BPBD Muaro Jambi Petakan 45 Desa Rawan Kekeringan Musim Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPBD Muaro Jambi memetakan 45 desa rawan kekeringan saat kemarau.(poto: jambiekspres).

BPBD Muaro Jambi memetakan 45 desa rawan kekeringan saat kemarau.(poto: jambiekspres).

Muaro Jambi, oegopost.id – Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah mulai memetakan desa rawan kekeringan Muaro Jambi demi mengantisipasi dampak buruk musim kemarau tahun ini. Langkah ini menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pasokan air bersih bagi seluruh warga pemukiman.

Melalui pendataan terbaru, tim membagi pemetaan wilayah terdampak ke dalam sembilan kecamatan yang berada di seluruh penjuru Kabupaten Muaro Jambi. Langkah cepat ini sekaligus menandai kesiapan petugas dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi kering yang kerap melanda daerah tersebut.

BPBD Muaro Jambi Mulai Memetakan Wilayah Rawan Kekeringan

Hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa sedikitnya 45 desa masuk dalam daftar wilayah rawan kekeringan di Kabupaten Muaro Jambi. Sembilan kecamatan tersebut meliputi Mestong, Bahar Selatan, Bahar Utara, Kumpeh Ulu, Sungai Gelam, Kumpeh, Taman Rajo, Maro Sebo, dan Jaluko.

Sementara itu, pihak BPBD belum memasukkan Kecamatan Sungai Bahar dan Sekernan ke dalam daftar wilayah rawan hingga saat ini. Petugas terus memantau perkembangan kondisi cuaca harian di dua lokasi tersebut guna mengantisipasi perubahan data lapangan secara mendadak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, menegaskan bahwa status ini murni merupakan hasil pemetaan potensi awal. Menurutnya, penetapan wilayah rawan tersebut bukan berarti desa-desa tersebut sudah langsung mengalami krisis air saat ini.

Baca Juga :  Edi Purwanto Desak Perbaikan Jalan Padang Lamo Jambi

“Ini merupakan daerah yang dipetakan sebagai wilayah rawan kekeringan saat musim kemarau, bukan berarti sudah terdampak,” kata Anari menegaskan kondisi lapangan saat ini.

Pemerintah Daerah Menyiapkan Armada Mobil Tangki Air Bersih

Anari menjelaskan bahwa pemetaan ini menjadi langkah antisipasi awal agar tim BPBD dapat menyalurkan bantuan secara lebih cepat. Kesiapsiagaan personil menjadi kunci utama dalam merespons setiap keluhan warga terkait ketersediaan pasokan air bersih di pemukiman.

BPBD Muaro Jambi juga telah menyiapkan langkah penanganan darurat apabila ada wilayah yang mulai kesulitan mendapat air bersih. Salah satu bentuk aksi nyatanya, yaitu menyalurkan bantuan pasokan air bersih secara gratis menggunakan armada mobil tangki langsung ke pemukiman.

Namun, Anari menyampaikan bahwa petugas hanya menyalurkan bantuan air bersih berdasarkan permohonan resmi dari Pemerintah Desa setempat. Mekanisme administrasi ini bertujuan agar distribusi bantuan berjalan tepat sasaran serta terdata secara rapi oleh petugas lapangan.

Pihak BPBD mengimbau seluruh Pemerintah Desa dan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau ini berlangsung. Warga perlu segera melaporkan penurunan debit air di sumur pemukiman agar petugas bisa langsung mengambil tindakan darurat.

Baca Juga :  Pemkot Jambi Perkuat Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak Melalui Edukasi

Masyarakat Perlu Menghemat Air Selama Musim Kemarau Berlangsung

Di samping itu, Anari meminta seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bijak serta menghemat penggunaan air bersih dalam kehidupan sehari-hari. Imbauan ini menjadi langkah pencegahan mandiri yang sangat efektif untuk memperpanjang ketersediaan cadangan air keluarga di rumah.

“Apabila ada desa yang membutuhkan suplai air bersih, silakan mengajukan permohonan melalui Pemerintah Desa kepada BPBD Muaro Jambi,” ujar Anari memberikan arahan langsung.

Selanjutnya, setelah menerima laporan dan pengajuan resmi dari desa, tim BPBD akan langsung menerjunkan petugas untuk melakukan verifikasi lapangan. Petugas akan segera menyalurkan bantuan air bersih secara terukur sesuai dengan tingkat kebutuhan riil warga di lokasi terdampak.

Kerja sama yang baik antara masyarakat, pemerintah desa, dan BPBD Muaro Jambi diharapkan mampu meminimalkan dampak buruk dari bencana kekeringan ini. Pengawasan secara berkala terus berlangsung demi memastikan pasokan air untuk kebutuhan harian warga tetap terpenuhi secara aman.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Jambi Tinjau Karhutla Tanjung Jabung Timur Lewat Udara
Terobosan Baru, Gubernur Jambi dan TNI Dorong Tanam Bambu Cegah Kebakaran Lahan Gambut
DPR Minta Pemerintah Tangani Kebakaran Rumah Massal di Jambi
Antisipasi Dampak Karhutla, Polda Jambi Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kasang Pudak
DPRD Dorong Pemkot Evaluasi Total Kebijakan Pengelolaan Sampah
Bantuan Air Bersih Pemkot Jambi Capai 1,3 Juta Liter
Pertamina Sumbagsel Blokir Ribuan Nopol Kendaraan Penyeleweng BBM Subsidi
Pelantikan DPD APPSI Bungo Alan Capir Rudin Resmi Diumumkan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 20:22 WIB

Gubernur Jambi Tinjau Karhutla Tanjung Jabung Timur Lewat Udara

Minggu, 20 September 2026 - 16:36 WIB

DPR Minta Pemerintah Tangani Kebakaran Rumah Massal di Jambi

Minggu, 20 September 2026 - 16:27 WIB

Antisipasi Dampak Karhutla, Polda Jambi Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kasang Pudak

Minggu, 20 September 2026 - 13:06 WIB

DPRD Dorong Pemkot Evaluasi Total Kebijakan Pengelolaan Sampah

Minggu, 20 September 2026 - 12:58 WIB

Bantuan Air Bersih Pemkot Jambi Capai 1,3 Juta Liter

Berita Terbaru

Dianda Putra memimpin jalannya apel pagi untuk mewakili Wali Kota Sungai Penuh, Alfin.(poto: istimewa).

Pemerintahan

Dianda Putra Pimpin Apel Tekankan Disiplin Pegawai

Senin, 21 Sep 2026 - 20:32 WIB