Kerinci, oegopost.id – Harga kentang Kayu Aro turun tajam dalam dua pekan terakhir. Saat panen raya berlangsung, petani di wilayah Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, hanya menjual kentang dengan harga sekitar Rp7.500 per kilogram.
Sebelumnya, petani masih memperoleh harga antara Rp9.000 hingga Rp9.500 per kilogram. Penurunan hingga Rp1.500 per kilogram itu langsung mengurangi pendapatan petani pada musim panen kali ini.
Amrul, petani asal Desa Pelompek, mengatakan harga kentang mulai melemah sejak dua pekan lalu. Ia melihat peningkatan pasokan kentang di pasar bertepatan dengan turunnya harga jual.
“Sebelumnya harga kentang berada di kisaran Rp9.000 sampai Rp9.500 per kilogram. Namun sekarang turun menjadi Rp7.500 per kilogram,” kata Amrul, Rabu (24/6/2026).
Pasokan Kentang Meningkat, Harga Ikut Turun
Amrul menyebut masuknya pasokan kentang dari Pulau Jawa sebagai salah satu faktor yang memengaruhi harga. Pada saat yang sama, petani Kerinci juga memasuki masa panen sehingga jumlah kentang di pasar meningkat.
Kondisi tersebut membuat pasokan melimpah. Ketika pasokan bertambah, harga kentang di tingkat petani pun ikut turun.
Meski demikian, Amrul mempertanyakan penyebab turunnya harga. Ia menilai harga di pasar tujuan pengiriman masih relatif stabil sehingga penurunan harga di tingkat petani terasa janggal.
Menurutnya, pengepul hampir selalu menyampaikan kabar penurunan harga ketika musim panen tiba. Karena itu, ia menduga ada permainan harga pada rantai perdagangan kentang.
“Setiap musim panen, pengepul selalu menyampaikan harga turun. Padahal di pasar besar tempat pengiriman, harganya belum turun. Karena itu kami menduga ada permainan harga dari pengepul,” ujarnya.
Petani Hadapi Ancaman Penyakit Tanaman
Selain menghadapi penurunan harga, petani kentang di dataran tinggi Kerinci juga menghadapi ancaman penyakit tanaman. Beberapa lahan mulai menunjukkan gejala daun mengering dan membusuk.
Petani menduga perubahan cuaca ekstrem memicu munculnya gangguan tersebut. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran karena dapat mengurangi hasil panen pada musim berikutnya.
Cuaca panas yang berlangsung cukup lama juga berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman. Jika kondisi itu berlanjut, petani akan semakin sulit meningkatkan produksi secara maksimal.
“Kami berharap harga kembali stabil. Namun pengaruh cuaca panas yang berkepanjangan dikhawatirkan akan menyulitkan petani meningkatkan produksi kentang secara maksimal,” tutur Amrul.
Disperindag Kerinci Jelaskan Penyebab Penurunan Harga
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kerinci menjelaskan bahwa peningkatan produksi menjadi penyebab utama turunnya harga kentang.
Menurutnya, cuaca yang mendukung pada masa tanam sebelumnya membantu petani meningkatkan hasil panen. Akibatnya, pasokan kentang di pasar bertambah dibandingkan kondisi normal.
“Petani saat ini memasuki masa panen musim kedua. Produksi meningkat karena kondisi cuaca saat masa tanam cukup mendukung, sehingga pasokan melimpah dan harga mengalami penyesuaian,” ujarnya.
Ia mengingatkan petani agar tetap mewaspadai perubahan cuaca. Cuaca ekstrem dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan memengaruhi jumlah produksi pada musim tanam berikutnya.
Disperindag Kerinci memperkirakan harga kentang akan kembali naik ketika pasokan mulai berkurang. Penurunan produksi akibat faktor cuaca juga dapat mendorong kenaikan harga di pasar.
“Kami memperkirakan harga kentang akan kembali mengalami kenaikan seiring berkurangnya pasokan dan pengaruh kondisi cuaca pada musim tanam berikutnya,” katanya.
Kayu Aro selama ini menjadi salah satu sentra produksi kentang terbesar di Provinsi Jambi. Karena itu, petani berharap harga kembali stabil agar usaha tani tetap menghasilkan keuntungan yang layak dan mampu menjaga keberlanjutan produksi kentang di daerah tersebut.(ar)









