Jakarta, oegopost.id – Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA) menyatakan dukungan penuh terhadap program swasembada pangan nasional dengan mendorong peningkatan produksi berbasis inovasi dan teknologi. KTNA menegaskan bahwa para petani tetap menjaga produktivitas meski menghadapi tantangan perubahan iklim seperti El Nino.
Ketua KTNA, Mohammad Yadi Sofyan Noor, mengatakan para petani terus bekerja keras untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian produksi pangan nasional. Ia menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif yang konsisten di lapangan.
Menurutnya, petani di berbagai daerah tetap berupaya menjaga produksi, bahkan sebagian dari mereka secara mandiri membangun infrastruktur air dengan biaya besar agar lahan tetap produktif selama musim kering.
Sinergi KTNA dan Pemerintah Perkuat Pertanian
KTNA juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Pertanian, terutama dalam pemenuhan alat dan mesin pertanian (alsintan). Organisasi ini aktif menyampaikan kondisi lapangan, termasuk kebutuhan petani di wilayah terdampak kekeringan seperti Jombang dan sekitarnya.
Yadi menyebut pemerintah merespons cepat berbagai laporan tersebut sehingga petani semakin optimistis bahwa target swasembada pangan dapat tercapai dan terjaga.
Wakil Sekretaris Jenderal KTNA, Zulharman Djusman, menambahkan bahwa petani telah menyiapkan pengembangan lahan baru secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa penguatan produksi menjadi fokus utama untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
KTNA juga terus mengembangkan benih unggul untuk meningkatkan hasil panen di berbagai daerah di Indonesia.
Produksi Beras dan Cadangan Nasional Meningkat
KTNA mencatat kondisi pangan nasional semakin kuat. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) telah mencapai sekitar 4,9 juta ton dan terus bergerak mendekati 5 juta ton. Sementara itu, data produksi beras nasional menunjukkan kenaikan signifikan pada tahun 2025, yakni mencapai 34,69 juta ton atau meningkat lebih dari 13 persen dibanding tahun sebelumnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak, terutama petani sebagai pelaku utama produksi pangan.
PENAS 2026 Dorong Modernisasi Pertanian
KTNA bersama Kementerian Pertanian menyiapkan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan yang akan berlangsung di Gorontalo pada 20–26 Juni 2026. Ajang ini menjadi sarana untuk mempercepat penerapan teknologi pertanian di tingkat petani.
Mentan Amran menekankan bahwa PENAS harus memberikan dampak nyata bagi petani, bukan sekadar pertemuan rutin. Ia mendorong petani untuk memanfaatkan kegiatan ini sebagai ruang belajar teknologi modern.
Dalam kegiatan tersebut, panitia akan menampilkan berbagai inovasi pertanian, seperti penggunaan drone, mesin tanam dan panen, serta sistem pertanian modern.
KTNA juga siap terlibat langsung dalam demonstrasi teknologi di lapangan yang sudah memasuki tahap pertumbuhan tanaman, sebagai bukti penerapan inovasi pertanian secara nyata.
Dengan kolaborasi antara KTNA, pemerintah, dan petani di seluruh Indonesia, upaya mempertahankan swasembada pangan nasional dinilai semakin kuat meskipun menghadapi tantangan global yang terus berkembang.***









