Jambi, oegopost.id – Peringatan dini cuaca di Jambi kembali BMKG sampaikan pada Minggu (14/6/2026) terkait potensi cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah. BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang pada sore hingga malam hari.
BMKG menetapkan periode potensi cuaca buruk mulai pukul 16.15 WIB hingga 18.15 WIB. Lembaga itu meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca dapat berubah cepat dalam waktu singkat.
BMKG mencatat sedikitnya 11 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi berpotensi terdampak hujan lebat. Cuaca ekstrem ini juga berpeluang meluas ke wilayah lain di sekitarnya.
Hujan Lebat Berpotensi Guyur Banyak Kecamatan
BMKG memetakan hujan lebat di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kerinci, Merangin, Sarolangun, Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Bungo, Tebo, Kota Jambi, dan Kota Sungai Penuh.
Di Kerinci, BMKG memprediksi hujan turun di Gunung Raya, Gunung Tujuh, Siulak Mukai, dan Bukitkerman. Warga di wilayah tersebut perlu memperhatikan potensi angin kencang yang dapat muncul bersamaan dengan hujan.
Di Merangin, BMKG mengidentifikasi Jangkat, Lembah Masurai, dan Jangkat Timur sebagai wilayah yang berpotensi terdampak. Sarolangun juga mengalami kondisi serupa di Limun, Pauh, Mandiangin, Air Hitam, dan Singkut.
BMKG juga memantau Batanghari yang berpotensi diguyur hujan di Muara Tembesi, Muara Bulian, Batin XXIV, Maro Sebo Ulu, dan Bajubang. Intensitas hujan diperkirakan meningkat pada periode sore.
Muaro Jambi hingga Tanjung Jabung Masuk Zona Waspada
BMKG juga memantau wilayah Muaro Jambi yang berpotensi mengalami hujan lebat di Jambi Luar Kota, Kumpeh, Maro Sebo, Mestong, Kumpeh Ulu, Sungai Gelam, Bahar Utara, dan Taman Rajo. Aktivitas warga di luar ruangan berpotensi terganggu pada jam-jam tersebut.
Di Tanjung Jabung Barat, BMKG mencatat potensi hujan di Seberang Kota dan Bram Itam. Sementara Tanjung Jabung Timur menghadapi potensi hujan di Muara Sabak Timur, Nipah Panjang, Mendahara, Rantau Rasau, Dendang, Muara Sabak Barat, Geragai, dan Berbak.
BMKG juga memantau Kabupaten Bungo di Limbur Lubuk Mengkuang serta Tebo di Muara Tabir. Kota Jambi dan Kota Sungai Penuh ikut masuk dalam wilayah yang berpotensi terdampak hujan.
BMKG memperkirakan hujan tidak hanya terjadi di wilayah utama, tetapi juga dapat meluas ke sejumlah kecamatan lain di Provinsi Jambi. Perluasan ini terjadi seiring pertumbuhan awan hujan yang aktif di atmosfer wilayah tersebut.
Di Kerinci, BMKG memantau Gunung Kerinci dan Kayu Aro sebagai wilayah tambahan yang berpotensi hujan. Merangin juga berpotensi terdampak di Pamenang, Tabir Selatan, Pamenang Barat, Renah Pamenang, dan Pamenang Selatan.
Sarolangun ikut berpotensi mengalami hujan di Sarolangun, Pelawan, Bathin VIII, dan Cermin Nan Gedang. Di Batanghari, BMKG memantau Mersam, Pemayung, dan Maro Sebo Ilir.
Muaro Jambi juga berpotensi meluas ke Sekernan. Tanjung Jabung Barat mencakup Pengabuan dan Betara, sementara Tanjung Jabung Timur meliputi Mendahara Ulu.
Di Kota Jambi, BMKG mencatat potensi hujan di Jambi Selatan, Jambi Timur, Pasar Jambi, Pelayangan, Danau Teluk, Kota Baru, Jelutung, Danau Sipin, dan Paal Merah. Kota Sungai Penuh juga berpotensi terdampak di Kumun Debai dan Pondok Tinggi.
BMKG menegaskan kondisi ini masih dapat berlangsung hingga sekitar pukul 18.15 WIB. Masyarakat di minta tetap waspada terhadap potensi genangan air, pohon tumbang, dan gangguan aktivitas akibat hujan lebat di sertai petir.(ar)









