Tender Rekonstruksi Jalan Latsitarda Bungo Masuk Tahap Evaluasi, Ini Fakta Lengkapnya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tender rekonstruksi Jalan Latsitarda Bungo senilai Rp1,9 miliar masuk tahap evaluasi.

Tender rekonstruksi Jalan Latsitarda Bungo senilai Rp1,9 miliar masuk tahap evaluasi.

Bungo, oegopost.id – Proses rekonstruksi jalan Latsitarda di Kabupaten Bungo kini resmi masuk tahap evaluasi tender. Proyek bernilai hampir Rp1,9 miliar ini masih menunggu hasil akhir sebelum menentukan pemenang.

Paket pekerjaan ini berada di bawah Dinas PUPR Kabupaten Bungo dan menggunakan dana APBD 2026. Lokasinya penting karena menghubungkan akses menuju kawasan Mako Brimob dan Sekolah Rakyat.

Meski sudah ada penawaran masuk, statusnya masih belum final. Semua peserta wajib melewati evaluasi administrasi, teknis, hingga harga.

Nilai Proyek dan Mekanisme Tender

Nilai pagu proyek tercatat sebesar Rp1.920.000.000 dengan HPS Rp1.919.711.000. Sistem yang digunakan adalah tender pascakualifikasi satu file dengan metode harga terendah sistem gugur.

Artinya, pemenang tidak hanya ditentukan dari harga paling rendah, tapi juga dari kelengkapan syarat administrasi dan kemampuan teknis.

Seorang pejabat pengadaan menjelaskan, “Harga rendah tidak cukup. Semua peserta harus lolos evaluasi menyeluruh sesuai aturan.”

Dari total 13 peserta yang mendaftar, hanya dua yang benar-benar memasukkan penawaran harga.

Dua Penawar dan Persaingan Ketat

Dua perusahaan yang masuk dalam persaingan utama adalah BASTON PILLAR BARAKARSA dan KURNIA DUA PROJECT.

Baca Juga :  WTP 14 Kali Bukan Jaminan, BPK Temukan Masalah Rp9,8 Miliar di APBD Jambi

BASTON PILLAR BARAKARSA mengajukan penawaran Rp1.891.000.417,78, atau sekitar 98,5 persen dari HPS. Sementara KURNIA DUA PROJECT berada di angka Rp1.915.961.375,94, hanya selisih tipis dari HPS.

Selisih harga yang kecil ini menunjukkan persaingan yang cukup ketat dalam proyek ini. Namun, harga bukan satu-satunya penentu.

Proses evaluasi masih akan menilai dokumen administrasi, legalitas usaha, pengalaman kerja, hingga kemampuan teknis masing-masing peserta.

Lingkup Pekerjaan: Lebih dari Sekadar Aspal

Proyek ini tidak hanya soal pengaspalan jalan. Ruang lingkupnya cukup kompleks dan mencakup beberapa tahap pekerjaan konstruksi.

Tahap awal meliputi mobilisasi, manajemen lalu lintas, dan penerapan standar keselamatan kerja (K3). Tahap ini penting untuk memastikan pekerjaan berjalan aman di lapangan.

Selanjutnya, ada pekerjaan drainase seperti galian saluran, pasangan batu dengan mortar, dan pemasangan gorong-gorong beton bertulang diameter 80 cm. Sistem drainase ini menjadi kunci agar jalan tidak cepat rusak akibat genangan air.

Bagian berikutnya adalah pekerjaan tanah dan penyiapan badan jalan. Termasuk di dalamnya galian struktur serta penguatan tanah dengan material geosintetik.

Baca Juga :  Wali Kota Jambi Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Hardiknas

Struktur Jalan dan Lapisan Aspal

Pada tahap perkerasan, proyek ini menggunakan Lapis Pondasi Agregat Kelas A sebagai fondasi utama. Lapisan ini berfungsi menjaga kekuatan struktur jalan dalam jangka panjang.

Kemudian dilanjutkan dengan lapisan aspal seperti Lapis Resap Pengikat dan AC-BC sebagai lapisan antara.

Menariknya, dalam dokumen ringkasan, lapisan AC-WC atau lapisan aus tidak terlihat secara eksplisit. Hal ini masih perlu dikonfirmasi dalam dokumen teknis lanjutan.

Tahap akhir proyek mencakup pemasangan marka jalan termoplastik untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas.

Status Masih Evaluasi

Meski sudah ada penawaran terendah, proses tender belum menentukan pemenang. Semua peserta masih harus melewati sistem evaluasi gugur yang ketat.

Dengan nilai proyek hampir Rp2 miliar, kualitas pekerjaan menjadi perhatian utama. Apalagi jalan ini menjadi akses penting menuju kawasan Mako Brimob dan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bungo.

Seperti yang sering ditekankan dalam proyek infrastruktur, harga murah bukan jaminan hasil terbaik. Yang paling penting adalah kualitas, ketepatan spesifikasi, dan ketahanan jalan dalam jangka panjang.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan Mahasiswa Baru UNJA: Duka Mendalam Civitas Akademika Universitas Jambi
UIN STS Jambi dan PT Taspen Perkuat Sinergi Layanan Bagi ASN Kampus
Banggar DPRD Jambi Sepakati Pembentukan Pansus Pengelolaan Aset Daerah
Gubernur Jambi Terima WALUBI, Perkuat Kerukunan Umat Beragama
Pelantikan Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi: UBR Dorong Sinergi Strategis Layanan Kesehatan
Kanwil Kemenkum Jambi Tingkatkan Kepastian Hukum Lewat Layanan Fidusia Elektronik
Wali Kota Sungai Penuh Perjuangkan Status Batas Kawasan Hutan Bukit Khayangan
Warung Berkah GJB Sungai Penuh Sediakan Makan Gratis Setiap Hari Jumat
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:54 WIB

Kecelakaan Mahasiswa Baru UNJA: Duka Mendalam Civitas Akademika Universitas Jambi

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:30 WIB

UIN STS Jambi dan PT Taspen Perkuat Sinergi Layanan Bagi ASN Kampus

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:00 WIB

Banggar DPRD Jambi Sepakati Pembentukan Pansus Pengelolaan Aset Daerah

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:00 WIB

Gubernur Jambi Terima WALUBI, Perkuat Kerukunan Umat Beragama

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:00 WIB

Pelantikan Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi: UBR Dorong Sinergi Strategis Layanan Kesehatan

Berita Terbaru