Pompanisasi Lahan Kering Rp5 Triliun, Petani Bisa Panen 3 Kali

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk program pompanisasi. ( Poto : Kemnterian Pertanian )

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk program pompanisasi. ( Poto : Kemnterian Pertanian )

Jakarta, oegopost.id – Pemerintah terus memperkuat sektor pertanian nasional melalui program pompanisasi lahan kering. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk meningkatkan produktivitas lahan yang selama ini bergantung pada curah hujan. Program ini menargetkan lahan kering agar mampu meningkatkan frekuensi tanam dan panen petani secara signifikan.

Program Pompanisasi Lahan Kering Dorong Intensitas Tanam

Kementerian Pertanian mengembangkan sistem irigasi berbasis pompa untuk mengatasi keterbatasan air di lahan kering. Melalui program ini, petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada curah hujan. Pemerintah memasang pompa air di sejumlah titik strategis agar petani bisa mengalirkan air ke lahan mereka sepanjang tahun.

Langkah ini memungkinkan petani meningkatkan intensitas tanam. Jika sebelumnya petani hanya mampu panen satu kali dalam setahun, kini mereka berpotensi melakukan dua hingga tiga kali panen. Dengan demikian, produktivitas lahan meningkat tanpa perlu membuka lahan baru.

Baca Juga :  SAH: Kebijakan Pertanian Presiden Prabowo Buka Babak Baru Kesejahteraan Petani

Tingkatkan Produksi Pangan Nasional

Pemerintah menargetkan program ini menjangkau hingga satu juta hektare lahan kering. Dengan cakupan tersebut, Kementerian Pertanian memperkirakan tambahan produksi bisa mencapai jutaan ton gabah per tahun.

Peningkatan produksi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain itu, pemerintah juga ingin menjaga stabilitas pasokan beras di tengah tantangan perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk.

Contoh Implementasi di Daerah

Sejumlah daerah mulai merasakan manfaat program pompanisasi. Di beberapa wilayah, pompa air berkapasitas besar mampu mengairi puluhan hektare lahan sekaligus. Petani yang sebelumnya kesulitan air kini bisa mengelola lahan mereka secara optimal.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa teknologi sederhana seperti pompa air dapat memberikan dampak besar jika diterapkan secara tepat. Pemerintah pun berencana memperluas program ini ke lebih banyak wilayah potensial.

Baca Juga :  Optimalisasi Lahan Rawa Debai Perkuat Ketahanan Pangan Kota Sungai Penuh

Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan

Pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memastikan efisiensi penggunaan sumber daya. Program pompanisasi dirancang agar petani dapat memanfaatkan air secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah terus mendorong pendampingan kepada petani agar mereka mampu mengoperasikan dan merawat fasilitas yang tersedia. Dengan pendekatan ini, program diharapkan berjalan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan

Melalui program ini, pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sektor pertanian. Optimalisasi lahan kering menjadi salah satu strategi utama untuk menghadapi tantangan pangan di masa depan.

Dengan dukungan anggaran besar dan implementasi yang tepat, pemerintah optimistis sektor pertanian akan semakin produktif dan mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional secara mandiri.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Sungai Penuh Raih Pemimpin Daerah Award 2026 Kategori Inovasi Daerah
KPU RI Tegaskan Pelaksanaan PAW Anggota DPRD Wajib Berpedoman pada UU Pemda
Gubernur NTB dan NTT Tinjau Bantuan Gempa Manggarai Timur di Posko Pengungsian
Kebakaran Desa Adat Sade Lombok: Gubernur NTB Tinjau Langsung Penanganan Darurat
Nuzran Joher Resmi Jadi Ketua Ombudsman RI Masa Jabatan 2026–2031
Achmad Fachri Mubarok, Siswa SMKN 1 Jambi Jadi Komandan Kelompok 8 Paskibraka Nasional 2026
Evakuasi Korban Terjebak Gempa NTT Terus Berjalan
Akses Jalan NTT Tertutup Longsor, BNPB Kerahkan Helikopter dan Starlink
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:18 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Pemimpin Daerah Award 2026 Kategori Inovasi Daerah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:57 WIB

KPU RI Tegaskan Pelaksanaan PAW Anggota DPRD Wajib Berpedoman pada UU Pemda

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:20 WIB

Gubernur NTB dan NTT Tinjau Bantuan Gempa Manggarai Timur di Posko Pengungsian

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:09 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade Lombok: Gubernur NTB Tinjau Langsung Penanganan Darurat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Nuzran Joher Resmi Jadi Ketua Ombudsman RI Masa Jabatan 2026–2031

Berita Terbaru