Jambi, oegopost.id — Universitas Jambi membuka babak baru dalam pengembangan pendidikan keinsinyuran di Provinsi Jambi. Senat Universitas Jambi resmi menyetujui pembentukan Prodi S1 Teknik Mesin pada Fakultas Sains dan Teknologi.
Keputusan strategis ini lahir dalam Rapat Senat UNJA di Gedung Unifac, Kampus Mendalo. Ketua Senat UNJA memimpin langsung pembahasan agenda penting tersebut bersama seluruh jajaran anggota senat.
Tiga Keputusan Penting Rapat Senat Universitas Jambi
Ketua Senat UNJA, Prof. Dr. H. Syamsurijal Tan, S.E., M.A., menegaskan bahwa persetujuan prodi baru menjadi bagian dari agenda utama sidang. Senat universitas meluluskan tiga keputusan besar untuk memperkuat kualitas akademik institusi.
“Ada tiga agenda, yang pertama membahas mengenai kenaikan jabatan dosen ke jenjang Lektor, ada 111 orang dosen yang telah kita sahkan,” ujar Prof. Syamsurijal Tan.
Senat universitas kemudian mematangkan langkah pengembangan program studi keteknikan melalui pengesahan prodi baru. Keputusan ini berlanjut dengan pembahasan aturan tata kelola pengajar praktisi dari sektor medis.
“Yang kedua, persetujuan dan pembentukan program studi baru, yaitu S1 Teknik Mesin FST. Yang ketiga, membahas pertimbangan mengenai SK Rektor tentang Penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk calon dosen dan dosen dari rumah sakit untuk mengajar,” tambah Prof. Syamsurijal Tan.
Menjawab Kebutuhan Tenaga Kerja Industri Daerah Jambi
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNJA, Drs. Jefri Marzal, M.Sc., D.I.T., menyambut positif penetapan prodi baru tersebut. Jefri menilai hadirnya jurusan ini memperkaya pilihan disiplin ilmu teknik di lingkungan kampus.
“Tentu yang pertama memperkaya produk dari prodi Teknik di Universitas Jambi,” kata Jefri Marzal saat menjelaskan arah pengembangan fakultas.
FST UNJA merancang kurikulum prodi baru untuk memperkuat jaringan kemitraan dengan dunia usaha. Pihak fakultas membidik kerja sama erat dengan berbagai perusahaan multinasional ternama.
“Lalu yang kedua, menjadi partner dari perusahaan-perusahaan yang ada di Jambi, baik yang sifatnya multinasional seperti Toyota,” tutur Jefri Marzal.
Kehadiran lulusan teknik mesin akan menopang pertumbuhan berbagai sektor industri vital di wilayah Jambi. Pengelola kampus memproyeksikan para alumni mampu menggerakkan roda ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Serta berguna pada pengembangan sektor unggulan daerah seperti kelapa sawit, pertambangan batu bara, dan industri lainnya yang sangat membutuhkan alumni Teknik Mesin UNJA,” pungkas Jefri Marzal.
Kampus menargetkan lahirnya sarjana teknik yang tangguh dan siap bersaing di pasar kerja nasional. Pengesahan kenaikan jabatan 111 dosen Lektor turut memperkuat fondasi sumber daya manusia pengajar.
Penerapan sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau juga membuka pintu bagi praktisi rumah sakit untuk membagikan pengalaman lapangan. Kombinasi kebijakan ini mengakselerasi peningkatan mutu akademik serta memperluas akses pendidikan tinggi di Universitas Jambi.(ar)









