Jambi, oegopost.id – Banjir Kota Jambi 2026 terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari hingga pagi hari. Curah hujan yang terus berlangsung membuat saluran drainase tidak mampu menampung air, sehingga air meluap ke permukiman warga.
BPBD Kota Jambi mencatat banjir melanda empat kecamatan, sembilan kelurahan, dan 47 RT di wilayah tersebut.
“Kami mencatat empat kecamatan, sembilan kelurahan, dan 47 RT terdampak hujan dengan intensitas tinggi pagi ini,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi.
Air Menggenangi Jalan dan Permukiman Padat Penduduk
Genangan air merendam sejumlah kawasan permukiman, termasuk perumahan subsidi dan wilayah padat penduduk. Air juga menggenangi beberapa ruas jalan sehingga mengganggu mobilitas warga.
Warga di lokasi terdampak berupaya menyelamatkan barang-barang berharga agar tidak rusak akibat air yang masuk ke rumah. Ketinggian air bervariasi, mulai dari belasan sentimeter hingga setinggi lutut orang dewasa di titik terendah.
Aktivitas Warga Terganggu, Kendaraan Banyak yang Mogok
Genangan air membuat aktivitas masyarakat terhambat. Banyak pengendara kesulitan melintasi jalan yang tergenang, bahkan beberapa kendaraan roda dua mengalami mogok saat melintas.
Banjir terjadi di Kecamatan Kota Baru, Jelutung, Telanaipura, dan Alam Barajo yang menjadi wilayah terdampak utama.
Sekolah dan Fasilitas Umum Ikut Terendam
Air juga masuk ke area fasilitas pendidikan. Tiga sekolah dasar negeri, yakni SDN 98, SDN 104, dan SDN 222, ikut terdampak genangan.
Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan berat dalam peristiwa ini. Sebagian besar dampak berupa genangan air yang masuk ke rumah warga dan menutup akses jalan.
BPBD Lakukan Penanganan dan Pendataan di Lapangan
BPBD Kota Jambi bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan langsung turun ke lokasi untuk memantau kondisi serta memberikan imbauan kepada warga.
Petugas juga mendata wilayah terdampak dan memastikan kondisi masyarakat tetap aman. Saat ini, air mulai surut seiring hujan yang berhenti.
“Kondisi banjir mulai menurun, dan warga mulai membersihkan rumah dari lumpur serta sisa genangan,” ujar Doni.
Warga Keluhkan Drainase yang Tidak Optimal
Warga menilai hujan yang berlangsung lama membuat saluran air tidak mampu menampung debit air. Mereka juga menyebut penyumbatan drainase mempercepat meluapnya air ke permukiman.
“Air naik sangat cepat setelah hujan beberapa jam. Rumah sudah kebanjiran sejak subuh,” kata Susi, warga Alam Barajo.
Ia berharap pemerintah segera memperbaiki sistem drainase agar banjir tidak terus berulang saat musim hujan.(ar)









