga

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kerinci menjelaskan bahwa peningkatan produksi menjadi penyebab utama turunnya harga kentang.

Baca Juga :  Harga Kedelai Impor Naik, Pengrajin Tempe Malang Ubah Strategi Produksi

Menurutnya, cuaca yang mendukung pada masa tanam sebelumnya membantu petani meningkatkan hasil panen. Akibatnya, pasokan kentang di pasar bertambah dibandingkan kondisi normal.

“Petani saat ini memasuki masa panen musim kedua. Produksi meningkat karena kondisi cuaca saat masa tanam cukup mendukung, sehingga pasokan melimpah dan harga mengalami penyesuaian,” ujarnya.

Ia mengingatkan petani agar tetap mewaspadai perubahan cuaca. Cuaca ekstrem dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan memengaruhi jumlah produksi pada musim tanam berikutnya.

Disperindag Kerinci memperkirakan harga kentang akan kembali naik ketika pasokan mulai berkurang. Penurunan produksi akibat faktor cuaca juga dapat mendorong kenaikan harga di pasar.

“Kami memperkirakan harga kentang akan kembali mengalami kenaikan seiring berkurangnya pasokan dan pengaruh kondisi cuaca pada musim tanam berikutnya,” katanya.

Kayu Aro selama ini menjadi salah satu sentra produksi kentang terbesar di Provinsi Jambi. Karena itu, petani berharap harga kembali stabil agar usaha tani tetap menghasilkan keuntungan yang layak dan mampu menjaga keberlanjutan produksi kentang di daerah tersebut.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dosen UNJA Pelopori Pelatihan Olahan Jamur Tiram untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Legok Jambi
Ekspor Karet Provinsi Jambi Melonjak Melesat Pada Juni 2026
IPH Kabupaten Merangin Turun Minus 0,73 Persen Pada Pekan Kelima Juli 2026
BPS Jambi Catat Inflasi Tahunan Juli 2026 Sebesar 3,25 Persen, Ekonomi Tetap Terkendali
Revitalisasi Sungai Batang Hari Tingkatkan Ekonomi Jambi
Sekda Muaro Jambi Hadiri Pembukaan Festival Budaya Pusparagam Negeriku
Inkubator Bisnis UNJA Latih Puluhan UMKM
Sutan Adil Hendra Tegaskan Koperasi Merah Putih Jambi Siap Perkuat Usaha Lokal
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Dosen UNJA Pelopori Pelatihan Olahan Jamur Tiram untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Legok Jambi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Ekspor Karet Provinsi Jambi Melonjak Melesat Pada Juni 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 05:00 WIB

IPH Kabupaten Merangin Turun Minus 0,73 Persen Pada Pekan Kelima Juli 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:27 WIB

BPS Jambi Catat Inflasi Tahunan Juli 2026 Sebesar 3,25 Persen, Ekonomi Tetap Terkendali

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Revitalisasi Sungai Batang Hari Tingkatkan Ekonomi Jambi

Berita Terbaru

PetroChina International Jabung Ltd aktif memperkuat penanganan karhutla di Jambi secara cepat dan terpadu.(poto: jamberita.com).

Daerah

Langkah PetroChina Jabung Atasi Karhutla di Jambi

Senin, 24 Agu 2026 - 12:15 WIB