Batanghari, oegiopost.id – Penjabat (Pj) Rektor Universitas Batanghari (Unbari), Yunan Surono, akhirnya menempati ruang rektor pada Kamis (2/7/2026). Pj Rektor Unbari Resmi menempati ruang pimpinan setelah lebih dari satu bulan belum dapat menjalankan tugas dari kantor rektor akibat polemik dualisme kepemimpinan yang masih berlangsung di lingkungan yayasan pengelola universitas.
Yunan sebelumnya menerima pelantikan sebagai Pj Rektor oleh Yayasan Pendidikan Jambi (YPJ) pada 19 Mei 2026 di Kantor LLDIKTI Wilayah X, Padang, Sumatera Barat. Namun, sejak pelantikan tersebut, ia mengaku belum bisa bekerja dari ruang rektor karena mendapat penolakan dari sejumlah pihak di lingkungan kampus.
Situasi itu berkembang setelah muncul dua pihak yang mengklaim kepemimpinan Universitas Batanghari. Sebagian pihak mengakui Yunan Surono sebagai Pj Rektor, sementara pihak lainnya mendukung Fadil Iskandar yang ditunjuk Yayasan Pendidikan Batanghari Jambi (YPBJ) pada 21 Mei 2026 setelah berakhirnya masa jabatan Pj Rektor sebelumnya, Afdalisma.
Mahasiswa Dan Alumni Kawal Yunan Menuju Ruang Rektor Kampus
Puluhan mahasiswa dan alumni Universitas Batanghari menggelar aksi dukungan pada Kamis pagi. Mereka kemudian mengawal Yunan Surono menuju ruang rektor sebagai bentuk dukungan terhadap kepemimpinannya.
Saat rombongan bergerak menuju ruang pimpinan, suasana sempat memanas. Aksi saling dorong terjadi karena sejumlah pihak berusaha menghalangi langkah rombongan menuju ruang rektor.
Meski sempat terjadi ketegangan, Yunan akhirnya berhasil memasuki ruang rektor. Ia kemudian menduduki kursi pimpinan Universitas Batanghari yang selama ini belum dapat ditempatinya sejak dilantik.
Kehadiran mahasiswa dan alumni menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Mereka tetap berada di sekitar lokasi untuk mengawal situasi agar tidak semakin memanas setelah Yunan berhasil memasuki ruang rektor.
Yunan Ajak Civitas Akademika Bangun Kembali Kampus Bersama
Setelah memasuki ruang rektor, Yunan menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa, alumni, serta civitas akademika yang hadir. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan aktivitas kampus kembali berjalan normal.
“Kita pastikan kampus Unbari ini berjalan normal sebagaimana sedia kala,” ujarnya.
Yunan juga menyampaikan bahwa selama ini terdapat pihak luar yang sengaja berada di lingkungan kampus. Menurutnya, keberadaan mereka mengganggu aktivitas akademik di Universitas Batanghari.
“Mereka orang-orang luar yang sengaja ditempatkan di sini untuk menguasai Unbari,” katanya.
Ia kemudian mengajak seluruh civitas akademika, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun kembali Universitas Batanghari.
“Saya mengajak seluruh civitas akademika, dosen, mahasiswa, dan stakeholder untuk bersama-sama memajukan Unbari seperti masa kejayaannya,” tegas Yunan.
Yunan Ingatkan Mahasiswa Gunakan Rekening Resmi Universitas Saja
Dalam kesempatan yang sama, Yunan juga memberikan imbauan kepada seluruh mahasiswa terkait pembayaran uang kuliah tunggal (UKT). Ia meminta mahasiswa hanya melakukan pembayaran melalui rekening resmi Universitas Batanghari.
“Jangan membayar ke rekening perorangan. Itu tidak berlaku dalam administrasi,” katanya.
Menurut Yunan, informasi mengenai rekening resmi Universitas Batanghari dapat di lihat melalui situs resmi kampus. Ia meminta mahasiswa lebih teliti agar seluruh proses administrasi akademik berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini di tulis, kondisi di lingkungan kampus masih di warnai ketegangan. Sejumlah pihak masih terlibat adu argumen, sementara mahasiswa terus berupaya menjaga situasi agar tidak kembali memanas dan aktivitas kampus dapat berlangsung secara normal.(ar)









