PGRI Tolak Penutupan Prodi Kependidikan, Minta Pemetaan yang Akurat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PGRI menolak rencana penutupan prodi kependidikan tanpa pemetaan kebutuhan. Kebijakan ini dinilai berisiko bagi masa depan tenaga guru.( Ilustrasi Poto : AI ).

PGRI menolak rencana penutupan prodi kependidikan tanpa pemetaan kebutuhan. Kebijakan ini dinilai berisiko bagi masa depan tenaga guru.( Ilustrasi Poto : AI ).

Jakarta, oegopost.id – PGRI tolak penutupan prodi kependidikan yang diwacanakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia menilai kebijakan tersebut tidak boleh diambil tanpa kajian yang matang dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

Sekretaris Jenderal PGRI, Dudung Abdul Qodir, menegaskan pemerintah harus memetakan kebutuhan tenaga kerja sebelum menentukan langkah strategis.

Ia menjelaskan PGRI sudah lama mendorong agar perguruan tinggi menyesuaikan penerimaan mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, kampus perlu menentukan jurusan prioritas sekaligus menjaga keseimbangan jumlah mahasiswa.

Baca Juga :  Bupati Merangin Lantik 237 Kepala Sekolah, Tekankan Transformasi Pendidikan

Kampus Harus Seimbangkan Fungsi

Dudung menegaskan perguruan tinggi tidak hanya mencetak tenaga kerja. Kampus juga harus menghasilkan ilmuwan dan akademisi. Karena itu, ia meminta pemerintah menyeimbangkan kebutuhan industri dengan pengembangan ilmu pengetahuan. PGRI juga menyoroti kebijakan sejumlah PTN-BH yang menerima mahasiswa dalam jumlah besar.

Dudung menilai kebijakan ini memicu kelebihan lulusan, terutama di bidang kependidikan. Ia menilai kampus tidak mempertimbangkan prospek kerja lulusan secara serius. Akibatnya, banyak lulusan kesulitan mendapatkan pekerjaan. Selain itu, ia melihat kondisi ini membuat perguruan tinggi swasta kekurangan mahasiswa. “Pemerintah sebaiknya membenahi sistem penerimaan mahasiswa terlebih dahulu, bukan langsung menutup jurusan kependidikan,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemprov Jambi Buka Beasiswa Tahfiz Al Quran 2026, Targetkan Ratusan Penghafal

Pemerintah Evaluasi Prodi

Plt Sekjen Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukonco, menyatakan pemerintah akan mengevaluasi program studi agar lebih selaras dengan kebutuhan industri. Namun, PGRI menolak penutupan prodi kependidikan jika pemerintah tidak mendasarkan kebijakan tersebut pada data dan analisis kebutuhan yang akurat.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor Lepas Kontingen UIN STS Jambi ke SeIBa International Festival 2026, Tekankan Integritas dan Prestasi
UNJA Law Fair 7.0 Dihadiri 35 Kampus, Perkuat Gagasan Hukum Lingkungan Nasional
Pj Rektor Unbari Yunan Surono Resmi Tempati Ruang Rektor di Tengah Dualisme Kepemimpinan
Bupati Dillah Tinjau Sekolah Rakyat Geragai, Pastikan Pembangunan Sesuai Target
Kajati Jambi Lunasi Tunggakan Sekolah Dua Siswa MI Nurul Hikmah di Harganas 2026
Revitalisasi Satuan Pendidikan Dorong Ekonomi Daerah, Mendikdasmen Targetkan 71.744 Sekolah pada 2026
SPMB Dimulai, Orang Tua Hadapi Proses Pendaftaran Sekolah yang Dinilai Semakin Rumit
Rektor UNJA Lantik Pejabat Baru 2026–2030, Dorong Penguatan Mutu Akademik dan Tata Kelola
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 23:00 WIB

Rektor Lepas Kontingen UIN STS Jambi ke SeIBa International Festival 2026, Tekankan Integritas dan Prestasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:00 WIB

UNJA Law Fair 7.0 Dihadiri 35 Kampus, Perkuat Gagasan Hukum Lingkungan Nasional

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:00 WIB

Pj Rektor Unbari Yunan Surono Resmi Tempati Ruang Rektor di Tengah Dualisme Kepemimpinan

Rabu, 1 Juli 2026 - 06:15 WIB

Bupati Dillah Tinjau Sekolah Rakyat Geragai, Pastikan Pembangunan Sesuai Target

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:00 WIB

Kajati Jambi Lunasi Tunggakan Sekolah Dua Siswa MI Nurul Hikmah di Harganas 2026

Berita Terbaru