Jambi, oegopost.id – Kantor Wilayah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi menggelar workshop bertema From Capture to Communication. Kegiatan ini fokus pada penguatan strategi komunikasi visual di lingkungan keimigrasian.
Workshop ini membahas fotografi dan videografi sebagai alat komunikasi publik. Panitia mendorong peserta agar mampu mengelola konten digital secara lebih efektif.
Kegiatan ini melibatkan pejabat dan pegawai pengelola publikasi, dokumentasi, dan media sosial. Peserta berasal dari Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis Keimigrasian se-Provinsi Jambi.
Panitia memilih peserta yang aktif dalam pengelolaan informasi publik. Mereka menjadi garda depan dalam penyebaran informasi keimigrasian.
Narasumber menyampaikan materi dasar fotografi dan videografi. Mereka juga membahas teknik visual storytelling.
Peserta mempelajari cara menyusun alur cerita visual yang jelas. Mereka juga berlatih membuat konten media sosial yang lebih menarik.
Materi pelatihan menekankan praktik langsung. Peserta langsung mencoba teknik pengambilan gambar.
Narasi Visual untuk Citra Lembaga
Workshop ini menekankan pentingnya narasi visual. Setiap dokumentasi kegiatan harus memiliki nilai komunikasi publik.
Konten tidak hanya menjadi arsip internal. Konten juga harus membangun citra positif lembaga.
Narasumber menegaskan pentingnya konsistensi visual dalam setiap publikasi. Hal ini membantu memperkuat identitas institusi.
Plh. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi, Habiburrahman, menekankan pentingnya kemampuan komunikasi visual. Ia meminta pegawai mampu membuat konten yang jelas dan menarik.
Ia menyebutkan bahwa masyarakat membutuhkan informasi yang mudah dipahami. Karena itu, kualitas konten harus terus ditingkatkan.
Kegiatan ini mendorong peningkatan kualitas media sosial instansi. Peserta di targetkan mampu menghasilkan konten yang lebih konsisten.
Kantor Wilayah Imigrasi Jambi berharap publikasi informasi menjadi lebih efektif. Langkah ini juga mendukung peningkatan kepercayaan publik.
Ke depan, penguatan kapasitas digital akan terus dilakukan. Fokusnya tetap pada peningkatan kualitas layanan informasi.(ar)









