Muaro Jambi, oegopost.id – Peristiwa kebakaran kebun pinang terjadi di wilayah Muaro Jambi pada Jumat (5/6/2026) siang. Api melahap kebun pinang muda milik warga bernama Sona di kawasan Sengeti dan menghanguskan seluruh area perkebunan.
Api menyebar dengan cepat begitu muncul di lokasi. Warga melihat kepulan asap tebal sebelum kobaran api meluas ke seluruh bagian kebun.
Api menyebar cepat karena kondisi lahan yang sangat kering. Warga sebelumnya menyemprot area tersebut dengan herbisida, sehingga rumput mengering dan mudah terbakar.
Material kering di permukaan tanah mempercepat rambatan api ke berbagai titik kebun. Dalam waktu singkat, api meluas tanpa bisa dikendalikan oleh warga sekitar.
Warga kemudian bergerak cepat setelah melihat asap semakin tebal. Mereka langsung menuju pos pemadam kebakaran terdekat untuk meminta bantuan.
Damkar Sengeti Bergerak Cepat ke Lokasi
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Mako Sengeti menerima laporan pada pukul 13.05 WIB. Seorang warga datang langsung ke pos untuk melaporkan kejadian tersebut.
Regu 03 segera bergerak ke lokasi setelah menerima informasi darurat itu. Petugas mengerahkan satu unit mobil rescue bernomor polisi BH 8019 GZ untuk penanganan.
Rusbi Maradona memimpin operasi pemadaman di lapangan. Ia mengoordinasikan Andhika Fazrian, Jon Kenedi, Dedi, Rahmad, dan Gunawan untuk melakukan pemadaman. Sementara itu, Erwin Saputra menjaga posko utama agar tetap siaga.
Petugas langsung melakukan pemadaman dan membatasi area agar api tidak meluas. Mereka fokus menahan kobaran agar tidak menjalar ke kebun lain di sekitar lokasi.
Sekretaris Damkar Kabupaten Muaro Jambi, Herman Susilo, menjelaskan bahwa tim berhasil mengendalikan api dengan cepat. Ia menyebut proses lokalisir dan pendinginan berlangsung sekitar 40 menit.
“Petugas memadamkan api hingga tuntas pada pukul 13.43 WIB dan menghabiskan sekitar 4.000 liter air,” kata Herman.
Kerugian dan Penyelidikan Masih Berjalan
Api menghanguskan puluhan pohon pinang serta sejumlah pohon kelapa di kebun milik Sona. Warga bersama petugas mencatat kerugian material yang timbul dari peristiwa tersebut.
Hingga kini, petugas belum menemukan sumber awal api. Aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran lahan tersebut.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, petugas terus memantau lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Peristiwa ini kembali mengingatkan warga di wilayah Muaro Jambi agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran lahan. Kondisi lahan kering dapat mempercepat penyebaran api meski hanya dipicu percikan kecil.
Petugas mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di area perkebunan maupun lahan kosong, terutama saat musim panas dan kondisi kering ekstrem.(ar)









