Bayi Gajah Sumatera Terjerat Sling Baja di Tebo, BKSDA Berhasil Selamatkan Sakda

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bayi Gajah Sumatera berusia sekitar 15 bulan bernama Sakda terjerat sling baja di kawasan Bentang Alam Bukit Tigapuluh, Kabupaten Tebo.( poto : tribunjambi.com )

Bayi Gajah Sumatera berusia sekitar 15 bulan bernama Sakda terjerat sling baja di kawasan Bentang Alam Bukit Tigapuluh, Kabupaten Tebo.( poto : tribunjambi.com )

Tebo, oegopost.id – Kasus bayi gajah sumatera terjerat sling baja kembali terjadi di kawasan Bentang Alam Bukit Tigapuluh, Kabupaten Tebo, Jambi. Peristiwa itu menunjukkan ancaman jerat yang diduga dipasang perambah hutan masih mengintai satwa liar dilindungi di kawasan tersebut.

Seekor bayi gajah berusia sekitar 15 bulan bernama Sakda mengalami luka pada kaki kiri depan setelah sling baja melilit kakinya selama sekitar dua pekan. Luka itu membuat Sakda berjalan pincang hingga menarik perhatian petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi saat menjalankan patroli rutin.

Petugas Temukan Sakda Saat Patroli Kawasan Hutan

Petugas BKSDA Jambi melihat Sakda berjalan pincang ketika memantau habitat gajah sumatera di Bentang Alam Bukit Tigapuluh. Tim kemudian mengikuti pergerakan anak gajah itu untuk memastikan penyebab kondisinya.

Pemantauan menunjukkan sling baja masih melilit kaki kiri depan Sakda dan memicu luka terbuka. Kepala BKSDA Jambi, Himawan Sasongko, mengatakan jerat tersebut sudah melilit kaki anak gajah itu selama sekitar dua minggu.

Baca Juga :  Ledakan Rumah Mewah Medan Polonia: 4 Pekerja Tertimbun Puing Bangunan

“Jadi, seling atau jerat itu sudah terlilit di kakinya selama dua minggu,” kata Himawan, Senin (29/6/2026).

Himawan menjelaskan, Sakda kemungkinan terkena jerat setelah melewati pagar listrik yang berada di kawasan hutan. Tim segera mendekati lokasi begitu melihat kondisi anak gajah yang tidak berjalan normal.

“Kita lihat bahwa ada anak gajah yang berjalan dengan pincang. Kita kemudian monitoring, dan benar kita temukan anak gajah yang sedang cedera di bagian kaki,” ujarnya.

Tim BKSDA Lepas Jerat dan Rawat Luka Sakda

Tim BKSDA langsung mengevakuasi Sakda untuk melepas sling baja dari kakinya. Dokter hewan kemudian memberikan perawatan agar luka pada kaki anak gajah itu tidak semakin parah.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tulang kaki Sakda masih utuh. Luka hanya terjadi pada jaringan luar sehingga proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat.

“Beruntung, tulangnya belum remuk, baru luka terbuka dan sudah kembali pada kelompoknya,” jelas Himawan.

Setelah menyelesaikan perawatan, tim mengembalikan Sakda ke kelompoknya. Anak gajah itu kembali bergabung dengan kawanan tanpa mengalami kerusakan tulang.

Baca Juga :  Gubernur Jambi Hadiri Malam Apresiasi Pemda Berprestasi se-Sumatera

BKSDA Pantau Populasi Gajah Menggunakan GPS

Sakda merupakan bagian dari kelompok Wardani yang beranggotakan sekitar 20 ekor gajah. Kelompok itu menjadi satu dari enam kelompok gajah sumatera yang masih hidup di Provinsi Jambi.

BKSDA Jambi mencatat sekitar 120 ekor gajah sumatera berada di wilayah tersebut. Populasi itu terdiri atas lima kelompok gajah betina dan satu kelompok gajah jantan.

Petugas terus memantau kelompok-kelompok tersebut menggunakan perangkat GPS untuk mengetahui pergerakan mereka. Menurut Himawan, gajah jantan memiliki wilayah jelajah yang lebih luas sehingga sering berpindah tempat.

“Nah, itu baru yang kita pantau dari GPS. Kalau gajah jantan memang berpindah-pindah,” tuturnya.

Kasus yang menimpa Sakda kembali memperlihatkan ancaman jerat baja di habitat gajah sumatera. BKSDA Jambi terus meningkatkan pemantauan agar jerat tidak lagi mengancam satwa liar yang hidup di kawasan Bentang Alam Bukit Tigapuluh.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tawuran Maut di Jambi Menewaskan Remaja 16 Tahun: Polisi Amankan Tiga Pelaku
Patroli Gabungan di Maro Sebo Bongkar Pondok Narkoba di Kebun Sawit
Operasi Antik Siginjai 2026 Polda Jambi Amankan 236 Tersangka Narkoba
Buron Dua Pekan, Pelaku Pencurian Rumah Kosong di Sarolangun Ditangkap Polisi
Polresta Jambi Tangkap Tiga Residivis Kasus Curanmor Kotabaru
Pemilik Toko Tani di Tebo Rugi Jutaan Rupiah Akibat Penipuan Sales Racun Tikus
Kasus Pembunuhan Tragis Sarolangun: Polisi Usut Kematian Pasutri di Pauh
Polda Jambi Tetapkan 6 Tersangka Kasus Penganiayaan Polisi yang Menewaskan Brigadir EWS
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:37 WIB

Tawuran Maut di Jambi Menewaskan Remaja 16 Tahun: Polisi Amankan Tiga Pelaku

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Patroli Gabungan di Maro Sebo Bongkar Pondok Narkoba di Kebun Sawit

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Operasi Antik Siginjai 2026 Polda Jambi Amankan 236 Tersangka Narkoba

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Buron Dua Pekan, Pelaku Pencurian Rumah Kosong di Sarolangun Ditangkap Polisi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Polresta Jambi Tangkap Tiga Residivis Kasus Curanmor Kotabaru

Berita Terbaru

Sinsen menggelar program Guru Tamu Industri di SMKN 3 Bungo untuk membekali siswa teknologi modern Honda dan standar pelayanan AHASS.(poto: ampar.id).

Otomotif

Sinsen Gelar Guru Tamu Industri di SMKN 3 Bungo

Minggu, 23 Agu 2026 - 08:46 WIB