Jambi, oegopost.id – Penarikan dana massal nasabah memicu ancaman serius terhadap nilai aset Bank Jambi secara signifikan. Penurunan aset ini terjadi akibat lumpuhnya layanan mobile banking pascaserangan siber yang menghambat transaksi harian masyarakat.
Ketidaknyamanan nasabah merusak tingkat kepercayaan publik terhadap bank milik pemerintah daerah tersebut. Banyak warga yang terbiasa membayar listrik dan pajak melalui aplikasi ponsel kini mengeluhkan prosedur manual.
Hambatan ini memaksa masyarakat serta ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengalihkan saldo simpanan ke bank lain. Langkah tersebut mereka ambil guna menjamin kelancaran transaksi harian sekaligus mengamankan seluruh dana simpanan.
Komisaris Utama Bank Jambi, Sudirman, membenarkan terjadinya tren pengurangan nominal saldo simpanan nasabah ini. Para nasabah tetap membuka rekening aktif, namun memindahkan porsi besar tabungan mereka demi keamanan.
“Dampaknya berkaitan dengan nilai aset dari nasabah berkurang. Contoh PNS sekarang rekening masih ada di Bank Jambi, tapi nominalnya berkurang karena ditarik dan dipindah dari Bank Jambi,” ungkap Sudirman usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Senin (14/9).
Pemenuhan Persyaratan BI Menjadi Kunci Utama Pemulihan
Dewan Komisaris terus mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta pemegang saham untuk mempercepat pemulihan sistem. Langkah cepat sangat mendesak agar kepercayaan publik membaik dan penurunan aset dapat terhenti.
Manajemen berfokus penuh memenuhi standar keamanan ketat yang direkomendasikan regulator keuangan nasional. Langkah ini krusial mengingat layanan mobile banking dan transfer antarbank belum beroperasi normal.
Kelumpuhan fitur digital tersebut merupakan dampak dari kasus peretasan siber yang menguras dana ratusan nasabah pada Februari lalu. Pembukaan kembali jaringan transaksi digital kini sepenuhnya menanti instruksi resmi Bank Indonesia (BI).
Sudirman menegaskan wewenang pembukaan operasional jaringan keuangan digital berada penuh di tangan otoritas BI. Pihak manajemen harus melengkapi daftar kewajiban teknis sebelum sistem mendapatkan persetujuan pengaktifan.
“Kemarin kita sudah dapat informasi kaitannya dengan mobile banking Bank Jambi, ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi oleh Bank Jambi dari Bank Indonesia, karena buka atau tutupnya operasional perbankan khusus untuk transaksi itu ada di BI,” ujar Sudirman.
Target Operasional Normal Seluruh Layanan Sebelum Akhir Tahun
Saat ini transaksi perbankan baru berjalan terbatas pada jaringan internal sesama rekening Bank Jambi (on-us). Nasabah belum bisa mengirim atau menerima transfer dana dari lembaga perbankan luar.
Aktivitas perbankan sementara waktu hanya melayani setoran tunai dan penerimaan dana masuk secara manual. Keterbatasan akses ini terus memicu gangguan kelancaran pembayaran rutin para nasabah.
Pihak komisaris membantah bahwa lambatnya penanganan ini akibat hambatan teknis internal. Durasi pemulihan sengaja diperpanjang sebagai wujud kehati-hatian demi menjamin keamanan aset nasabah di masa depan.
Bank Indonesia telah memberikan panduan perbaikan bertahap yang berlangsung mulai September hingga Desember. Manajemen berkomitmen menyelesaikan seluruh jadwal perbaikan sesuai target yang ditentukan.
Pihak bank optimistis fitur transfer antarbank serta mobile banking dapat kembali beroperasi penuh sebelum akhir tahun. Pemulihan cepat ini menjadi kunci utama dalam memulihkan kenyamanan transaksi pembayaran sehari-hari nasabah.(ar)









