Tanjung Jabung Timur, oegopost.id – Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia Kabupaten Tanjung Jabung Timur menyalurkan daging kurban Kadin Tanjabtim kepada 150 kepala keluarga nelayan di Kelurahan Tanjung Solok, Kecamatan Kuala Jambi, Jambi.
Kegiatan ini berlangsung pada Idul Adha 1447 Hijriah dan langsung menyentuh warga kampung pesisir.
Kadin memilih kampung nelayan Tanjung Solok karena banyak warga di wilayah ini menggantungkan hidup dari hasil laut. Aksi sosial ini juga menjadi bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan tambahan.
Kadin Turun Langsung ke Warga Nelayan
Ketua Kadin Tanjabtim, Apif Firmansyah, datang langsung ke lokasi pembagian kurban. Ia ikut menyerahkan daging kurban kepada warga dan berdialog dengan masyarakat nelayan.
Apif menegaskan bahwa Kadin tidak hanya bergerak di bidang ekonomi, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat secara langsung.
“Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat pesisir dan berbagi kebahagiaan di momen Idul Adha ini,” kata Apif.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini memperkuat hubungan antara dunia usaha dan masyarakat di daerah.
Warga Tanjung Solok Sambut Baik Bantuan
Warga Tanjung Solok menyambut baik pembagian daging kurban tersebut. Mereka datang ke lokasi dengan tertib dan menerima bantuan secara langsung dari panitia.
Lurah Tanjung Solok, Fitri Haryani, menyampaikan apresiasi kepada Kadin Tanjabtim atas perhatian yang diberikan kepada warganya.
“Terima kasih atas kepedulian Kadin. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ujar Fitri.
Ia juga berharap jumlah bantuan bisa bertambah pada tahun berikutnya, sehingga lebih banyak warga yang merasakan manfaatnya.
Kondisi Nelayan dan Harapan Ekonomi yang Lebih Baik
Warga setempat, Firdaus, ikut menyampaikan kondisi kehidupan nelayan di wilayah Kuala Jambi. Ia menjelaskan bahwa banyak nelayan masih menghadapi pendapatan yang tidak stabil karena bergantung pada hasil tangkapan harian.
Menurut Firdaus, kondisi ini membuat masyarakat nelayan membutuhkan dukungan lebih dari berbagai pihak, termasuk organisasi seperti Kadin.
“Kami berharap ada langkah nyata untuk membantu ekonomi nelayan, bukan hanya bantuan sesaat,” kata Firdaus.
Ia juga menyoroti jumlah nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang mencapai ribuan orang, sehingga butuh perhatian serius untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Aksi Sosial yang Dekat dengan Masyarakat
Program kurban ini tidak hanya membantu kebutuhan pangan warga, tetapi juga mempererat hubungan antara pelaku usaha dan masyarakat pesisir.
Kehadiran Kadin di tengah warga memberi dampak emosional tersendiri. Masyarakat merasa lebih diperhatikan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Bagi warga Tanjung Solok, kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara organisasi dan masyarakat bisa berjalan nyata, bukan sekadar formalitas.(ar)









