Ahli AISI Jelaskan Cara Mencegah Rem Blong Motor Matik di Jalan Turunan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahli AISI menjelaskan cara mencegah rem blong motor matik di jalan turunan, mulai dari teknik pengereman yang benar, penyebab overheat, hingga tips perawatan sistem rem agar tetap aman.( Poto : detikoto ).

Ahli AISI menjelaskan cara mencegah rem blong motor matik di jalan turunan, mulai dari teknik pengereman yang benar, penyebab overheat, hingga tips perawatan sistem rem agar tetap aman.( Poto : detikoto ).

Jakarta, oegopost.id – Kasus rem blong pada motor matik masih sering terjadi dan menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas, terutama ketika pengendara melintasi jalan menurun.

Kondisi ini biasanya muncul saat sistem pengereman bekerja terlalu berat dalam waktu lama tanpa jeda pendinginan.

Peristiwa tersebut mendorong pengendara untuk lebih memahami teknik berkendara yang aman, khususnya dalam penggunaan rem di medan turunan yang panjang dan curam.

Teknik Pengereman yang Benar

Ketua Bidang Road Safety and Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia, Victor Assani, menegaskan bahwa pengendara motor matik harus menggunakan kedua sistem rem secara seimbang.

Ia menolak kebiasaan pengendara yang hanya mengandalkan satu rem saat berkendara di turunan.

Victor menjelaskan bahwa penggunaan rem secara berlebihan dan terus-menerus dapat meningkatkan suhu komponen pengereman.

Baca Juga :  Toyota Hadirkan Corolla Lima Pedal untuk Sekolah Mengemudi di Jepang

Kondisi ini membuat sistem rem bekerja tidak optimal dan berisiko mengalami penurunan fungsi.

Ia juga mengingatkan bahwa pengendara perlu menyesuaikan gaya berkendara dengan kondisi jalan yang dilalui agar kendaraan tetap stabil dan aman.

Overheat pada Sistem Rem

Victor menjelaskan bahwa rem blong pada motor matik umumnya terjadi akibat panas berlebih atau overheat pada cakram dan kampas rem.

Panas ini kemudian merambat ke minyak rem sehingga suhunya meningkat secara signifikan.

Ketika suhu minyak rem naik terlalu tinggi, gelembung gas dapat terbentuk di dalam sistem hidrolik.

Kondisi ini menghambat penyaluran tekanan rem sehingga daya pengereman berkurang drastis.

Ia juga menegaskan bahwa tindakan menyiram komponen rem yang panas bukan solusi yang tepat karena dapat merusak sistem pengereman.

Perawatan dan Teknik Berkendara Aman

Untuk mencegah rem blong, Victor menyarankan pengendara melakukan perawatan rutin pada sistem pengereman.

Baca Juga :  RX-King Masih Dijual di Dealer Resmi Medan, Harga Tembus Rp 85 Juta

Pengendara juga perlu memahami karakter jalan sebelum melintas, terutama pada jalur menurun panjang.

Jika pengendara mulai merasakan penurunan performa rem, ia menyarankan untuk menepi di tempat aman dan memberi waktu bagi sistem pengereman untuk mendingin.

Selain itu, pengendara harus menghindari pengereman mendadak dan berulang-ulang dalam jarak pendek.

Penggunaan rem depan dan belakang secara seimbang juga membantu menjaga kestabilan kendaraan.

Kesimpulan

Victor menegaskan bahwa rem blong tidak hanya karena faktor teknis, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku dan pemahaman pengendara.

Dengan teknik pengereman yang benar serta perawatan rutin, risiko kecelakaan dapat meminimalisir secara signifikan.

Informasi ini dikutip dari Kompas.com melalui laporan otomotif terkait keselamatan berkendara di jalan turunan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daihatsu Rocky Hybrid Tunjukkan Kombinasi Irit dan Bertenaga
Toyota Hadirkan Corolla Lima Pedal untuk Sekolah Mengemudi di Jepang
Teknik Mengemudi di Turunan Panjang yang Sering Diabaikan, Ini Cara Aman Hindari Rem Blong
Nissan Grafit 2026 Meluncur, MPV Murah 7 Penumpang Siap Tantang Calya dan Sigra
Hyundai Indonesia Perbarui Software Palisade untuk Tingkatkan Keamanan Kursi Elektrik
Edukasi Safety Riding Dorong Kesadaran Pengendara Perempuan di Jalan Raya
SUV Listrik Leapmotor D19 Hadir di China, SUV Premium dengan Baterai EREV Terbesar di Dunia
Tips Agar Mobil Lebih Bertenaga Saat Menanjak, Fokus pada Pembakaran Mesin
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:00 WIB

Toyota Hadirkan Corolla Lima Pedal untuk Sekolah Mengemudi di Jepang

Jumat, 15 Mei 2026 - 02:00 WIB

Ahli AISI Jelaskan Cara Mencegah Rem Blong Motor Matik di Jalan Turunan

Jumat, 15 Mei 2026 - 01:00 WIB

Teknik Mengemudi di Turunan Panjang yang Sering Diabaikan, Ini Cara Aman Hindari Rem Blong

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:40 WIB

Nissan Grafit 2026 Meluncur, MPV Murah 7 Penumpang Siap Tantang Calya dan Sigra

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:00 WIB

Hyundai Indonesia Perbarui Software Palisade untuk Tingkatkan Keamanan Kursi Elektrik

Berita Terbaru

Pasal 252 KUHP baru atau Pasal Santet mengatur klaim kekuatan gaib yang dapat merugikan orang lain. Simak isi aturan, sanksi, dan tujuan hukumnya di Indonesia.( Poto : chatGPT).

Hukum

Pasal Santet KUHP Baru Jadi Sorotan Publik di Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:35 WIB