Jakarta, Oegopost.id – PT Pegadaian mempertahankan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Senin (26/10/2026). Nilai jual logam mulia tersebut tidak bergeser dari posisi penutupan akhir pekan lalu.
Emas batangan cetakan 1 gram saat ini bertahan pada level Rp 2.579.000. Kondisi serupa terjadi pada harga pembelian kembali (buyback) untuk ukuran yang sama, yakni Rp 2.301.000.
Masyarakat yang ingin bertransaksi perlu mencermati selisih antara nilai jual dan nilai buyback. Margin tersebut menentukan keuntungan bersih sebelum investor melepas kembali koleksi emas fisik ke pasar.
Daftar Lengkap Harga Jual dan Buyback Logam Mulia
Pegadaian menyediakan berbagai pecahan emas batangan mulai dari ukuran kecil hingga ratusan gram. Untuk pecahan terkecil 0,5 gram, gerai mematok harga jual Rp 1.340.000 dengan nilai buyback Rp 1.150.000.
Kepingan 2 gram berada pada angka Rp 5.096.000 dengan nilai tebus kembali sebesar Rp 4.603.000. Pecahan 3 gram menempati posisi Rp 7.618.000, sedangkan gerai menetapkan harga buyback kepingan ini senilai Rp 6.904.000.
Investor yang mengincar kepingan 5 gram wajib menyiapkan dana Rp 12.663.000. Pegadaian siap membeli kembali kepingan tersebut seharga Rp 11.507.000.
Adapun kepingan 10 gram hari ini bernilai Rp 25.269.000 dengan harga buyback Rp 23.015.000. Untuk ukuran 25 gram, Pegadaian menjualnya pada angka Rp 63.044.000 dan menerima pembelian kembali Rp 57.256.000.
Pecahan besar 50 gram kini menyentuh harga Rp 126.008.000 dengan patokan buyback Rp 114.512.000. Sementara itu, kepingan 100 gram memiliki banderol jual Rp 251.936.000 dan nilai buyback Rp 229.024.000.
Manajemen Pegadaian belum merilis daftar harga untuk kepingan jumbo ukuran 250 gram hingga 1.000 gram pada awal pekan ini. Nilai transaksi harian di gerai Galeri 24 tetap dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar.
Sentimen Global Menahan Penguatan Emas Dunia
Pergerakan stagnan di pasar domestik mencerminkan kondisi bursa komoditas internasional yang bergerak lambat. Emas spot global masih bertahan di bawah batas psikologis 4.000 dollar AS per troy ounce.
Data perdagangan mencatat harga emas dunia bergerak tipis ke posisi 3.995,40 dollar AS per troy ounce pada sesi pagi. Kenaikan mini sebesar 0,04 persen ini menempatkan emas dekat level terendah dalam kurun tiga bulan terakhir.
Pelaku pasar global menahan transaksi besar seraya mengamati eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ancaman serangan militer antara Amerika Serikat, Iran, dan sekutu regionalnya memicu kekhawatiran baru terhadap kestabilan pasokan energi dunia.
Lonjakan harga minyak mentah berpotensi mengerek kembali laju inflasi global dalam waktu dekat. Situasi ini mendorong ekspektasi pasar bahwa bank sentral dunia akan mempertahankan suku bunga acuan pada level tinggi.
Aset emas batangan tidak menghasilkan bunga berkala bagi pemiliknya. Sikap tegas bank sentral membuat instrumen perbankan dan obligasi tampak lebih memikat bagi sebagian besar pemilik modal.
Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) bersama bank sentral Eropa dan Jepang bersiap mengumumkan kebijakan moneter terbaru pada pekan ini. Investor memilih bersikap defensif sembari menunggu kepastian arah suku bunga acuan internasional.(ar)









