Jakarta, oegopost.id – Cara membersihkan toilet dengan es batu kembali ramai di media sosial pada Mei 2026. Warganet membagikan cara sederhana ini sebagai alternatif pembersihan kloset yang murah dan mudah dilakukan di rumah.
Banyak pengguna internet mengklaim es batu mampu membantu mengangkat noda membandel dan membuat toilet terlihat lebih bersih tanpa proses yang rumit.
Fenomena ini muncul setelah berbagai konten viral memperlihatkan orang menuangkan es batu langsung ke dalam kloset sebelum membersihkannya.
Cara tersebut menarik perhatian publik karena terlihat unik, sederhana, dan mudah praktiknya.
Cara Kerja Es Batu dalam Membersihkan Kloset
Es batu bekerja dengan dua cara utama. Pertama, saat tidak menggunakan bahan kimia tambahan, es batu bergerak di dalam kloset dan bergesekan dengan permukaan porselen.
Gerakan ini membantu mengikis kerak ringan, noda mineral, dan kotoran tipis yang menempel pada dinding toilet.
Kedua, saat pengguna menambahkan cairan pembersih, es batu memperlambat aliran cairan ke saluran pembuangan.
Kondisi ini membuat bahan aktif dalam cairan pembersih bertahan lebih lama di permukaan kloset sehingga proses pembersihan menjadi lebih maksimal.
Saat es mencair, air dingin juga menyebar dan membantu membilas permukaan toilet secara lebih merata.
Banyak orang yang mencoba metode ini menilai cara tersebut praktis dan hemat biaya karena hanya memanfaatkan es dari freezer.
Mereka juga merasa metode ini membantu menjaga kebersihan rutin toilet agar noda ringan tidak menumpuk.
Sebagian pengguna menambahkan bahan alami seperti cuka putih atau baking soda untuk membantu mengurangi bau tidak sedap dan mengangkat kotoran ringan secara lebih efektif.
Risiko dan Keterbatasan Metode Ini
Meski terlihat sederhana, metode ini tetap memiliki risiko jika pengguna tidak berhati-hati.
Beberapa cairan pembersih mengandung bahan kimia yang bisa bereaksi berbahaya jika tercampur dengan pemutih. Reaksi ini dapat menghasilkan gas klorin yang berbahaya jika terhirup.
Selain itu, es batu tidak mampu menghilangkan kerak tebal yang sudah lama menempel. Metode ini juga tidak menggantikan proses disinfeksi menyeluruh untuk membersihkan toilet secara higienis.
Karena itu, pengguna sebaiknya memakai metode ini hanya untuk perawatan rutin, bukan untuk pembersihan mendalam.(ar)









