Operator telekomunikasi kuota internet bantah untung kuota hangus

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Operator telekomunikasi membantah anggapan keuntungan dari kuota internet yang tidak terpakai dan menjelaskan sistem perhitungan paket data.

Operator telekomunikasi membantah anggapan keuntungan dari kuota internet yang tidak terpakai dan menjelaskan sistem perhitungan paket data.

Jakarta, oegopost.id Operator telekomunikasi di Indonesia menegaskan bahwa mereka tidak memperoleh keuntungan langsung dari skema kuota internet dalam paket data. Selain itu, perusahaan menjelaskan bahwa sistem kuota hanya mengatur penggunaan layanan dan kapasitas jaringan, bukan menghasilkan laba tambahan dari sisa kuota yang tidak terpakai.

Selanjutnya, operator memaparkan bahwa mereka menyusun harga paket internet berdasarkan berbagai komponen biaya. Mereka mengalokasikan dana untuk investasi infrastruktur jaringan, biaya operasional, serta penggunaan spektrum frekuensi.

Baca Juga :  Jatim Tiga Kali OTT KPK, Khofifah Perkuat Pencegahan Korupsi

Bantahan atas Isu Keuntungan Kuota Tidak Terpakai

Mereka menegaskan bahwa mereka tidak menjadikan kuota yang tidak terpakai sebagai sumber pendapatan tambahan. Operator menegaskan bahwa kuota berfungsi sebagai akses layanan jaringan sehingga tidak dapat menjadi saldo yang otomatis menambah pendapatan perusahaan.Selain itu, mereka menilai sebagian pihak salah memahami mekanisme pengelolaan kuota dalam sistem jaringan.

Sementara itu, sejumlah pihak mendorong pemerintah dan operator untuk meningkatkan transparansi dalam sistem paket data. Oleh karena itu, mereka meminta penjelasan yang lebih jelas kepada masyarakat mengenai cara penentuan harga dan mekanisme penggunaan kuota internet.

Baca Juga :  Indonesia Masuk Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia

Dengan transparansi yang lebih baik, publik dapat memahami struktur biaya layanan digital secara lebih menyeluruh.

Bisnis Telekomunikasi Dinilai Kompleks

Akhirnya, operator menegaskan bahwa bisnis telekomunikasi memiliki struktur yang kompleks. Dengan kata lain, pendapatan perusahaan bergantung pada investasi jaringan, pemeliharaan infrastruktur, dan biaya operasional, bukan pada kuota yang tidak terpakai.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot dari Jabatan
Indomaret Tutup Sementara di Sejumlah Daerah, Warganet Soroti Penyebabnya
Kemnaker Buka 24 Kejuruan Vokasi Tahap 2, Pendaftaran Dibuka
Ekspor Sawit, Batu Bara, dan Ferro Alloy Wajib Lewat PT DSI Mulai 1 Juni 2026
Harga Daging Sapi Stabil di Berbagai Daerah Usai Idul Adha 2026, Daya Beli Masyarakat Menurun
Bareskrim Kejar Aktor Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit, Selidiki Praktik Under Invoicing
Korban Terseret Ombak di Pantai Ampenan Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup
Fase Armuzna Haji 2026 Tuntas, Seluruh Jemaah Indonesia Tinggalkan Mina
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot dari Jabatan

Senin, 1 Juni 2026 - 19:00 WIB

Indomaret Tutup Sementara di Sejumlah Daerah, Warganet Soroti Penyebabnya

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:00 WIB

Kemnaker Buka 24 Kejuruan Vokasi Tahap 2, Pendaftaran Dibuka

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ekspor Sawit, Batu Bara, dan Ferro Alloy Wajib Lewat PT DSI Mulai 1 Juni 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:27 WIB

Harga Daging Sapi Stabil di Berbagai Daerah Usai Idul Adha 2026, Daya Beli Masyarakat Menurun

Berita Terbaru