Tanjung Jabung Barat, oegopost.id -Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melakukan pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat periode 2026–2030.
Kegiatan ini berlangsung di Balai Pertemuan Kantor Bupati pada Rabu (13/05). Bunda Literasi Kabupaten, Hj. Fadhilah Sadat, memimpin langsung pengukuhan tersebut.
Peran Bunda Literasi Ditekankan Lebih Nyata
Dalam sambutannya, Hj. Fadhilah Sadat menegaskan bahwa Bunda Literasi harus bekerja aktif di masyarakat. Ia meminta mereka tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Ia mendorong Bunda Literasi Kecamatan mengajak warga gemar membaca. Mereka juga diminta membangun kebiasaan literasi dari keluarga. Dari situ, gerakan bisa meluas ke sekolah dan desa.
Literasi Jadi Dasar Pembangunan SDM
Kabupaten Tanjung Jabung Barat menjadikan literasi sebagai bagian penting pembangunan manusia.
Hj. Fadhilah Sadat menjelaskan bahwa literasi mencakup kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis. Literasi juga membantu masyarakat mengolah informasi untuk kehidupan sehari-hari.
Ia meminta semua pihak bekerja sama. Pemerintah daerah, sekolah, dan desa perlu bergerak bersama. Kolaborasi ini penting agar program literasi berjalan kuat dan berkelanjutan.
Data Literasi Jadi Dasar Penguatan Program
Dinas Perpustakaan Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyampaikan kondisi literasi daerah berdasarkan data Perpustakaan Nasional RI tahun 2025.
Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) berada di angka 14,9. Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) mencapai 58,64.
Dinas menjelaskan bahwa perubahan metode penilaian nasional memengaruhi angka tersebut. Penilaian kini menilai dampak nyata layanan perpustakaan. Kondisi ini mendorong daerah untuk memperkuat program literasi.
Daftar Bunda Literasi Kecamatan
Pemerintah menetapkan 12 Bunda Literasi Kecamatan. Mereka berasal dari Tungkal Ilir, Tungkal Ulu, Muara Papalik, Batang Asam, Merlung, Tebing Tinggi, Renah Mendaluh, Pengabuan, Bram Itam, Kuala Betara, Betara, dan Seberang Kota.
Target Penguatan Gerakan Literasi
Pemerintah berharap para Bunda Literasi bekerja lebih aktif di wilayah masing-masing. Mereka perlu membuat program kreatif untuk meningkatkan minat baca.
Mereka juga harus memperkuat peran perpustakaan desa.
Gerakan literasi diharapkan tumbuh dari keluarga. Kemudian gerakan ini berkembang ke sekolah dan masyarakat luas.
Dengan langkah ini, Tanjung Jabung Barat menargetkan budaya baca yang lebih kuat dan merata.(ar)









