Jambi, oegopost.id – Bank Jambi mempercepat pemulihan layanan setelah insiden peretasan yang sempat mengganggu ATM dan mobile banking. Manajemen bank langsung mengambil langkah strategis untuk memperbarui sistem inti perbankan sekaligus meningkatkan keamanan transaksi nasabah.
Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, menegaskan bahwa pihaknya mengarahkan seluruh upaya pada pemulihan layanan dan penguatan sistem agar kejadian serupa tidak terulang.
Bank Jambi Mengaktifkan Kembali ATM di Kantor Pemerintah
Bank Jambi memperpanjang jam layanan kantor dari pukul 16.00 WIB menjadi pukul 20.00 WIB. mengaktifkan sembilan unit ATM yang berada di kantor pemerintah kabupaten dan kota. Sebelumnya, bank telah menyiapkan unit tersebut, namun belum mengoperasikannya karena proses perizinan belum selesai.
Setelah memperoleh persetujuan dari otoritas terkait, Bank Jambi langsung mengoperasikan kembali seluruh ATM tersebut untuk mempermudah akses layanan perbankan masyarakat.
Bank Jambi Mengoperasikan Mesin CRM untuk Transaksi Lebih Praktis
Bank Jambi juga mengoperasikan mesin Cash Recycle Machine (CRM) untuk mendukung transaksi nasabah. Mesin ini memungkinkan nasabah menyetor dan menarik uang tunai melalui satu perangkat yang sama.
Dengan layanan ini, Bank Jambi meningkatkan efisiensi dan kenyamanan transaksi di berbagai lokasi layanan. Bank Jambi memperpanjang jam layanan kantor dari pukul 16.00 WIB menjadi pukul 20.00 WIB. Manajemen menerapkan kebijakan ini sejak Senin (20/4) untuk memberikan waktu layanan yang lebih luas kepada nasabah.
Bank Jambi Melakukan Migrasi Core Banking System
Bank Jambi menjalankan proses migrasi sistem inti perbankan dari versi 12 ke versi 24. Tim teknis melakukan peningkatan ini untuk menyesuaikan standar regulator sekaligus memperkuat sistem keamanan digital.
Bank Jambi menargetkan proses migrasi selesai pada Juli atau Agustus setelah sebelumnya sempat mengalami penundaan akibat insiden peretasan. Sementara itu, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan pihak kepolisian masih menunggu hasil investigasi forensik untuk mengungkap penyebab pasti gangguan tersebut.***









