Jambi, oegopost.id – Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Universitas Jambi resmi menggelar Lomba Ketangkasan Palang Merah ke-10 Tahun 2026. Panitia memusatkan pembukaan ajang bergengsi ini di Auditorium Lantai 1 UNIFAC pada Senin, 20 Juli 2026.
Kompetisi kemanusiaan yang mengusung tema “Resilient Youth for Humanity” ini berlangsung selama empat hari berturut-turut pada 19 hingga 22 Juli 2026. Sebanyak 42 sekolah dari seluruh penjuru Provinsi Jambi mengirimkan kontingen terbaik mereka untuk memperebutkan gelar juara.
Ajang tahunan ini menghimpun antusiasme tinggi dari para pelajar di berbagai tingkatan sekolah. Panitia mencatat sebanyak 27 kontingen tingkat Wira dari SMA sederajat dan 15 kontingen tingkat Madya dari SMP sederajat turut berpartisipasi.
Kegiatan ini bertujuan menguji ketangkasan teknis serta mental para anggota PMR di lapangan. Selain itu, penyelenggara ingin menumbuhkan jiwa kemanusiaan generasi muda dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim.
Ajang Menguji Ketangkasan Dan Mental Para Relawan Muda
Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKKS) UNJA, Dr. Guspianto, S.KM., M.KM., membuka acara secara resmi mewakili Rektor UNJA. Ia membagikan kisah inspiratif mengenai pengalaman pribadinya sewaktu menjadi relawan kesehatan saat Tsunami Aceh 2004.
Dr. Guspianto menegaskan bahwa seorang anggota relawan PMI membutuhkan ketangguhan mental serta empati yang sangat tinggi. Ia juga menyebut LKPM ini bukan sekadar ajang berburu piala, melainkan wadah memupuk kepedulian sosial.
Para peserta menyimak dengan penuh perhatian petuah dari Kepala BAKKS UNJA tersebut. Pesan tersebut membakar semangat para remaja untuk terus mengasah kemampuan penanganan darurat.
Komitmen Penilaian Jujur Dan Objektif Dari Dewan Juri
Panitia penyelenggara menggelar sesi pembacaan dan penandatanganan Pakta Integritas Dewan Juri sebelum kompetisi dimulai. Langkah krusial ini bertujuan menjamin keadilan serta transparansi penuh sepanjang jalannya seluruh perlombaan.
Ketua Panitia LKPM X, Julian Rifaldo, menjelaskan bahwa pakta tersebut memuat sepuluh poin janji penting bagi para juri. Janji tersebut mencakup komitmen menilai secara objektif, menolak praktik KKN, dan menjaga kerahasiaan hasil penilaian.
Langkah tegas ini mendapat apresiasi hangat dari seluruh pendamping dan pembina kontingen yang hadir. Mereka meyakini integritas juri akan melahirkan pemenang yang benar-benar berkualitas serta sportif.
Menguatkan Nilai Persaudaraan Di Tengah Tantangan Bencana Alam
Perwakilan PMI Provinsi Jambi sekaligus dosen FST UNJA, Dr. Tedjo Sukmono, S.Si., M.Si., turut memberikan pembekalan kepada para peserta. Ia mengingatkan generasi muda mengenai ancaman nyata bencana alam seperti fenomena iklim El Nino.
Dr. Tedjo juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi kejujuran selama bertanding di arena LKPM. Menurutnya, kejujuran menjadi fondasi utama bagi setiap relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Pembina KSR PMI Unit UNJA Eko Nuriyatman, S.H., M.H., dan perwakilan PMI Kota Jambi Sofian, S.Ag., turut menghadiri pembukaan ini. Seluruh hadirin mengikuti setiap tahapan acara pembukaan dengan penuh khidmat dan semangat.
Panitia mengakhiri seluruh rangkaian acara pembukaan dengan menggemakan slogan kebanggaan PMI, yaitu “Siamo tutti fratelli”. Seruan bermakna “Kita semua bersaudara” ini menguatkan pesan bahwa persaudaraan sejati berdiri di atas semangat persaingan.(ar)









