Jakarta, oegopost.id – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI), Moreno Soeprapto, menilai Toyota GR Car Meet 2026 berperan besar dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif.
Ia menegaskan bahwa komunitas otomotif tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga penggerak ekonomi.
Selain itu, kegiatan ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
UMKM Dapat Peluang dari Kegiatan Komunitas
Moreno menjelaskan bahwa UMKM otomotif mendapatkan ruang yang lebih luas melalui event seperti ini.
Para modifikator, pemasok komponen, dan pelaku industri aftermarket dapat memperkenalkan produk mereka secara langsung.
Dengan demikian, mereka dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. Selain itu, interaksi antar pelaku industri juga semakin kuat.
Toyota GR Car Meet 2026 berlangsung di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Acara ini menampilkan lebih dari 400 mobil Toyota dengan berbagai konsep modifikasi.
Misalnya, mobil bergaya balap, stance, off-road, campervan, hingga Japanese Domestic Market (JDM). Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan komunitas, kurator otomotif, serta pelaku industri hiburan.
Dukungan terhadap Dunia Balap Indonesia
Dalam kesempatan tersebut, Moreno juga mengapresiasi Toyota Gazoo Racing Indonesia. Ia menilai tim ini konsisten mengikuti ajang balap nasional dan internasional.
Oleh karena itu, Toyota Gazoo Racing Indonesia ikut membantu meningkatkan reputasi otomotif Indonesia di tingkat global.
Di sisi lain, kehadiran mereka juga memberi inspirasi bagi komunitas otomotif.
Moreno menilai kegiatan komunitas seperti ini memperkuat ekosistem otomotif nasional.
Selain itu, kolaborasi antara komunitas, produsen, dan UMKM menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.
Dengan begitu, industri modifikasi dan aftermarket dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Harapan untuk Keberlanjutan Event
Moreno berharap Toyota GR Car Meet dapat terus berlangsung di masa depan. Ia juga menilai event ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan komunitas dan pelaku industri.
Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus didukung agar ekosistem otomotif Indonesia semakin maju dan kompetitif.(ar)









