Merangin, oegopost.id – Kondisi longsor Tanjakan Siau Merangin Jambi mengganggu akses utama penghubung wilayah Muara Siau menuju Jangkat di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Peristiwa tanah longsor di kawasan Tanjakan Siau, Dusun Ladang Panjang, Desa Muara Siau itu menutup sebagian badan jalan lintas sehingga arus kendaraan harus diberlakukan sistem buka tutup.
Hujan Deras Picu Longsor
Kapolsek Muara Siau, Agung Heru menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi memicu longsor di kawasan Tanjakan Siau.
Kondisi tanah yang labil juga memperbesar risiko pergerakan tanah di sekitar tebing jalan.
“Longsor terjadi di Jalan Lintas Muara Siau-Jangkat tepatnya di Tanjakan Siau, Dusun Ladang Panjang, Desa Muara Siau.
Curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang labil memicu longsor di lokasi tersebut,” kata Agung Heru.
Polisi segera memasang garis pengaman di beberapa titik rawan untuk mengingatkan warga agar lebih berhati-hati.
Petugas juga terus memantau kondisi tebing karena hujan masih berpotensi turun di wilayah Merangin.
Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, warga tetap harus meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur perbukitan yang rawan longsor.
Polisi dan PUPR Kerahkan Penanganan Darurat
Setelah menerima laporan warga, personel kepolisian langsung mendatangi lokasi longsor.
Polisi kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Merangin serta PUPR Provinsi Jambi untuk mempercepat penanganan.
Pemerintah daerah mengirim alat berat menuju lokasi longsor. Petugas nantinya membersihkan material tanah dan batu yang menutup jalan agar arus kendaraan kembali lancar.
Selain membersihkan longsoran, petugas juga berencana mengikis sebagian tebing di sekitar Tanjakan Siau.
Langkah itu bertujuan memperlebar badan jalan dan mengurangi risiko longsor susulan.
Jalur Penting Bagi Aktivitas Warga
Jalan Muara Siau-Jangkat memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat di Kabupaten Merangin.
Warga memanfaatkan jalur tersebut untuk mengangkut hasil pertanian, menjalankan aktivitas ekonomi, dan mengakses pusat pemerintahan di Bangko.
Karena itu, masyarakat berharap proses penanganan berjalan cepat agar aktivitas kembali normal.
Warga juga meminta pengendara lebih berhati-hati saat melintas di kawasan rawan longsor, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.(ar)









