Kemendikdasmen Beri Pemulihan Psikososial Gempa NTT untuk Guru dan Murid

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemendikdasmen terus mengoptimalkan pemulihan psikososial gempa ntt di berbagai wilayah terdampak Nusa Tenggara Timur (NTT).(poto: istimewa).

Kemendikdasmen terus mengoptimalkan pemulihan psikososial gempa ntt di berbagai wilayah terdampak Nusa Tenggara Timur (NTT).(poto: istimewa).

NTT, oegopost.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mengoptimalkan pemulihan psikososial gempa ntt di berbagai wilayah terdampak Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanganan bencana ini tidak hanya menyasar perbaikan fisik bangunan, melainkan juga menyentuh aspek pemulihan mental para korban.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan pemulihan kondisi emosional murid serta guru menjadi prioritas utama pemerintah saat ini. Pihaknya menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), organisasi sosial, hingga perguruan tinggi untuk menghadirkan pendampingan trauma secara langsung di lapangan.

Langkah kolaborasi ini bertujuan membebaskan masyarakat, terutama anak-anak, dari rasa trauma berkepanjangan akibat guncangan bencana. Pemerintah bersama para relawan menyajikan beragam aktivitas edukatif dan penyuluhan psikologi untuk membangkitkan kembali keceriaan para siswa.

Sementara itu, proses pembangunan fisik dan rekonstruksi gedung sekolah akan berjalan secara bertahap. Kementerian memanfaatkan alokasi dana revitalisasi untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana pendidikan yang mengalami kerusakan.

Kemendikdasmen Pulihkan Trauma Mental Siswa Dan Guru Terdampak

Tim Korps Relawan Bencana Himpunan Psikologi Indonesia (KRESNA HIMPSI) bergerak cepat melakukan asesmen di wilayah terdampak. Ketua Divisi Program Kebencanaan KRESNA HIMPSI, Yuria Ekalitani, membeberkan hasil rapid assessment di Kabupaten Ngada dan Nagekeo.

Baca Juga :  Hari Terakhir Pendaftaran Beasiswa Pemprov Jambi 2026, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

Tim menemukan sejumlah murid masih mengalami tingkat kecemasan serta ketakutan tinggi akibat guncangan gempa susulan. Kondisi psikologis tersebut berdampak langsung pada pola tidur, ketakutan masuk rumah, hingga penurunan konsentrasi belajar para siswa.

Anak-anak bahkan enggan menutup pintu rumah karena khawatir guncangan gempa susulan kembali terjadi secara mendadak. Masalah ini memerlukan penanganan emosional yang cepat dan terstruktur agar tidak memicu gangguan psikologis permanen.

Oleh karena itu, pendampingan pemulihan trauma menjadi prioritas utama tim psikologi di wilayah terdampak gempa NTT. Kehadiran para psikolog membantu anak-anak mengenali serta mengelola rasa takut secara perlahan.

Kresna Himpsi Gelar Tenda Gembira Bagi Siswa Terdampak

HIMPSI merancang kegiatan khusus bertajuk Tenda Gembira melalui beragam aktivitas bermain terstruktur bagi anak-anak terdampak. Program interaktif ini efektif mengembalikan senyum dan semangat belajar para murid di area pengungsian.

Para relawan juga memperkenalkan teknik stabilisasi emosi kepada para siswa di sekolah. Teknik ini membimbing anak-anak agar mampu mengendalikan rasa takut serta cemas saat mengingat peristiwa gempa.

Dampak positif dari kegiatan pemulihan mental ini dirasakan langsung oleh Felix Axelleon Naweng, seorang murid di Kabupaten Ngada. Felix mengaku merasakan perubahan emosional yang signifikan setelah mengikuti seluruh rangkaian acara pendampingan.

Baca Juga :  Drumband SMPN 1 Merangin Sabet Tiga Piala di STIGMA Bupati Cup 2026

Ia merasa lebih tenang dan dapat berkonsentrasi kembali saat menceritakan pengalaman traumatiknya sewaktu gempa terjadi. Perubahan sikap ini menjadi bukti nyata efektivitas kegiatan psikososial di lapangan.

Program Sapa Bangkitkan Semangat Tenaga Pendidik Di Ngada

Selain fokus pada anak-anak, HIMPSI turut memberikan perhatian besar kepada para guru dan tenaga kependidikan terdampak. Para pendidik mendapatkan psikoedukasi khusus mengenai penanganan dukungan psikologis awal di lingkungan sekolah.

HIMPSI menjalankan program pendampingan bertajuk SAPA (Supportive, Accompaniment, Psychosocial, Assistance) untuk para guru. Program ini mencakup aksi penyapaan langsung sekaligus asesmen kondisi psikososial para tenaga pendidik di lokasi pascabencana.

Yuria menekankan pentingnya pelatihan khusus bagi para guru agar memiliki keterampilan pendampingan psikososial mandiri. Pelatihan tersebut dibekali agar guru dapat terus mendampingi anak didik selama masa pemulihan berlangsung.

Dukungan menyeluruh bagi guru dan murid ini mempercepat pemulihan aktivitas belajar-mengajar di Nusa Tenggara Timur. Pemerintah optimistis semangat belajar para siswa akan segera pulih sepenuhnya.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SMAN 1 Sungai Penuh Gelar Sosialisasi TKA Bersama Orang Tua Siswa
Wali Kota Jambi Perpanjang PJJ Karena Polusi Udara
UNJA Luluskan 1.199 Wisudawan pada Wisuda Ke-125 Semester Ganjil
Kanwil Kemenkum Jambi Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa POLTEKPIN 2026 di SMAN Titian Teras
Senat UNJA Resmi Setujui Pembentukan Prodi S1 Teknik Mesin FST
Sinsen Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Guru SMK Honda Jambi
Universitas Jambi Gelar Wisuda ke-124 dan Beri Beasiswa Lulusan Terbaik
Kemenkum Jambi Matangkan Seleksi Calon Mahasiswa Poltekpin Bersama Dinas Pendidikan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:12 WIB

SMAN 1 Sungai Penuh Gelar Sosialisasi TKA Bersama Orang Tua Siswa

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:21 WIB

Wali Kota Jambi Perpanjang PJJ Karena Polusi Udara

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:53 WIB

UNJA Luluskan 1.199 Wisudawan pada Wisuda Ke-125 Semester Ganjil

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Kanwil Kemenkum Jambi Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa POLTEKPIN 2026 di SMAN Titian Teras

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:39 WIB

Senat UNJA Resmi Setujui Pembentukan Prodi S1 Teknik Mesin FST

Berita Terbaru