HKTI Jambi Soroti Harga TBS Sawit, Dorong Tata Niaga Lebih Adil

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM ( Poto : istimewa )

Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM ( Poto : istimewa )

Jambi, oegopost.id – Ketua DPD HKTI Jambi, A.R. Sutan Adil Hendra, menyoroti harga TBS kelapa sawit yang sempat naik turun di sejumlah daerah, termasuk Jambi. Ia meminta perbaikan tata niaga sawit agar petani tidak terus terdampak fluktuasi harga. Ia menegaskan, tata niaga sawit nasional menjadi hal penting yang harus segera dibenahi supaya petani mendapat harga yang lebih stabil dan adil.

“Petani jangan terus jadi pihak yang paling dirugikan. Sistemnya harus kita perbaiki,” kata SAH.

Gejolak harga bikin petani waswas

Harga tandan buah segar di lapangan bergerak tidak stabil dalam beberapa waktu terakhir. Banyak petani mengeluhkan pendapatan mereka yang ikut berubah-ubah.

SAH menjelaskan, kondisi itu tidak hanya dipengaruhi produksi, tetapi juga sistem distribusi dan perdagangan yang belum berjalan optimal.

Ia menilai petani sawit membutuhkan kepastian harga karena komoditas ini menjadi sumber penghidupan utama di banyak daerah.

HKTI Jambi dukung langkah pemerintah

HKTI Jambi mendukung langkah pemerintah pusat yang mulai menata ulang sistem perdagangan sawit nasional. Pemerintah juga memperketat pengawasan ekspor agar harga lebih terkendali.

Baca Juga :  Polda Jambi Ungkap Pembobolan Dana Nasabah Rp18,9 Miliar, Direksi Pastikan Layanan ATM Normal

SAH menyebut kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memastikan kekayaan alam Indonesia kembali ke masyarakat.

“Negara harus hadir supaya nilai sawit tidak hilang di tengah jalan,” ujarnya.

Ia juga meminta semua pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga petani, bekerja sama agar kebijakan ini berjalan lancar.

Pemerintah siapkan lima langkah stabilisasi

Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas harga TBS sawit di lapangan.

Pertama, pemerintah menilai fluktuasi harga terjadi karena kekhawatiran pasar, bukan karena gangguan ekspor.
Kedua, pemerintah menjalankan sistem ekspor secara transparan tanpa biaya tambahan bagi pelaku usaha.

Ketiga, pemerintah menerapkan masa transisi kebijakan ekspor satu pintu hingga 2026 sebelum berjalan penuh pada 2027.
Keempat, industri hilir sawit tetap beroperasi normal selama masa penyesuaian berlangsung.

Baca Juga :  Bupati Muaro Jambi Perketat Pengawasan Harga TBS Sawit di PKS

Kelima, pemerintah meminta pabrik kelapa sawit mengikuti harga acuan CPO agar harga TBS petani tetap seimbang.

Pengawasan diperketat, petani diharapkan lebih tenang

HKTI Jambi mendorong pengawasan ketat di lapangan agar tidak ada pihak yang memainkan harga. SAH meminta pabrik kelapa sawit mengikuti aturan yang sudah di tetapkan pemerintah.

Jika ada pelanggaran, ia mendukung langkah hukum melalui Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

“Kalau ada yang bermain harga, harus di tindak tegas,” tegasnya.

Ia juga melihat peluang harga sawit kembali menguat karena permintaan global CPO terus meningkat dan program hilirisasi berjalan.

Optimisme ke depan

SAH optimistis kebijakan pemerintah akan memperbaiki kondisi petani sawit. Ia menilai stabilitas harga hanya bisa tercapai jika semua pihak menjaga komitmen.

Menurutnya, keseimbangan antara negara, industri, dan petani menjadi kunci utama agar sektor sawit tetap kuat.

“Kalau tata niaga kita sehat, petani pasti ikut sejahtera,” ujarnya.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asap Tebal Hambat Helikopter Padamkan Karhutla Gambut Jambi
Pemkot Jambi Salurkan Bansos Beras Tahap 4 untuk 49 Ribu KPM
Ribuan Santri Padati Lapangan MTQ Rayakan Hari Santri di Bungo
Jadwal Sholat Sungai Penuh Hari Ini, Jumat 23 Oktober 2026
Cuaca Jambi Hari Ini: Kerinci Hujan, Sarolangun Tembus 36 Derajat
Krisis Air Bersih di Tabir Teratasi Lewat Pasokan Tangki Darurat
Mahasiswa Demo Kantor Gubernur Jambi, Sorot Karhutla dan MBG
Mahasiswa Geruduk DPRD Jambi, Tuntut Karhutla Bencana Nasional
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Asap Tebal Hambat Helikopter Padamkan Karhutla Gambut Jambi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Pemkot Jambi Salurkan Bansos Beras Tahap 4 untuk 49 Ribu KPM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Ribuan Santri Padati Lapangan MTQ Rayakan Hari Santri di Bungo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:32 WIB

Jadwal Sholat Sungai Penuh Hari Ini, Jumat 23 Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:09 WIB

Cuaca Jambi Hari Ini: Kerinci Hujan, Sarolangun Tembus 36 Derajat

Berita Terbaru

Ilustrasi Pengemudi mencoba fitur T Intouch with Toyota Remote pada Kijang Innova Zenix terbaru di area parkir.(poto: AI).

Otomotif

Toyota Rilis Innova Zenix Terbaru 2026, Fitur Berubah Drastis

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:30 WIB

Ilustrasi Seorang karyawan membawa kotak barang di kantor Barclays saat pemangkasan 5.000 staf akibat integrasi AI.(poto: AI).

Bisnis

Barclays Pangkas 5.000 Karyawan demi Efisiensi AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:25 WIB

Ilustrasi Suasana sidang pembacaan putusan pembatalan denda pinjol oleh majelis hakim di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.(poto: AI).

Bisnis

Hakim Batalkan Sanksi KPPU Rp 755 Miliar ke 97 Pinjol

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:20 WIB