Jakarta, oegopost.id – Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak resmi menunjuk Letjen TNI Iwan Setiawan sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat. Penunjukan posisi pimpinan tertinggi korps baret cakra tersebut berlangsung pada Rabu (7/10/2026).
Pria kelahiran Bandung ini menggantikan posisi Letjen TNI Mohammad Fadjar di pucuk pimpinan Kostrad. Sementara itu, Fadjar sendiri dikabarkan bersiap mengemban tugas baru selaku Staf Khusus KSAD.
Kostrad tergolong sebagai satuan elite dan memegang peranan teramat vital di lingkungan TNI AD. Kursi kehormatan ini bahkan sempat diduduki Presiden RI Prabowo Subianto sewaktu aktif berdinas di militer.
Jejak Langkah Sang Penakluk Puncak Gunung Everest
Iwan mengawali baktinya bagi bangsa sejak lulus dari Akademi Militer pada tahun 1992 silam. Perwira infanteri ini langsung memilih Korps Komando Pasukan Khusus sebagai wahana pengabdian utamanya.
Nama Iwan mencuat lima tahun kemudian saat menembus seleksi tim pendaki puncak dunia. Kala itu, Prabowo Subianto mengarahkan langsung misi perwira baret merah mendaki Gunung Everest.
Iwan sukses membuktikan ketangguhan prajurit Indonesia di atap bumi bersalju tersebut. Keberhasilan menjejakkan kaki di Everest pun menorehkan tinta emas dalam riwayat awal kariernya.
Pengalaman lapangan Iwan kian terasah melalui penugasan komandan unit hingga komandan tim di Korps Baret Merah. Ia juga memegang tampuk komando Danki Batalyon 13 Grup 1 Kopassus.
Memasuki tahun 2008, Iwan mengemban amanah sebagai Komandan Batalyon 22 Grup 2 Kopassus. Empat tahun berselang, ia memimpin satuan tempur Brigif 22/Ota Manasa di Gorontalo.
TNI mempercayakan kepemimpinan Danpusdikpassus kepadanya pada kurun waktu tahun 2014 hingga 2015. Lembaga kawah candradikaka itu mencetak prajurit komando handal di bawah asuhannya.
Rentetan Jabatan Strategis Hingga Puncak Pimpinan Kostrad
Selepas masa tugas di Pusdikpassus, Iwan menerima tongkat komando Komandan Rindam Jaya pada 2015. Setahun kemudian, ia memegang kepemimpinan wilayah teritorial selaku Komandan Korem 052/Wijayakrama.
Kariernya terus menanjak saat ia bertolak menjaga kedaulatan tanah Papua pada 2020 hingga 2021. Di sana, ia memimpin prajurit sebagai Danrem 173/Praja Vira Braja di Biak.
Iwan akhirnya mengikuti jejak langkah Prabowo Subianto menduduki posisi puncak korps pasukan elit. Ia resmi memimpin Korps Baret Merah selaku Danjen Kopassus periode 2022 hingga 2023.
TNI kemudian mempercayakan kepemimpinan teritorial wilayah Kalimantan Barat dan Tengah kepadanya. Iwan mengemban tugas sebagai Panglima Kodam XII/Tanjungpura sepanjang tahun 2023.
Selain rekam jejak panjang di medan operasi, Iwan menyematkan ciri khas unik bagi prajuritnya. Ia mempopulerkan pekikan yel-yel “Pam Pam Pam” yang membakar semangat di berbagai penugasan.
Kini, Iwan resmi memimpin pasukan pemukul cadangan strategis Angkatan Darat ke level pengabdian tertinggi. Seluruh pengalaman tempur dan teritorialnya menjadi modal penting memimpin jajaran satuan Kostrad ke depan.(ar)









