Jambi, oegopost.id – Rombongan umroh LAM Jambi tiba di Kota Makkah setelah menempuh perjalanan panjang dari Indonesia dan mengambil miqat di Jeddah. Jamaah bersama travel Nailah Hairat tersebut langsung melangkah menuju Masjidil Haram untuk menunaikan rangkaian ibadah umroh utama.
Dengan pakaian ihram yang masih melekat, para jamaah terus melantunkan gema talbiyah sepanjang jalan menuju bangunan Ka’bah. Perjalanan fisik yang melelahkan seketika berubah menjadi pengalaman batin yang begitu menyentuh saat mata mereka menatap Baitullah.
Sesampainya di dalam area Masjidil Haram, para jamaah langsung bersiap mengelilingi Ka’bah untuk menjalankan prosesi tawaf. Setelah menyelesaikan tawaf, rombongan melanjutkan rangkaian ibadah dengan berjalan dan berlari-lari kecil dalam prosesi sai antara Bukit Safa dan Marwah.
Rangkaian ibadah umroh pertama tersebut resmi berakhir setelah seluruh jamaah melakukan prosesi potong rambut atau tahalul. Jamaah berhasil menyelesaikan seluruh tahapan ibadah dengan lancar tepat saat waktu subuh memasuki Kota Makkah.
Meskipun rasa lelah menumpuk setelah perjalanan jauh, suasana khusyuk di sekitar Ka’bah membuat seluruh anggota rombongan tetap bertahan. Di hadapan Baitullah, para jamaah memanfaatkan momen berharga ini untuk memanjatkan doa-doa terbaik mereka secara personal.
Isak tangis haru mengiringi setiap bait doa yang terucap dari bibir para jamaah di tengah keheningan malam. Mereka menyelipkan harapan untuk keselamatan keluarga, kesehatan orang tua, kebaikan anak-anak, hingga kemakmuran daerah asal mereka di Jambi.
Rombongan LAM Jambi Bersyukur Selesaikan Umroh Pertama
Ketua rombongan umroh, Syahrasaddin, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran seluruh prosesi ibadah jamaah. Ia menilai kesempatan beribadah bersama di Tanah Suci merupakan sebuah nikmat agung yang patut disyukuri oleh semua jamaah.
Syahrasaddin mengingatkan seluruh jamaah untuk selalu menjaga kondisi fisik serta memohon doa agar senantiasa mendapatkan kekuatan. Ia menekankan pentingnya sikap saling peduli dan membantu antar sesama jamaah selama berada jauh dari kampung halaman.
Kebersamaan antar jamaah terpancar jelas sepanjang pelaksanaan rangkaian ibadah di kawasan Masjidil Haram. Anggota rombongan yang lebih muda tampak sigap mendampingi dan membantu para jamaah lanjut usia yang membutuhkan bantuan.
Beberapa jamaah juga saling menunggui ketika rombongan terpisah di tengah lautan manusia yang memadati area tawaf. Semangat persaudaraan tersebut meluluhkan perbedaan latar belakang dan jabatan di antara para jamaah selama menjalankan ibadah bersama.
Jamaah Memaknai Perjalanan Spiritual dan Fokus Berdoa
Sementara itu, Profesor Bari Azed memaknai perjalanan spiritual ini sebagai momentum penting untuk melakukan introspeksi diri secara menyeluruh. Ia berharap seluruh jamaah bisa membawa pulang kedamaian hati serta rasa kepedulian yang lebih besar terhadap sesama.
Rasa syukur mendalam juga terpancar dari raut wajah Arvani, salah satu jamaah yang ikut dalam rombongan tersebut. Arvani mendedikasikan kedatangannya di Makkah untuk mendoakan kesehatan serta kebaikan bagi seluruh anggota keluarga tercinta di rumah.
Usai menyelesaikan ibadah umroh pertama hingga subuh, rombongan bergerak menuju tempat penginapan mereka di Hotel Al Safwah Makkah. Jamaah memanfaatkan waktu istirahat di hotel tersebut untuk memulihkan stamina sebelum melanjutkan agenda ibadah mandiri berikutnya.
Pihak penyelenggara terus memantau kondisi kesehatan para jamaah agar mereka dapat menjalankan sisa agenda ibadah dengan prima. Berakhirnya ibadah umroh pertama ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian aktivitas ibadah harian para jamaah selama berada di Kota Suci.(ar)









