Mahasiswa Belajar Sejarah Langsung di Candi Muaro Jambi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan kuliah lapangan di Candi Kedaton mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP Payakumbuh.( Poto : jambilink.id ).

Kegiatan kuliah lapangan di Candi Kedaton mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP Payakumbuh.( Poto : jambilink.id ).

Jambi, oegopost.id – Kuliah lapangan sejarah mahasiswa STKIP Yayasan Abdi Pendidikan Payakumbuh di kawasan Candi Kedaton, kompleks Candi Muaro Jambi, membuat mereka belajar langsung jejak peradaban kuno. Kegiatan ini mengubah situs sejarah menjadi ruang belajar terbuka yang lebih hidup dan nyata.

Mahasiswa Turun Langsung ke Situs Sejarah

Sebanyak 19 mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP Payakumbuh turun langsung ke lapangan pada 28 April 2026. Mereka tidak hanya membaca teori di kelas, tetapi juga mengamati langsung peninggalan sejarah di salah satu situs terbesar di Sumatra.

Kegiatan ini berjalan lewat kerja sama kampus dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dosen dan peneliti mendampingi mahasiswa selama kegiatan agar mereka bisa memahami sejarah secara langsung dari sumbernya.

Peneliti BRIN, Zusneli Zubir, menjelaskan bahwa kegiatan ini membantu calon guru sejarah memahami materi dengan cara yang lebih nyata.

“Mahasiswa jadi lebih mudah memahami sejarah ketika mereka melihat langsung bukti peninggalannya di lapangan,” ujarnya.

Candi Muaro Jambi Jadi Ruang Belajar Terbuka

Di lokasi, mahasiswa mengamati langsung struktur bata merah khas Candi Muaro Jambi. Mereka mencatat bentuk bangunan, pola susunan, dan jejak teknologi konstruksi kuno yang masih terlihat hingga sekarang.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis, Zulhas Ajak Sekolah Aktif Ubah Menu dan Laporkan Masalah ke SPPG

Mereka juga menelusuri bagaimana kawasan ini pernah menjadi pusat aktivitas Kerajaan Melayu dan tradisi Hindu-Buddha di Sumatra.

Dosen STKIP, Fikrul Hanif Sufyan, mengatakan pengalaman langsung seperti ini membuat mahasiswa lebih mudah memahami sejarah.

“Kalau hanya membaca buku, mereka sulit membayangkan. Tapi di sini mereka bisa melihat langsung bagaimana masyarakat masa lalu hidup dan membangun peradaban,” katanya.

Jejak Peradaban yang Masih Terjaga

Candi Muaro Jambi dikenal sebagai salah satu kompleks percandian terbesar di Asia Tenggara. Lokasinya berada di sepanjang Sungai Batanghari dan masih menyimpan banyak jejak sejarah yang menarik untuk ditelusuri.

Arkeolog dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jambi, Novie Hari Putranto, menjelaskan bahwa kawasan ini punya suasana yang unik karena masih alami.

“Lingkungannya masih hijau dan tenang. Ini membuat Candi Muaro Jambi cocok untuk wisata sejarah sekaligus edukasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Wali Kota Jambi Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Hardiknas

Mahasiswa juga mempelajari sejarah penemuan situs ini yang pertama kali tercatat pada abad ke-19 oleh S.C. Crooke saat melakukan pemetaan wilayah.

Pengalaman Lapangan untuk Calon Guru Sejarah

Ketua rombongan, Dedi Asmara, menegaskan bahwa kegiatan ini melatih mahasiswa agar lebih siap menjadi guru sejarah di masa depan. Mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung objek sejarah yang akan mereka ajarkan nanti.

“Pengalaman di lapangan seperti ini membuat mahasiswa lebih percaya diri saat mengajar,” katanya.

Program ini juga menjadi bagian dari kerja sama antara kampus dan BRIN yang sudah berjalan sejak 2025 dan akan terus berlanjut di beberapa lokasi lain.

Penutup

Kegiatan kuliah lapangan di Candi Kedaton menunjukkan bahwa sejarah bisa dipelajari dengan cara yang lebih sederhana dan menyenangkan. Mahasiswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari situs nyata yang menyimpan cerita masa lalu.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Jambi dan Wamen LH Cek Penanganan Karhutla Tanjung Jabung Timur
MTsN 1 Kota Sungai Penuh Dominasi Juara KOMPAS Jenjang MTs
Pelantikan Pejabat Kemenkum Jambi Perkuat Akuntabilitas Keuangan Organisasi
Kemenag Resmi Tutup Perhelatan KOMPAS Sungai Penuh 2026
Pemkab Merangin Peringati Maulid Nabi, Bupati M. Syukur Tekankan Pelayanan Publik Berakhlak
Bupati Merangin Komit Percepat Transformasi Digital Birokrasi Daerah
Pemkab Merangin Matangkan Perencanaan Pembangunan Sekolah Rakyat
Gubernur Jambi Dan Kasiops Korem 042 Gapu Cek Karhutla Tahura Batang Hari
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 12:11 WIB

Wagub Jambi dan Wamen LH Cek Penanganan Karhutla Tanjung Jabung Timur

Sabtu, 5 September 2026 - 12:02 WIB

MTsN 1 Kota Sungai Penuh Dominasi Juara KOMPAS Jenjang MTs

Sabtu, 5 September 2026 - 11:57 WIB

Pelantikan Pejabat Kemenkum Jambi Perkuat Akuntabilitas Keuangan Organisasi

Sabtu, 5 September 2026 - 11:31 WIB

Kemenag Resmi Tutup Perhelatan KOMPAS Sungai Penuh 2026

Jumat, 4 September 2026 - 17:02 WIB

Pemkab Merangin Peringati Maulid Nabi, Bupati M. Syukur Tekankan Pelayanan Publik Berakhlak

Berita Terbaru