Jakarta, oegopost.id – Pencinta otomotif di seluruh tanah air masih menyimpan kerinduan mendalam terhadap keberadaan legenda motor Yamaha RX King Indonesia. Kendaraan roda dua bertubuh ringan tersebut resmi mengakhiri masa bakti produksinya sejak Februari 2009 silam.
Persaingan ketat standar lingkungan membuat lini produksi motor bermesin dua langkah ini terpaksa harus disuntik mati. Langkah penghentian produksi serupa juga menimpa motor rival sekelasnya, yakni Ninja 150RR, yang sempat berupaya keras menekan kadar emisi gas buang.
Perubahan Regulasi Ketat Menjadi Penghambat Utama Produksi
Meskipun aktivitas manufaktur pabrikan sudah lama terhenti, basis penggemar setia unit roda dua ini justru tidak pernah surut. Tingginya permintaan masyarakat serta kelangkaan unit di pasaran memicu harga jual bekas kendaraan melambung sangat tinggi.
Manajemen PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) akhirnya menyampaikan tanggapan resmi mengenai maraknya fenomena permintaan konsumen tersebut. General Manager Marketing YIMM, Eddy Ang, menegaskan bahwa perubahan regulasi emisi gas buang menjadi alasan mendasar pabrikan tidak memproduksi ulang motor lawasnya.
Sebagian Besar Lini Motor Lawas Menggunakan Mesin DUA TAK
Eddy menjelaskan bahwa hampir seluruh portofolio produk legendaris milik Yamaha pada masa lalu mengandalkan dapur pacu jenis dua langkah. Kandungan karbon berlebih yang dihasilkan mesin jenis ini dinilai tidak memenuhi ambang batas acuan standar emisi kendaraan modern.
Pabrikan menghadapi kendala teknis yang teramat berat apabila memaksa merakit kembali unit motor berkarakteristik kencang tersebut. Oleh karena itu, YIMM memilih mematuhi aturan pemerintah demi mendukung penciptaan iklim lingkungan hidup yang bersih dan ramah lingkungan.
Animo besar dari para kolektor pada saat ini menjadikan unit kendaraan legendaris ini sebagai aset berharga bernilai investasi tinggi. Masyarakat harus menerima kenyataan bahwa unit baru motor ini tidak mungkin hadir kembali di lini perakitan resmi pabrikan.(ar)









