Kemenkes Aktifkan 51 BKK untuk Cegah Masuknya Hantavirus ke Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenkes siaga hantavirus dengan memperketat pengawasan kesehatan dan mencegah masuknya melalui bandara dan pelabuhan.( Poto : ANTARA ).

Kemenkes siaga hantavirus dengan memperketat pengawasan kesehatan dan mencegah masuknya melalui bandara dan pelabuhan.( Poto : ANTARA ).

Jakarta, oegopost.id – Kemenkes siaga hantavirus dengan mengaktifkan 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) di seluruh Indonesia.

Langkah ini bertujuan memperkuat pencegahan masuknya penyakit menular, termasuk hantavirus.

Pemerintah menjalankan kebijakan ini untuk memperketat pengawasan di bandara dan pelabuhan. Setiap BKK bertugas memantau kondisi kesehatan penumpang dari luar negeri.

Skrining Penumpang Diperketat di Bandara dan Pelabuhan

Petugas kesehatan memeriksa penumpang internasional secara langsung di pintu masuk negara. Mereka menggunakan thermal scanner untuk mengecek suhu tubuh.

Petugas juga mengamati gejala penyakit secara visual. Jika ada penumpang yang mencurigakan, petugas segera melakukan pemeriksaan lanjutan.

Baca Juga :  Cara Cepat Matangkan Pisang Tanpa Karbit, Cukup Pakai Gula dan Garam

Kemenkes juga menerapkan sistem digital All Indonesia. Penumpang mengisi data kesehatan secara elektronik. Sistem ini menggantikan formulir kertas.

Jika sistem menemukan risiko kesehatan, petugas langsung mengarahkan penumpang ke fasilitas kesehatan rujukan.

Kementerian Kesehatan juga bekerja sama dengan Badan Komunikasi Pemerintah RI (Badan Komunikasi Pemerintah RI) untuk memperkuat pengawasan dan komunikasi publik.

Pemerintah Jelaskan Jenis Hantavirus

Kemenkes menjelaskan bahwa kasus hantavirus pada kapal MV Hondius berbeda dengan kasus di Indonesia. Kasus tersebut termasuk Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

HPS banyak muncul di Amerika Selatan. Kasus ini belum pernah tercatat di Indonesia.

Baca Juga :  Kenali Ciri Daging Tidak Layak Konsumsi Sebelum Diolah

Indonesia hanya memiliki kasus Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Jenis ini ditemukan sejak 1991.

Kemenkes menyebut HFRS di Indonesia belum menunjukkan penularan antar-manusia. Hal ini berbeda dengan HPS yang bisa menular dalam kondisi tertentu.

Pemerintah Terapkan Pengawasan Berbasis Risiko

Pemerintah memantau penumpang dari negara yang memiliki risiko penyakit. Petugas memperketat pemeriksaan pada rute perjalanan tertentu.

Kemenkes menegaskan bahwa sistem ini membantu mencegah masuknya penyakit sejak awal. Upaya ini juga mempercepat respons jika ada kasus yang mencurigakan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Health Fun Run Dorong Budaya Hidup Sehat dan Perkuat Program JKN
Batang Hari Raih Penghargaan Nasional Lewat Inovasi Dokter Tangguh di Cita Loka Fest 2026
Bakti Kesehatan Polda Jambi Layani Ribuan Warga pada Hari Bhayangkara ke-80
Baksos Longevitology Terus Bergulir, Layanan Terapi Gratis Kini Menjangkau Muaro Bungo dan Jambi
RSUD H Abdul Manap Jambi Operasikan Cathlab, Layanan Jantung Kini Lebih Cepat
Siloam Jambi Buka Poli Rawat Jalan Baru, Layanan Makin Praktis
Tempat Sampah Bau di Rumah? Ini Cara Mengatasinya
6 Camilan Tinggi Protein Praktis yang Lagi Viral di Gaya Hidup Sehat Modern
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 12:00 WIB

BPJS Kesehatan Health Fun Run Dorong Budaya Hidup Sehat dan Perkuat Program JKN

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:00 WIB

Batang Hari Raih Penghargaan Nasional Lewat Inovasi Dokter Tangguh di Cita Loka Fest 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:00 WIB

Bakti Kesehatan Polda Jambi Layani Ribuan Warga pada Hari Bhayangkara ke-80

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:34 WIB

Baksos Longevitology Terus Bergulir, Layanan Terapi Gratis Kini Menjangkau Muaro Bungo dan Jambi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:00 WIB

RSUD H Abdul Manap Jambi Operasikan Cathlab, Layanan Jantung Kini Lebih Cepat

Berita Terbaru