Pemkot Jambi Hentikan Sementara Penutupan TPS, Evaluasi OPBM dan Sistem Pengelolaan Sampah Dilanjutkan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Jambi, Maulana menghentikan penutupan TPS. Dialog Publik Pengelolaan Sampah Kota Jambi di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Sabtu (13/6/2026).( poto : metrojambi.com )

Wali Kota Jambi, Maulana menghentikan penutupan TPS. Dialog Publik Pengelolaan Sampah Kota Jambi di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Sabtu (13/6/2026).( poto : metrojambi.com )

Jambi, oegopost.id – Pengelolaan sampah di Kota Jambi kembali menjadi perhatian setelah Pemerintah Kota Jambi menghentikan sementara penutupan Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Pemerintah mengambil langkah ini untuk mengevaluasi pelaksanaan sistem Operasional Pengelolaan Berbasis Masyarakat (OPBM) yang saat ini berjalan.

Wali Kota Jambi, Maulana, menyampaikan keputusan tersebut setelah Dialog Publik Pengelolaan Sampah Kota Jambi di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Sabtu (13/6/2026).

Ia menegaskan pemerintah ingin menampung seluruh masukan masyarakat sebelum melanjutkan penataan TPS berikutnya.

Pemkot Jambi sebelumnya telah menutup 94 TPS dan TPS liar yang tersebar di berbagai wilayah kota. Pemerintah melakukan penertiban itu untuk meningkatkan kebersihan dan mengurangi titik penumpukan sampah.

Pemkot Prioritaskan Penertiban TPS di Lokasi Vital

Maulana menjelaskan pemerintah menutup TPS yang berada di lokasi strategis. Ia menyebut pemerintah memprioritaskan TPS yang berada dekat sekolah, fasilitas kesehatan, dan jalan protokol.

Pemerintah tetap membiarkan TPS di kawasan permukiman beroperasi sambil melakukan evaluasi lanjutan. Langkah ini menjaga keseimbangan antara kebutuhan warga dan penataan kota.

“TPS di kawasan prioritas sudah kami tutup. TPS di permukiman masih beroperasi dan akan kami evaluasi,” ujar Maulana.

Baca Juga :  Polsek Tebo Ilir Cek Stok BBM SPBU Sungai Bengkal Pastikan Pasokan Aman

Hingga kini, pemerintah masih mencatat lebih dari 240 TPS yang belum ditutup di Kota Jambi. Kondisi ini membuat pemerintah menahan diri untuk melanjutkan penutupan secara besar-besaran.

Pemerintah Kota Jambi memutuskan menghentikan sementara rencana penutupan TPS berikutnya. Pemerintah memilih membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk memastikan kebijakan berjalan tepat sasaran.

Maulana menegaskan pemerintah tidak ingin kebijakan ini menimbulkan penolakan di lapangan. Ia mendorong masyarakat ikut memberikan masukan dalam proses evaluasi.

“Kami hentikan sementara penutupan TPS sambil mendengar masukan masyarakat,” kata Maulana.

Pemerintah juga terus memantau dampak penataan TPS yang sudah dilakukan di berbagai wilayah kota.

OPBM Jadi Fokus Utama Pengelolaan Sampah Kota

Pemkot Jambi terus mendorong penerapan OPBM sebagai sistem utama pengelolaan sampah. Pemerintah melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

Maulana menyebut sebagian besar warga sudah mendukung program ini. Namun, pemerintah masih menerima sejumlah catatan, terutama terkait mekanisme iuran layanan.

Pemerintah menerapkan sistem subsidi silang untuk menjaga keberlanjutan layanan. Warga mampu membayar iuran, sementara warga kurang mampu mendapatkan layanan gratis.

Baca Juga :  Kapolda Jambi Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, Tekankan Profesionalisme Personel

“Warga yang mampu membayar tetap membayar. Masyarakat miskin kami gratiskan,” ujar Maulana.

Pemkot Jambi mempercepat program pemilahan sampah dari sumber. Pemerintah menargetkan sistem ini mulai berjalan tahun depan untuk menekan biaya pengelolaan.

Maulana menjelaskan pemilahan sampah basah dan kering akan mempercepat proses pengolahan di fasilitas akhir. Ia menilai sistem ini akan meningkatkan efisiensi operasional.

“Kalau sampah sudah dipilah, biaya pengelolaan akan turun,” ujarnya.

Pemerintah juga merevitalisasi depo sampah dan menambah fasilitas amroll di beberapa titik kota. Fasilitas ini membantu warga membuang sampah sesuai kategori sejak awal.

Pemkot Jambi mengakui keterbatasan lahan menghambat pengembangan fasilitas persampahan. Pemerintah terus mencari lokasi baru untuk depo tambahan di berbagai wilayah kota.

Salah satu lokasi yang pemerintah pertimbangkan berada di kawasan Terminal Alam Barajo. Area itu akan digunakan untuk penempatan fasilitas amroll.

Pemerintah juga menyusun rencana induk pengelolaan sampah sebagai dasar pembangunan jangka panjang. Rencana ini akan mengarahkan pengembangan sistem persampahan yang lebih modern, efisien, dan berbasis masyarakat.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Merangin Tegur Pejabat Akibat Realisasi PAD Kabupaten Merangin Rendah
Kapolsek Muko Muko Bathin VII Edukasi Siswa SMAN 14 Bungo Soal Bahaya Narkoba Geng Motor
UIT dan KPU Tebo Resmi Jalin Kerja Sama Pendidikan dan Demokrasi
Bupati Anwar Sadat Resmi Pencanangan Bulan Serengkuh Dayung 2026 di Kuala Tungkal
GOW Tebo Gelar Pertemuan Rutin dan Pelatihan Tekuluk
Progres TMMD 129 Bungo: Satgas Mendorong Percepatan Pembangunan Tower Air Bersih Tanjung Agung
Al Haris dan Fadli Zon Resmi Buka Festival Pusparagam Negeriku di Jambi
Kanwil Kemenkum Jambi Ikuti Town Hall Meeting Menteri Hukum
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Bupati Merangin Tegur Pejabat Akibat Realisasi PAD Kabupaten Merangin Rendah

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:00 WIB

UIT dan KPU Tebo Resmi Jalin Kerja Sama Pendidikan dan Demokrasi

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Bupati Anwar Sadat Resmi Pencanangan Bulan Serengkuh Dayung 2026 di Kuala Tungkal

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:00 WIB

GOW Tebo Gelar Pertemuan Rutin dan Pelatihan Tekuluk

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Progres TMMD 129 Bungo: Satgas Mendorong Percepatan Pembangunan Tower Air Bersih Tanjung Agung

Berita Terbaru