Jambi, oegopost.id – Penguatan tugas dan fungsi notaris menjadi fokus utama Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jambi saat menggelar sosialisasi bagi notaris baru di Provinsi Jambi.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Kanwil Kemenkum Jambi pada Rabu (20/05/2026). Panitia mengumpulkan para notaris baru untuk memperkuat pemahaman mereka tentang peran, kewajiban, dan batas kewenangan dalam jabatan notaris.
Kanwil Kemenkum Jambi juga menghadirkan jajaran pejabat, pengawas notaris, serta perwakilan organisasi profesi Ikatan Notaris Indonesia wilayah Jambi.
Mereka ikut memberikan pandangan dan arahan selama kegiatan berlangsung.
Suasana kegiatan berjalan aktif. Para peserta mengikuti materi dengan serius dan langsung berdiskusi tentang tantangan yang mereka hadapi di lapangan.
Notaris Wajib Pegang Tanggung Jawab
Kepala Kanwil Kemenkum Jambi, Jonson Siagian, menegaskan bahwa notaris memegang peran penting dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.
Ia menyebut notaris tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga membawa tanggung jawab moral dalam setiap tindakan hukum yang mereka lakukan.
“Notaris memegang jabatan kepercayaan. Karena itu, mereka harus menjalankan setiap tugas dengan hati-hati, bertanggung jawab, dan patuh pada hukum serta kode etik,” kata Jonson.
Jonson juga meminta para notaris baru memahami batas kewenangan sejak awal. Ia menilai pemahaman itu penting agar mereka tidak melampaui aturan yang berlaku.
Etika Jadi Fondasi Profesi
Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Diana Yuli Astuti, mengajak para notaris baru untuk menjadikan etika sebagai fondasi utama dalam bekerja.
Ia menjelaskan bahwa kualitas pelayanan hukum sangat bergantung pada integritas, ketelitian, dan sikap profesional setiap notaris.
“Kami mendorong notaris baru untuk bekerja secara profesional, menjaga integritas, dan selalu mengutamakan tanggung jawab dalam setiap layanan,” ujar Diana.
Diana juga menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan jabatan, independensi dalam mengambil keputusan, serta kehati-hatian dalam menyusun akta.
Dalam sesi materi, peserta mempelajari kode etik dan kode perilaku notaris secara lebih rinci. Pemateri juga memberikan contoh kasus untuk membantu peserta memahami risiko pelanggaran yang mungkin terjadi.
Diskusi Aktif dan Respons Positif
Para notaris baru terlihat aktif bertanya selama sesi berlangsung. Mereka membahas berbagai persoalan praktis yang sering muncul dalam pekerjaan sehari-hari.
Panitia membuka ruang diskusi agar peserta bisa memahami materi dengan lebih mudah. Pendekatan ini membantu mereka mengaitkan teori dengan kondisi nyata di lapangan.
Banyak peserta menilai kegiatan ini memberi bekal penting sebelum mereka menjalankan tugas secara penuh di wilayah masing-masing.
Penguatan Layanan Hukum di Daerah
Melalui kegiatan ini, Kementerian Hukum dan HAM Jambi mendorong peningkatan kualitas layanan kenotariatan di Provinsi Jambi.
Kanwil terus memperkuat pembinaan agar notaris baru memahami aturan, menjaga etika, dan bekerja sesuai standar profesi.
Dengan pemahaman yang lebih kuat, para notaris diharapkan mampu memberikan layanan hukum yang lebih terpercaya dan profesional kepada masyarakat.
Sosialisasi ini membekali notaris baru dengan pemahaman yang lebih jelas tentang tugas, fungsi, dan etika jabatan.
Dengan bekal tersebut, mereka dapat menjalankan profesi dengan lebih hati-hati, profesional, dan berintegritas.(ar)









