Mataram, oegopost.id – Tim SAR gabungan menemukan korban kedua yang terseret ombak di kawasan Pantai Ampenan, Kota Mataram, pada Minggu (31/5) pagi.
Korban bernama Anindita Mantika Muslim (9), anak perempuan yang hilang saat bermain di kawasan Pantai Karang Buyuk.
Penemuan tersebut mengakhiri pencarian yang berlangsung sejak korban hilang pada Jumat (29/5) sore. Setelah memastikan seluruh korban telah ditemukan, tim SAR gabungan menutup operasi pencarian.
Tim SAR Bergerak Setelah Menerima Laporan Warga
Tim pencarian menerima informasi dari warga dan nelayan setempat pada pukul 07.10 WITA. Mereka melihat sosok mengapung di sekitar perairan Pantai Bintaro.
Mendapat laporan itu, tim SAR gabungan langsung menuju lokasi. Petugas kemudian memverifikasi temuan tersebut dan memastikan sosok yang mengapung merupakan Anindita Mantika Muslim.
Tim segera mengevakuasi korban dari perairan. Setelah menyelesaikan proses evakuasi, petugas membawa jenazah ke rumah duka dan menyerahkannya kepada keluarga.
Kecepatan respons tim membantu mempercepat proses penanganan di lapangan. Seluruh unsur yang terlibat terus menjaga koordinasi sejak awal pencarian hingga proses evakuasi selesai.
Korban Berada 1,81 Nautical Mile dari Titik Awal
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Bustanil, membenarkan penemuan korban kedua tersebut. Ia menjelaskan posisi korban berada sekitar 1,81 nautical mile ke arah utara dari lokasi awal kejadian.
Menurut Bustanil, tim pencarian terus menyisir sejumlah titik di kawasan perairan hingga memperoleh informasi dari masyarakat. Informasi tersebut mengarahkan tim ke lokasi tempat korban berada.
“Ditemukan dengan jarak sekitar 1,81 nautical mile arah utara dari lokasi kejadian, jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka. Dengan ditemukannya kedua korban, maka operasi SAR resmi kami nyatakan ditutup,” ujar Bustanil, Minggu (31/5).
Pernyataan itu menandai berakhirnya seluruh rangkaian operasi pencarian. Tim SAR kemudian menghentikan aktivitas pencarian karena seluruh target operasi telah tercapai.
Tim Menemukan Korban Pertama Sehari Sebelumnya
Sehari sebelum menemukan Anindita, tim SAR gabungan lebih dahulu menemukan Pietro Lionel Alesandro Seda (13). Tim menemukan Pietro pada Sabtu (30/5) pukul 08.30 WITA.
Saat itu, tim melihat Pietro mengapung sekitar satu kilometer ke arah utara dari lokasi kejadian pertama. Lokasi tersebut berada di kawasan Pantai Skip.
Petugas langsung melakukan evakuasi setelah menemukan korban. Tim kemudian membawa Pietro ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram menggunakan kendaraan Rescue D-Max milik Kantor SAR Mataram.
Penemuan Pietro memberikan petunjuk penting bagi tim pencarian. Setelah itu, tim memperluas penyisiran untuk mencari korban kedua yang masih hilang.
Dua Kejadian Terjadi Hampir Bersamaan
Anindita dan Pietro hilang setelah ombak menyeret mereka pada Jumat (29/5) sore. Kedua peristiwa itu terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan di kawasan pesisir Kota Mataram.
Laporan kehilangan langsung mendorong tim SAR gabungan menyusun langkah pencarian. Petugas membagi area pencarian dan mengerahkan berbagai sumber daya untuk mempercepat proses pencarian.
Selama operasi berlangsung, tim menghadapi tantangan berupa kondisi perairan dan luasnya wilayah penyisiran. Meski demikian, seluruh unsur tetap menjalankan pencarian secara intensif hingga menemukan kedua korban.
Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di pantai. Arus laut dan gelombang dapat berubah dalam waktu singkat, terutama di kawasan pesisir terbuka.
Banyak Unsur Terlibat dalam Operasi Pencarian
Kantor SAR Mataram memimpin operasi pencarian dengan dukungan berbagai instansi. Seluruh unsur bekerja bersama untuk memperluas jangkauan pencarian di darat maupun laut.
Sat Brimob Polda NTB mengerahkan personel untuk membantu proses pencarian. Polairud Polda NTB juga ikut melakukan pemantauan dan penyisiran di wilayah perairan.
Polsek Ampenan, Polresta Mataram, dan Koramil Ampenan turut memperkuat operasi di lapangan. Tagana juga membantu proses pencarian sejak hari pertama operasi berlangsung.
Selain unsur pemerintah dan aparat keamanan, nelayan serta warga setempat ikut membantu pencarian. Mereka memberikan informasi lapangan yang membantu tim menentukan titik-titik penyisiran.
Kolaborasi tersebut memperkuat efektivitas operasi pencarian. Berkat koordinasi yang berjalan baik, tim dapat merespons setiap informasi yang masuk dengan cepat.
Operasi SAR Berakhir Setelah Seluruh Korban Ditemukan
Tim SAR gabungan akhirnya menemukan seluruh korban yang hilang akibat terseret ombak di kawasan Pantai Ampenan. Hasil tersebut membuat seluruh target operasi pencarian tercapai.
Setelah menyelesaikan seluruh prosedur, tim resmi mengakhiri operasi SAR. Seluruh personel kembali ke satuan masing-masing setelah menjalankan tugas pencarian dan evakuasi.
Peristiwa korban terseret ombak di Pantai Ampenan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Di sisi lain, operasi ini menunjukkan pentingnya kerja sama antara petugas, nelayan, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat di wilayah pesisir.
Melalui koordinasi yang solid dan upaya pencarian yang berkelanjutan, tim akhirnya menemukan kedua korban dan menuntaskan operasi pencarian hingga selesai.(ar)









