Pekan Baru, oegopost.id – Petugas Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menemukan titik kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah Provinsi Riau. Kobaran api tersebut menghanguskan areal seluas sekitar 7 hektare di kawasan Desa Pulau Serdang, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir.
Kepala Balai Dalkarhut Sumatera, Ferdian Krisnanto mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah mendeteksi keberadaan titik api tersebut. Ia memberangkatkan satu regu Manggala Agni dari Daerah Operasi (Daops) Dumai sejak Jumat (10/7) guna mempercepat proses pemadaman di lapangan.
Tim penjinak api berhasil menembus lokasi kebakaran yang cukup terisolasi tersebut pada sore hari. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pengukuran jalur darat untuk memastikan akses logistik dan personel berjalan lancar.
“Lokasi berada di Desa Pulau Serdang, Kecamatan Simpang Kanan, Rohil. Estimasi awal luasan sekitar 7 hektare dengan jenis tanah gambut,” kata Ferdian dalam keterangan tertulis yang diterima di Pekanbaru, Sabtu.
Manggala Agni Mengirimkan Regu Pemadam Tambahan
Petugas di lapangan kini fokus memantau perimeter api agar kebakaran tidak meluas ke area perkebunan warga. Mereka juga terus mencari sumber air terdekat untuk menyuplai mesin pompa pemadam portable.
Selain itu, tim menerbangkan pesawat nirawak atau drone ke udara guna melihat kondisi kebakaran secara utuh. Langkah pemetaan lewat udara ini membantu komandan regu dalam mengambil keputusan taktis pemadaman pada Sabtu ini.
Ferdian menjelaskan bahwa tim awal pemadaman dari Daops Dumai sebenarnya sudah berada di lokasi sejak Kamis sore (9/7). Tim pertama tersebut langsung berjibaku menahan perambatan api sambil mengukur luasan riil kebakaran lahan.
Namun, hasil evaluasi lapangan menunjukkan bahwa vegetasi yang terbakar membutuhkan penanganan yang jauh lebih intensif. Oleh karena itu, pimpinan wilayah memutuskan untuk mengirimkan bantuan logistik dan personel tambahan.
“Hasil pengukuran menunjukkan kebutuhan tambahan pasukan, sehingga tim di Daops Dumai yang sudah siaga akhirnya kami gerakkan juga,” ujar Ferdian.
Helikopter Water Bombing Bom Lahan Gambut
Kebakaran pada lapisan tanah gambut ini menjadi perhatian serius bagi otoritas pengendalian kebakaran di Riau. Ferdian menegaskan bahwa insiden ini menjadi alarm lanjutan bagi seluruh elemen satgas untuk meningkatkan kewaspadaan.
Guna mempercepat pemadaman, Satuan Tugas Udara Provinsi Riau menerjunkan bantuan dari langit. Mereka mengoperasikan helikopter bom air atau water bombing untuk menyiram titik api yang sulit dijangkau oleh tim darat.
Meskipun demikian, tim gabungan menghadapi rintangan komunikasi yang cukup berat selama operasi penanggulangan karhutla. Minimnya jaringan sinyal seluler di area Desa Pulau Serdang menyulitkan koordinasi real-time antardivisi.
Petugas terus berupaya mengatasi kendala komunikasi tersebut dengan memaksimalkan penggunaan radio komunikasi komunikasi genggam. Sinergi antara tim darat dan tim udara menjadi kunci utama dalam meredam amuk api di lahan gambut ini.
BMKG Pantau Puluhan Titik Panas Riau
Di sisi lain, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru terus memperbarui data pantauan satelit. Mereka mendeteksi total sebanyak 24 titik panas atau hotspot yang tersebar di wilayah Provinsi Riau.
Kabupaten Siak dan Kabupaten Rokan Hilir menjadi wilayah penyumbang titik panas terbanyak pada periode pengamatan kali ini. Satelit memantau ada delapan titik panas di Siak dan tujuh titik panas di Rokan Hilir.
BMKG juga mendeteksi sebaran titik panas di beberapa kabupaten lain dengan jumlah yang bervariasi. Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Pelalawan masing-masing menyumbang dua titik panas.
Sementara itu, wilayah Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Inderagiri Hulu, dan Kota Dumai masing-masing menyumbang satu titik panas. Seluruh data sebaran satelit ini menjadi panduan penting bagi Manggala Agni dalam melakukan patroli pencegahan.(ar)









