Jambi, oegopost.id – Pemerintah pusat resmi mengucurkan tambahan anggaran penanganan karhutla Jambi sebesar Rp30 miliar melalui alokasi penyesuaian APBD perubahan. Penambahan dana ini bertujuan memperkuat langkah pencegahan serta pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah Jambi.
Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz menyampaikan kabar tersebut setelah memimpin rapat paripurna pengambilan keputusan dewan. Rapat itu membahas rancangan perubahan KUA dan PPAS APBD Provinsi Jambi untuk tahun anggaran 2026.
Pihak badan anggaran telah menyerahkan laporan resmi terkait tambahan dana penanganan bencana alam tersebut. Hafiz mengonfirmasi penerimaan laporan alokasi anggaran bernilai puluhan miliar rupiah ini di Jambi pada Jumat.
Menanggapi kucuran dana segar itu, legislatif langsung memberikan peringatan keras kepada Pemerintah Provinsi Jambi. Pihak dinas terkait harus memanfaatkan setiap rupiah dana tersebut secara efektif dan tepat sasaran di lapangan.
Pengawasan Anggaran Dan Penindakan Tegas Pembakar Lahan
Hafiz menekankan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana karhutla ini. Dampak buruk asap kebakaran lahan sangat membahayakan kesehatan warga serta mengganggu aktivitas ekonomi daerah.
Legislatif juga menyuarakan pentingnya langkah hukum yang tegas tanpa kompromi terhadap para pelaku pembakaran lahan. Aparat penegak hukum wajib menindak siapa pun oknum maupun korporasi yang terbukti merusak lingkungan.
DPRD Provinsi Jambi berjanji akan terus mengawal proses penegakan hukum ini di berbagai forum resmi. Pihaknya tidak memberikan toleransi sedikit pun bagi pihak yang sengaja memicu bencana kebakaran hutan.
Penanganan kebakaran hutan memang memerlukan sinergi kuat antarlembaga dan koordinasi efektif lintas wilayah. Langkah kolektif ini sangat krusial untuk mengantisipasi dampak buruk musim kemarau panjang di Tanah Air.
Penguatan Personel Satgas Dan Metode Modifikasi Cuaca
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menguraikan berbagai langkah konkret yang telah berjalan di lapangan. Satuan tugas gabungan terus bekerja keras menanggulangi titik api melalui jalur darat maupun udara.
Tim satgas menggencarkan operasi pemadaman udara atau waterbombing pada titik-titik api yang sulit dijangkau lewat darat. Selain pemadaman langsung, petugas juga menerapkan pola pencegahan berbasis teknologi melalui metode modifikasi cuaca.
Pemprov Jambi pun mengambil langkah cepat dengan menambah jumlah personel operasional satgas karhutla secara signifikan. Langkah ini bertujuan mempercepat proses pemadaman dan memperluas jangkauan patroli pencegahan kebakaran di zona rawan.
Gubernur mengonfirmasi bahwa jumlah personel satgas karhutla Jambi kini melonjak drastis dari 5.900 orang menjadi 7.000 personel. Penambahan ribuan petugas ini diharapkan mampu menekan penyebaran titik api secara maksimal sepanjang musim kemarau.(ar)









