Muaro Jambi, oegopost.id – Tim gabungan dari berbagai instansi bergerak cepat menanggulangi bencana di wilayah perbatasan. Mereka menyisir medan berat demi menghalau kobaran api agar tidak meluas ke pemukiman warga.
Petugas dari BPBD, TNI, Polri, dan Manggala Agni bahu-membahu menjinakkan titik api. Masyarakat sekitar juga ikut turun tangan membantu proses pemadaman di lapangan. Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil positif setelah api berhasil dikendalikan sepenuhnya.
Peristiwa kebakaran hutan dan lahan ini melanda kawasan Dusun Air Merah, Desa Ladang Panjang, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Lokasi kebakaran tersebut berada di area yang berbatasan langsung dengan wilayah Palembang, tepatnya Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Tim Gabungan Berhasil Jinakkan Kobaran Api Perbatasan
Kebakaran hebat ini awalnya terdeteksi mulai berkobar pada Rabu (15/7) siang hari. Pihak BPBD yang menerima laporan langsung mengerahkan personel menuju titik lokasi kejadian. Langkah cepat ini terbukti efektif memotong jalur perambatan api di lapangan.
Petugas gabungan berjibaku melawan asap pekat selama lebih dari satu hari penuh. Kerja sama solid antara aparat dan warga mempercepat proses lokalisir titik api. Akhirnya, seluruh kobaran api resmi padam pada Kamis (16/7) siang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Paruhuman Lubis, memberikan konfirmasi resmi mengenai status terkini di lokasi. Pihak otoritas memastikan bahwa kondisi di lapangan saat ini sudah jauh lebih aman terkendali.
“Sudah padam, sekarang petugas sedang melakukan proses pendinginan di lokasi,” ujar Paruhuman Lubis saat memberikan keterangan resmi di Sengeti, Kamis.
Petugas Antisipasi Titik Api di Lahan Mineral
Pihak BPBD hingga kini belum merilis hitungan resmi mengenai total luas area terdampak. Karakteristik medan yang berada di garis perbatasan memerlukan pengukuran lebih detail. Namun, petugas memastikan objek yang terbakar merupakan kawasan tanah mineral.
Kondisi tanah mineral ini letaknya sangat berdekatan dengan kawasan lahan gambut yang luas. Situasi tersebut sempat memicu kekhawatiran besar akan potensi kebakaran yang jauh lebih parah. Lahan gambut terkenal sangat rentan dan sulit padam jika sudah tersulut api.
Petugas di lapangan kini fokus melakukan penyemprotan air secara berkala pada sisa-sisa bara. Langkah pendinginan atau cooling down ini berfungsi mencegah munculnya bara api tersembunyi. Pengawasan intensif terus berjalan guna mengantisipasi ancaman kebakaran susulan di area sekitar.
Langkah hukum juga mulai berjalan seiring dengan selesainya proses pemadaman api di area perbatasan. Aparat penegak hukum langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan mendalam. Investigasi ini bertujuan mencari tahu penyebab utama munculnya titik api tersebut.
Akumulasi Luas Lahan Terbakar Capai Sembilan Hektare
Catatan resmi menunjukkan tren karhutla yang cukup tinggi sepanjang tujuh bulan terakhir. BPBD Kabupaten Muaro Jambi secara total telah menangani 10 kasus kebakaran. Mayoritas peristiwa kebakaran tersebut melanda area lahan kosong milik warga.
Secara akumulatif, total area yang hangus terbakar kini telah mencapai angka sembilan hektare. Pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kewaspadaan bersama menjadi kunci utama pencegahan bencana karhutla ke depan.
Pihak berwenang bersyukur penanganan dini kali ini berjalan sangat efektif dan taktis. Kecepatan respons tim gabungan berhasil menyelamatkan kawasan gambut di dekatnya dari ancaman kerusakan ekologis.
“Luas total sekitar sembilan hektare dan untungnya tidak sampai meluas. Kami bersyukur tim bergerak cepat karena lokasi ini dekat dengan lahan gambut,” tutup Paruhuman.(ar)









