Tanjung Jabung Barat, oegopost.id – Dua pekerja hilang di Sungai Limau setelah jembatan dermaga di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, runtuh saat aktivitas pengelasan berlangsung, Rabu (20/5/2026).
Tim SAR gabungan langsung turun ke lokasi untuk mencari korban. Arus sungai yang deras membuat proses pencarian berlangsung cukup sulit hingga sore hari.
Dua Pekerja Jatuh ke Sungai Saat Mengelas
Peristiwa itu terjadi di Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang.
Sekitar pukul 11.15 WIB, dua pekerja menjalankan aktivitas pengelasan di atas struktur jembatan dermaga Sungai Limau. Saat pekerjaan berlangsung, bagian konstruksi tiba-tiba roboh.
Runtuhnya bangunan membuat kedua pekerja kehilangan pijakan lalu jatuh ke sungai. Arus air yang cukup kuat langsung menyeret korban menjauh dari lokasi.
Warga sekitar sempat berusaha membantu pencarian menggunakan perahu sederhana. Namun, derasnya arus menyulitkan upaya penyelamatan awal.
Sampai malam hari, petugas masih mendata identitas lengkap kedua korban.
Kasus dermaga ambruk di Tanjab Barat ini cepat menyita perhatian warga dan ramai dibicarakan di media sosial. Banyak warga menyoroti kondisi keamanan proyek di area perairan.
Tim SAR Bergerak Kurang dari 20 Menit
Kantor SAR Jambi menerima laporan kejadian dari Budi Akmaludin pada pukul 13.02 WIB.
Kurang dari 20 menit setelah menerima informasi, Pos SAR (USS) Kuala Tungkal langsung mengirim satu tim Search and Rescue Unit (SRU) berisi enam personel.
Tim berangkat menuju lokasi pukul 13.20 WIB melalui jalur darat sejauh sekitar 50 kilometer.
Petugas menuju titik koordinat 0°48’18.63″S dan 103°11’9.04″E dengan estimasi perjalanan sekitar dua jam.
Setibanya di lokasi, tim langsung menyisir area sekitar dermaga dan memantau kemungkinan korban terbawa arus ke titik lain.
Selain Basarnas, aparat setempat dan warga juga ikut membantu pencarian.
Arus Sungai Jadi Kendala Utama
Tim SAR menghadapi tantangan cukup berat selama operasi berlangsung. Sungai Limau memiliki arus yang deras dengan kondisi air keruh.
Petugas harus bergerak hati-hati saat menggunakan perahu karet di sekitar puing dermaga yang runtuh.
Cuaca yang berubah cepat juga ikut memengaruhi proses penyisiran di lapangan.
Meski begitu, tim gabungan terus memperluas area pencarian agar korban bisa segera ditemukan.
Warga di sekitar lokasi berharap proses evakuasi berjalan lancar dan membuahkan hasil secepat mungkin.
Keselamatan Kerja Kembali Jadi Sorotan
Insiden ini kembali memunculkan perhatian soal standar keselamatan kerja di proyek konstruksi perairan.
Aktivitas pengelasan di atas struktur dermaga memerlukan pemeriksaan rutin, terutama pada bangunan yang sudah mengalami penurunan kondisi.
Penggunaan alat pelindung dan pengecekan kekuatan konstruksi menjadi hal penting untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Banyak warga berharap pihak terkait segera mengevaluasi kondisi dermaga agar kejadian serupa tidak terulang.
Penutup
Hingga kini, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian dua pekerja yang hilang akibat dermaga ambruk di Sungai Limau, Tanjung Jabung Barat.
Petugas terus menyisir area sungai sambil memantau arus di sekitar lokasi kejadian. Warga sekitar juga menunggu kabar terbaru dari proses pencarian tersebut.(ar)









