Tebo, oegopost.id – Kabupaten Tebo menyiapkan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), proyek pendidikan terpadu dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen yang akan menyatukan semua jenjang pendidikan dalam satu kawasan.
Pemerintah daerah menargetkan Sekolah Nasional Terintegrasi Tebo ini menjadi pusat pendidikan modern yang lebih mudah diakses masyarakat.
Program ini menggabungkan pendidikan PAUD hingga SMA/SMK dalam satu lingkungan terpadu. Pemerintah berharap sistem ini bisa membuat proses belajar lebih efisien dan terarah.
Pemerintah Kabupaten Tebo mulai mematangkan rencana pembangunan SNT. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus berkoordinasi agar seluruh syarat yang diminta pemerintah pusat segera lengkap.
Lahan Sudah Siap dan Hampir Lengkap
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tebo, Haryadi, menyebut seluruh syarat utama pembangunan sudah hampir selesai. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan dan dokumen pendukung.
“Semua syarat sudah hampir lengkap, mulai dari lahan sampai administrasi,” kata Haryadi.
Tim teknis juga memastikan luas lahan mencapai sekitar 20 hektare. Mereka memilih lokasi dalam satu hamparan agar proses pembangunan lebih mudah dan terarah.
Lokasi di Rimbo Bujang
Pemerintah menetapkan Desa Tegal Arum, Unit 5, Kecamatan Rimbo Bujang Desa Tegal Arum sebagai lokasi pembangunan SNT. Wilayah ini dinilai strategis untuk pengembangan kawasan pendidikan jangka panjang.
Dari empat bidang lahan yang di siapkan, pemerintah sudah menyelesaikan sertifikat dua bidang atas nama desa. Sementara dua bidang lain masih dalam proses administrasi di Badan Pertanahan Nasional Badan Pertanahan Nasional.
Pihak BPN juga memberikan keterangan bahwa proses pengurusan dokumen berjalan sesuai ketentuan. Tim di lapangan terus melengkapi persyaratan agar semua lahan siap digunakan.
Konsep Sekolah Satu Kawasan
SNT Tebo mengusung konsep pendidikan satu kawasan yang menyatukan semua jenjang. Sekolah ini akan menampung siswa dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK dalam satu lingkungan.
Pemerintah menyiapkan fasilitas pendidikan modern untuk mendukung proses belajar. Mereka juga ingin menciptakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman dan terintegrasi.
“Program ini kami harapkan bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Tebo,” ujar Haryadi.
Sistem ini juga memudahkan siswa melanjutkan pendidikan tanpa harus berpindah lokasi terlalu jauh.
Target Mulai 2026
Pemerintah Kabupaten Tebo menargetkan pembangunan SNT mulai berjalan pada 2026. Mereka terus menuntaskan seluruh persiapan agar proyek bisa segera masuk tahap konstruksi.
Dari sisi pembiayaan, pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai lebih dari Rp260 miliar Kemendikdasmen. Namun, pemerintah pusat tetap menentukan angka final sesuai perencanaan nasional.
Pemkab Tebo hanya menyiapkan lahan dan mendukung administrasi sebagai bagian dari kewajiban daerah.(ar)









