Harga Karet Bungo Stabil, Petani Kembali Menggeliat di Lapangan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga karet Bungo stabil di kisaran Rp18 ribu–Rp18.500 per kg, mendorong petani kembali aktif dan meningkatkan aktivitas ekonomi desa.( Poto : JAMBIPRIMA.COM ).

Harga karet Bungo stabil di kisaran Rp18 ribu–Rp18.500 per kg, mendorong petani kembali aktif dan meningkatkan aktivitas ekonomi desa.( Poto : JAMBIPRIMA.COM ).

Bungo, oegopost.id – Harga karet mulai stabil di Kabupaten Bungo dalam beberapa pekan terakhir setelah sempat mengalami tekanan akibat fluktuasi pasar.

Kondisi ini langsung memicu peningkatan aktivitas petani karet di berbagai wilayah desa, karena harga getah kini bertahan di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.500 per kilogram di tingkat tengkulak.

Para petani kembali aktif melakukan penyadapan sejak dini hari.

Mereka memanfaatkan stabilnya harga untuk meningkatkan produksi dan menghidupkan kembali kebun yang sebelumnya sempat kurang terurus.

Aktivitas di sektor perkebunan pun terlihat lebih ramai dibandingkan periode saat harga jatuh.

Petani Kembali Optimistis Kelola Kebun

Kenaikan dan stabilitas harga membuat para petani kembali memiliki harapan terhadap komoditas karet sebagai sumber utama penghidupan.

Mereka mulai mengalokasikan waktu dan tenaga lebih banyak untuk merawat pohon karet, membersihkan kebun, hingga meningkatkan kualitas hasil sadapan.

Sopian, salah satu petani dari Dusun Mangun Jayo, mengaku kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan saat harga berada di bawah Rp10.000 per kilogram.

Baca Juga :  Musim Kemarau 2026: NBT Coal Group Memperkuat Kesiapsiagaan Karhutla Jambi

Ia menjelaskan bahwa pendapatan dari karet kini kembali mampu menutup kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa stabilnya harga membuat petani lebih percaya diri untuk terus mengelola kebun tanpa harus mencari pekerjaan sampingan secara berlebihan.

Dampak Ekonomi Mulai Terasa di Desa

Perubahan harga karet tidak hanya berdampak pada petani secara langsung, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi di tingkat desa.

Warung-warung kecil kembali ramai dikunjungi warga, sementara transaksi jual beli di pasar lokal meningkat.

Banyak petani mulai melunasi utang kepada toko atau pengepul karena pendapatan mereka kembali membaik.

Perputaran uang di desa pun terlihat lebih lancar dibandingkan periode sebelumnya ketika harga karet turun drastis.

Ibnu, petani lainnya, menyampaikan bahwa ia kini lebih semangat turun ke kebun meskipun cuaca sering tidak menentu.

Ia menjual hasil sadapan setiap minggu kepada tengkulak dan merasakan peningkatan pendapatan yang cukup membantu kebutuhan keluarga.

Peran Tengkulak dalam Rantai Harga Karet

Dari sisi distribusi, tengkulak berperan penting dalam menjaga alur perdagangan karet dari petani ke pabrik.

Baca Juga :  Nasabah Bank Jambi Raih Rp50 Juta di Undian Simpeda Nasional

Dolet, salah satu tengkulak di wilayah tersebut, menjelaskan bahwa kenaikan harga di tingkat petani mengikuti kenaikan harga dari pabrik pengolahan.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa menetapkan harga secara sepihak karena seluruh mekanisme mengikuti kondisi pasar.

Selain itu, kualitas getah karet juga sangat memengaruhi harga jual. Getah yang bersih dan memiliki kadar air rendah biasanya di hargai lebih tinggi di bandingkan yang tercampur kotoran.

Harapan Stabilitas Harga ke Depan

Meski kondisi saat ini menunjukkan perbaikan, para petani tetap berharap harga karet tidak kembali berfluktuasi tajam.

Mereka menilai kestabilan harga menjadi faktor penting untuk menjaga kesejahteraan dan keberlanjutan usaha perkebunan.

Dengan harga yang kini mendekati Rp20.000 per kilogram, petani di Kabupaten Bungo kembali menaruh harapan besar pada sektor karet sebagai penopang utama ekonomi keluarga sekaligus masa depan pertanian daerah.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Alfin Siapkan Langkah Komprehensif Penanganan Karhutla Sungai Penuh
Kebakaran Lahan Empat Hektare di Muaro Jambi Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan
Pemprov Jambi Pacu Penyelesaian Temuan BPK Senilai Rp9,8 Miliar
Pemprov Jambi Merangkul Pemegang HGU Cegah Karhutla 2026
Bupati Fadhil Arief Buka Konfercab GP Ansor Batang Hari 2026
Dampak Erupsi Krakatau: Penerbangan Jambi Jakarta Dibatalkan Hari Ini
Empat Notaris Terancam Sanksi Akibat Pelanggaran Administrasi Jabatan
Kanwil Kemenkum Jambi Ikuti Pendalaman Materi Perancang Peraturan Perundang-Undangan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 19:52 WIB

Wali Kota Alfin Siapkan Langkah Komprehensif Penanganan Karhutla Sungai Penuh

Senin, 7 September 2026 - 19:45 WIB

Kebakaran Lahan Empat Hektare di Muaro Jambi Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan

Senin, 7 September 2026 - 19:40 WIB

Pemprov Jambi Pacu Penyelesaian Temuan BPK Senilai Rp9,8 Miliar

Senin, 7 September 2026 - 19:30 WIB

Pemprov Jambi Merangkul Pemegang HGU Cegah Karhutla 2026

Senin, 7 September 2026 - 19:22 WIB

Bupati Fadhil Arief Buka Konfercab GP Ansor Batang Hari 2026

Berita Terbaru

BPJS Kesehatan terus memperkuat standar layanan peserta JKN kesehatan melalui peluncuran program Customer eXcellence 126 atau CX126.(poto: ist).

Kesehatan

BPJS Kesehatan Dorong Standar Layanan Peserta JKN Lewat CX126

Senin, 7 Sep 2026 - 19:37 WIB

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) penanggulangan puncak Karhutla secara virtual pada Senin (7/9/2026).(poto: jamberita.com).

Daerah

Pemprov Jambi Merangkul Pemegang HGU Cegah Karhutla 2026

Senin, 7 Sep 2026 - 19:30 WIB