Jambi, oegopost.id – Pemerintah mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Jambi turun menjadi 3,99 persen pada Februari 2026, lebih rendah dibandingkan 4,48 persen pada tahun sebelumnya.
Penurunan ini menandakan adanya perbaikan kondisi ketenagakerjaan di daerah tersebut. Data ketenagakerjaan menunjukkan penurunan terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan.
TPT laki-laki turun menjadi 4,24 persen dari sebelumnya 4,98 persen pada 2025. Sementara itu, TPT perempuan juga ikut menurun menjadi 3,50 persen dari 3,58 persen.
Penurunan ini menunjukkan bahwa kesempatan kerja semakin terbuka bagi kedua kelompok, meskipun tingkat pengangguran laki-laki masih lebih tinggi dibanding perempuan.
Perbedaan Kondisi Kota dan Desa
Perubahan kondisi ketenagakerjaan tidak merata di semua wilayah. Di kawasan perkotaan, TPT turun cukup signifikan menjadi 3,59 persen pada 2026, setelah sebelumnya mencapai 5,80 persen pada 2025.
Hal ini menunjukkan peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor formal dan jasa.
Namun, situasi berbeda terjadi di wilayah perdesaan. TPT di desa justru naik menjadi 4,25 persen pada 2026, dari sebelumnya 3,67 persen.
Meskipun mengalami kenaikan, angka tersebut masih tergolong moderat jika dibandingkan fluktuasi di perkotaan pada tahun sebelumnya.
Tanggapan Aktivis Sosial
Aktivis sosial Kabupaten Kabupaten Bungo, Zakaria, menilai penurunan pengangguran ini sebagai sinyal positif bagi pemulihan ekonomi daerah.
Ia menyebut kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pemerintah tidak boleh berhenti pada capaian ini saja.
Menurutnya, pemerintah perlu memperluas kesempatan kerja di pedesaan, terutama bagi generasi muda yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan tetap.
Zakaria juga mendorong penguatan sektor UMKM, pengembangan pertanian produktif, serta pelatihan keterampilan kerja agar masyarakat desa bisa ikut merasakan dampak pertumbuhan ekonomi secara merata.(ar)









