SPMB Dimulai, Orang Tua Hadapi Proses Pendaftaran Sekolah yang Dinilai Semakin Rumit

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi SPMB di Jambi( poto : jambione.com )

ilustrasi SPMB di Jambi( poto : jambione.com )

Jambi, oegopost.id – Setiap memasuki tahun ajaran baru, proses pendaftaran sekolah negeri kembali menyita perhatian masyarakat.

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menawarkan layanan digital untuk mempercepat pelayanan, meningkatkan transparansi, dan membuka kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik. Namun, banyak orang tua justru menghadapi proses yang lebih panjang dan membingungkan.

Pemerintah mengembangkan sistem daring agar masyarakat tidak lagi bergantung pada pelayanan manual. Meski begitu, pengalaman banyak orang tua menunjukkan bahwa proses pendaftaran masih menyisakan berbagai kendala yang memicu kecemasan.

Orang Tua Jalani Tahapan Pendaftaran Yang Semakin Rumit

Orang tua harus membuat akun, mengunggah dokumen, memverifikasi data, memilih jalur penerimaan, serta memantau perubahan peringkat selama masa seleksi. Mereka juga harus memastikan setiap tahapan selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Banyak orang tua berkali-kali membuka laman pendaftaran karena sistem sering melambat pada jam tertentu. Sebagian gagal mengunggah dokumen sehingga harus mengulang proses dari awal.

Baca Juga :  Tebo Siapkan SNT, Proyek Sekolah Terpadu Mulai Bergerak

Sebagian lainnya sempat melihat nama anak berada pada posisi aman. Beberapa saat kemudian, posisi tersebut berubah sehingga mereka kembali memantau perkembangan setiap waktu.

Kondisi itu membuat telepon genggam hampir tidak pernah lepas dari tangan orang tua. Mereka terus mengecek informasi terbaru agar tidak kehilangan kesempatan memperoleh kursi di sekolah tujuan.

Sekolah Swasta Hadir Dengan Alur Pendaftaran Lebih Praktis

Di sisi lain, sekolah swasta menawarkan proses yang jauh lebih sederhana. Orang tua cukup datang ke sekolah, menyerahkan dokumen, membayar biaya pendaftaran, lalu menunggu jadwal masuk.

Mereka tidak perlu memantau perubahan peringkat setiap saat atau mempelajari berbagai istilah teknis dalam sistem digital. Setelah menyelesaikan administrasi, mereka tinggal menunggu keputusan sekolah.

Perbandingan tersebut bukan bertujuan menempatkan sekolah swasta lebih baik daripada sekolah negeri. Sekolah negeri memang harus melayani jumlah pendaftar yang jauh lebih besar sekaligus menjaga proses seleksi tetap adil.

Digitalisasi Harus Memudahkan Pelayanan Bagi Seluruh Masyarakat

Digitalisasi seharusnya memangkas birokrasi, bukan menambah kerumitan administrasi. Sistem yang baik harus memberikan kepastian sekaligus memudahkan masyarakat sejak awal proses pendaftaran.

Baca Juga :  Disdik Kota Jambi Tegaskan Seluruh Guru Wajib ASN, Rekrutmen Honorer Dihentikan

Tidak semua orang tua menguasai teknologi digital. Sebagian masih menghadapi keterbatasan akses internet, sedangkan sebagian lainnya harus meminta bantuan keluarga, tetangga, atau operator sekolah untuk memahami setiap tahapan.

Pendidikan merupakan hak seluruh warga negara. Karena itu, proses awal menuju sekolah seharusnya berlangsung sederhana, jelas, dan mudah diikuti siapa pun.

Pemerintah bersama penyelenggara SPMB perlu meninjau kembali mekanisme penerimaan dari sudut pandang masyarakat. Mereka tidak hanya membutuhkan sistem yang modern, tetapi juga pelayanan yang mudah, cepat, dan memberikan kepastian.

Pada akhirnya, masyarakat menginginkan proses pendaftaran yang sederhana tanpa harus mempelajari aplikasi, memahami banyak jalur penerimaan, atau terus memantau perubahan data.

Jika kondisi tersebut masih terjadi, maka evaluasi terhadap penyelenggaraan SPMB menjadi langkah yang patut dilakukan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor Lepas Kontingen UIN STS Jambi ke SeIBa International Festival 2026, Tekankan Integritas dan Prestasi
UNJA Law Fair 7.0 Dihadiri 35 Kampus, Perkuat Gagasan Hukum Lingkungan Nasional
Pj Rektor Unbari Yunan Surono Resmi Tempati Ruang Rektor di Tengah Dualisme Kepemimpinan
Bupati Dillah Tinjau Sekolah Rakyat Geragai, Pastikan Pembangunan Sesuai Target
Kajati Jambi Lunasi Tunggakan Sekolah Dua Siswa MI Nurul Hikmah di Harganas 2026
Revitalisasi Satuan Pendidikan Dorong Ekonomi Daerah, Mendikdasmen Targetkan 71.744 Sekolah pada 2026
Rektor UNJA Lantik Pejabat Baru 2026–2030, Dorong Penguatan Mutu Akademik dan Tata Kelola
Laboratorium Terpadu UNJA Jalani Asesmen Surveilans ISO 17025, Perkuat Standar Internasional Riset
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 23:00 WIB

Rektor Lepas Kontingen UIN STS Jambi ke SeIBa International Festival 2026, Tekankan Integritas dan Prestasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:00 WIB

UNJA Law Fair 7.0 Dihadiri 35 Kampus, Perkuat Gagasan Hukum Lingkungan Nasional

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:00 WIB

Pj Rektor Unbari Yunan Surono Resmi Tempati Ruang Rektor di Tengah Dualisme Kepemimpinan

Rabu, 1 Juli 2026 - 06:15 WIB

Bupati Dillah Tinjau Sekolah Rakyat Geragai, Pastikan Pembangunan Sesuai Target

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:00 WIB

Kajati Jambi Lunasi Tunggakan Sekolah Dua Siswa MI Nurul Hikmah di Harganas 2026

Berita Terbaru