Onde-Onde Tradisional Tetap Digemari, Ini Cara Membuatnya agar Tidak Pecah Saat Digoreng

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Onde-onde tradisional tetap digemari masyarakat Indonesia. Simak cara membuat onde-onde agar tidak pecah saat digoreng.( Poto : AI ).

Onde-onde tradisional tetap digemari masyarakat Indonesia. Simak cara membuat onde-onde agar tidak pecah saat digoreng.( Poto : AI ).

Jakarta, oegopost.idOnde-onde masih menjadi salah satu jajanan tradisional yang banyak masyarakat Indonesia sukai hingga saat ini.

Pedagang pasar dan pembuat kue rumahan terus memproduksi camilan berbentuk bulat dengan taburan wijen ini karena permintaannya tetap stabil.

 Rasa manis dari isian kacang hijau yang lembut membuat makanan ini tetap bertahan di tengah banyaknya jajanan modern.

Kesalahan Umum yang Menyebabkan Onde-Onde Meledak

Banyak pembuat onde-onde mengalami masalah saat proses penggorengan karena adonan meledak di dalam minyak.

Kondisi ini terjadi ketika pembuat menggunakan isian yang masih terlalu basah sehingga menghasilkan uap berlebih saat terkena panas.

Selain itu, pembuat yang menggunakan adonan kulit kurang elastis juga meningkatkan risiko retak.

Baca Juga :  Hari Koperasi Nasional ke-79: SAH Sebut Koperasi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Kesalahan lain muncul ketika pembuat langsung memasukkan onde-onde ke minyak yang terlalu panas sejak awal.

Proses Pembuatan yang Perlu Diperhatikan

Pembuat onde-onde mengolah bahan utama berupa tepung ketan, kentang kukus, gula, dan air hangat untuk membuat kulit.

Campuran tersebut menghasilkan adonan yang lentur dan mudah dibentuk.

Untuk isian, pembuat merebus kacang hijau kupas hingga lunak, lalu menghaluskannya dan memasaknya bersama gula, santan, serta daun pandan sampai menjadi pasta yang padat dan tidak berair.

Setelah itu, pembuat membulatkan isian kecil-kecil lalu membungkusnya dengan adonan kulit hingga tertutup rapat.

Mereka juga melapisi permukaan adonan dengan wijen secara merata agar tampilannya lebih menarik.

Baca Juga :  Bupati Merangin Minta PKS Ikuti Harga TBS Jambi, Larang Penurunan Harga Sepihak

Sebelum proses penggorengan, pembuat mendiamkan onde-onde agar adonan lebih stabil dan tidak mudah pecah.

Teknik Menggoreng agar Hasil Tidak Gagal

Pembuat onde-onde memasukkan adonan ke dalam minyak yang masih hangat atau dingin agar proses pemanasan berlangsung perlahan.

Mereka menjaga api tetap kecil di awal penggorengan, lalu menaikkan suhu secara bertahap.

Teknik ini membantu panas meresap secara merata ke bagian dalam adonan tanpa menciptakan tekanan uap berlebihan.

Pembuat juga menghindari terlalu sering membalik onde-onde agar lapisan wijen tidak terlepas dan bentuknya tetap utuh. Dengan cara ini, onde-onde matang sempurna tanpa meledak.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemberdayaan Perempuan Desa Mengupeh Lewat Batik Lipe
Pemkab Tanjabbar Siap Fasilitasi Pasar Produk Ecoprint Kuala Dasal ke Jaringan Luar
Lindungi Karya Lokal, Kemenkum Jambi Pacu Daya Saing UMKM Bungo
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Serempak di Akhir Pekan
Pertamina EP Jambi Sukses Lakukan Monetisasi Gas Lapangan Sengeti Senilai Rp1,6 Triliun
Kanwil DJPb Jambi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi
Polda Jambi Komitmen Amankan Operasional Hulu Migas Regional
Hari Koperasi Nasional ke-79: SAH Sebut Koperasi Motor Penggerak Ekonomi Daerah
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:30 WIB

Pemberdayaan Perempuan Desa Mengupeh Lewat Batik Lipe

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:00 WIB

Pemkab Tanjabbar Siap Fasilitasi Pasar Produk Ecoprint Kuala Dasal ke Jaringan Luar

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:30 WIB

Lindungi Karya Lokal, Kemenkum Jambi Pacu Daya Saing UMKM Bungo

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:46 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Serempak di Akhir Pekan

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:00 WIB

Pertamina EP Jambi Sukses Lakukan Monetisasi Gas Lapangan Sengeti Senilai Rp1,6 Triliun

Berita Terbaru