Manggala Agni Kepung Kebakaran Hutan dan Lahan di Rokan Hilir Riau

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi kebakaran lahan di Desa Pulau Serdang, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir dengan estimasi luasan mencapai 7 hektare.( poto: ANTARA).

Kondisi kebakaran lahan di Desa Pulau Serdang, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir dengan estimasi luasan mencapai 7 hektare.( poto: ANTARA).

Pekan Baru, oegopost.id – Petugas Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menemukan titik kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah Provinsi Riau. Kobaran api tersebut menghanguskan areal seluas sekitar 7 hektare di kawasan Desa Pulau Serdang, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir.

Kepala Balai Dalkarhut Sumatera, Ferdian Krisnanto mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah mendeteksi keberadaan titik api tersebut. Ia memberangkatkan satu regu Manggala Agni dari Daerah Operasi (Daops) Dumai sejak Jumat (10/7) guna mempercepat proses pemadaman di lapangan.

Tim penjinak api berhasil menembus lokasi kebakaran yang cukup terisolasi tersebut pada sore hari. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pengukuran jalur darat untuk memastikan akses logistik dan personel berjalan lancar.

“Lokasi berada di Desa Pulau Serdang, Kecamatan Simpang Kanan, Rohil. Estimasi awal luasan sekitar 7 hektare dengan jenis tanah gambut,” kata Ferdian dalam keterangan tertulis yang diterima di Pekanbaru, Sabtu.

Manggala Agni Mengirimkan Regu Pemadam Tambahan

Petugas di lapangan kini fokus memantau perimeter api agar kebakaran tidak meluas ke area perkebunan warga. Mereka juga terus mencari sumber air terdekat untuk menyuplai mesin pompa pemadam portable.

Selain itu, tim menerbangkan pesawat nirawak atau drone ke udara guna melihat kondisi kebakaran secara utuh. Langkah pemetaan lewat udara ini membantu komandan regu dalam mengambil keputusan taktis pemadaman pada Sabtu ini.

Baca Juga :  PTPN IV Regional IV Perkuat Sinergi Disbun Jambi Antisipasi Karhutla

Ferdian menjelaskan bahwa tim awal pemadaman dari Daops Dumai sebenarnya sudah berada di lokasi sejak Kamis sore (9/7). Tim pertama tersebut langsung berjibaku menahan perambatan api sambil mengukur luasan riil kebakaran lahan.

Namun, hasil evaluasi lapangan menunjukkan bahwa vegetasi yang terbakar membutuhkan penanganan yang jauh lebih intensif. Oleh karena itu, pimpinan wilayah memutuskan untuk mengirimkan bantuan logistik dan personel tambahan.

“Hasil pengukuran menunjukkan kebutuhan tambahan pasukan, sehingga tim di Daops Dumai yang sudah siaga akhirnya kami gerakkan juga,” ujar Ferdian.

Helikopter Water Bombing Bom Lahan Gambut

Kebakaran pada lapisan tanah gambut ini menjadi perhatian serius bagi otoritas pengendalian kebakaran di Riau. Ferdian menegaskan bahwa insiden ini menjadi alarm lanjutan bagi seluruh elemen satgas untuk meningkatkan kewaspadaan.

Guna mempercepat pemadaman, Satuan Tugas Udara Provinsi Riau menerjunkan bantuan dari langit. Mereka mengoperasikan helikopter bom air atau water bombing untuk menyiram titik api yang sulit dijangkau oleh tim darat.

Meskipun demikian, tim gabungan menghadapi rintangan komunikasi yang cukup berat selama operasi penanggulangan karhutla. Minimnya jaringan sinyal seluler di area Desa Pulau Serdang menyulitkan koordinasi real-time antardivisi.

Baca Juga :  Arena Judi Sabung Ayam di Air Hangat Kerinci Digerebek, Polisi Sita Genset dan Bakar Gelanggang

Petugas terus berupaya mengatasi kendala komunikasi tersebut dengan memaksimalkan penggunaan radio komunikasi komunikasi genggam. Sinergi antara tim darat dan tim udara menjadi kunci utama dalam meredam amuk api di lahan gambut ini.

BMKG Pantau Puluhan Titik Panas Riau

Di sisi lain, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru terus memperbarui data pantauan satelit. Mereka mendeteksi total sebanyak 24 titik panas atau hotspot yang tersebar di wilayah Provinsi Riau.

Kabupaten Siak dan Kabupaten Rokan Hilir menjadi wilayah penyumbang titik panas terbanyak pada periode pengamatan kali ini. Satelit memantau ada delapan titik panas di Siak dan tujuh titik panas di Rokan Hilir.

BMKG juga mendeteksi sebaran titik panas di beberapa kabupaten lain dengan jumlah yang bervariasi. Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Pelalawan masing-masing menyumbang dua titik panas.

Sementara itu, wilayah Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Inderagiri Hulu, dan Kota Dumai masing-masing menyumbang satu titik panas. Seluruh data sebaran satelit ini menjadi panduan penting bagi Manggala Agni dalam melakukan patroli pencegahan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ledakan Rumah Mewah Medan Polonia: 4 Pekerja Tertimbun Puing Bangunan
Penjarahan Sawit PTPN IV Kampar Digagalkan, 4,5 Ton TBS Disita
Arena Judi Sabung Ayam di Air Hangat Kerinci Digerebek, Polisi Sita Genset dan Bakar Gelanggang
Guru P3K Merangin Diduga Terlibat Aktivitas PETI Pakai Alat Berat
Polisi Tangkap Pelaku Perdagangan Kulit Harimau Sumatra di Jambi
Hacker Bulgaria Kuras Ratusan Miliar Rupiah Bank Jambi, Polisi Tangkap Tiga Pelaku Lokal
BPH Migas Temukan Modus QR Code Ganda di SPBU Jambi, Pasokan Diduga Mengalir ke Industri
Ibu Muda di Batang Hari Buang Sabu Saat Dikepung
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:00 WIB

Ledakan Rumah Mewah Medan Polonia: 4 Pekerja Tertimbun Puing Bangunan

Senin, 20 Juli 2026 - 13:00 WIB

Penjarahan Sawit PTPN IV Kampar Digagalkan, 4,5 Ton TBS Disita

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:00 WIB

Arena Judi Sabung Ayam di Air Hangat Kerinci Digerebek, Polisi Sita Genset dan Bakar Gelanggang

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:00 WIB

Guru P3K Merangin Diduga Terlibat Aktivitas PETI Pakai Alat Berat

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:00 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Perdagangan Kulit Harimau Sumatra di Jambi

Berita Terbaru