Jakarta, oegopost.id – Pemegang saham resmi menunjuk Nanang Hendarno sebagai Dirut baru Telkom Indonesia melalui forum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Keputusan strategis pada Rabu (30/9/2026) tersebut menempatkan figur kawakan teknologi ini di pucuk kepemimpinan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Nanang resmi menggantikan Dian Siswarini yang mengemban amanah nakhoda emiten telekomunikasi pelat merah tersebut sejak 27 Mei 2025. Perombakan manajemen ini mengarahkan Telkom pada akselerasi kapabilitas infrastruktur digital nasional.
Penetapan figur internal ini mencerminkan kebutuhan perseroan terhadap kepemimpinan berwawasan teknis kuat. Rekam jejak panjang Nanang membuktikan penguasaan mendalam atas rantai bisnis jaringan telekomunikasi.
Sebelum menduduki kursi nomor satu perseroan, Nanang memegang jabatan krusial sebagai Direktur Network Telkom Indonesia. Pengalaman lapangan tersebut mematangkan kepiawaiannya dalam merancang tata kelola jaringan berskala raksasa.
Rekam Jejak Karier Nanang Hendarno Di Lingkup Telkom
Karier Nanang mencakup serangkaian posisi kepemimpinan penting di berbagai entitas anak usaha grup. Pada rentang 2022 hingga 2025, ia memimpin PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia sebagai Chief Executive Officer (CEO).
Sebelum memimpin unit infrastruktur itu, ia mengemban tanggung jawab Chief of Technology PT Telekomunikasi Indonesia International kurun 2016 sampai 2022. Penugasan internasional tersebut mengasah visinya terhadap standar performa dan keandalan sistem telekomunikasi global.
Langkah kepemimpinannya di kantor pusat bermula saat ia menjabat Executive General Manager (EGM) Divisi Service Operation Telkom pada 2015 hingga 2016. Penugasan itu memberinya pemahaman mendalam seputar dinamika operasional harian jaringan di seluruh Indonesia.
Kombinasi portofolio tersebut mengukuhkan reputasi Nanang sebagai teknokrat telekomunikasi yang sangat memahami denyut nadi perusahaan. Perseroan kini menggantungkan kelanjutan peta jalan ekspansi digital pada keahlian teknisnya.
Latar Belakang Pendidikan Kuat Menopang Akselerasi Transformasi Jaringan
Fondasi keahlian teknis Nanang berpijak pada pendidikan akademis teknik berkelas dunia. Ia menuntaskan studi sarjana bidang Teknik Elektro di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 1991.
Nanang kemudian memperdalam kepakaran teknologi antariksa ke Benua Eropa. Kampus Delft University of Technology di Belanda menganugerahinya gelar Master bidang Space System Engineering pada 1997.
Bekal keilmuan satelit dan teknik elektro tersebut menjadi modal berharga dalam memacu efisiensi bisnis telekomunikasi modern. Kini, ia siap mengawal langsung agenda besar transformasi digital perseroan.
Salah satu fokus utamanya tertuju pada modernisasi sistem Operation Support Systems (OSS). Modernisasi perangkat lunak operasional ini membuat pengelolaan seluruh aset jaringan perseroan berjalan jauh lebih lincah.
Selain itu, jajaran direksi baru berkomitmen menuntaskan percepatan agenda strategis bertajuk program TLKM 30. Langkah penataan portofolio bisnis dan proses streamlining ditargetkan tuntas tahun ini sebelum berlanjut pada tahun depan.(ar)









