Jambi, oegopost.id – Pemerintah Kota Jambi terus mempercepat pembangunan tujuh depo sampah yang tersebar di sejumlah titik wilayah kota. Pembenahan fasilitas penampungan ini bertujuan memperkuat sistem pengelolaan sekaligus memperlancar proses pengangkutan sampah masyarakat.
Wali Kota Jambi Maulana memastikan pengerjaan fisik pada seluruh titik depo tersebut sedang berjalan secara masif. Pihaknya menargetkan seluruh proses pembangunan dan pembenahan fasilitas selesai penuh pada akhir Agustus 2026.
Meskipun pengerjaan fisik masih berlangsung, Maulana menegaskan fungsi pelayanan depo penampungan sampah tetap berjalan normal. Petugas tetap memanfaatkan area tersebut untuk mendukung operasional kebersihan harian tanpa mengganggu aktivitas warga.
Petugas Operasional Pengelolaan Berbasis Masyarakat (OPBM) mengangkut sampah rumah tangga dan membawa muatan tersebut ke sana. Armada pengangkut rutin menyetorkan sampah dari permukiman warga menuju tujuh lokasi depo yang sedang menjalani pembenahan.
Pembenahan Fisik Depo Sampah Meliputi Pengecoran Lantai
Pemerintah kota melakukan pembenahan infrastruktur untuk meningkatkan mutu fasilitas serta menciptakan tata kelola sampah yang lebih teratur. Pekerjaan fisik utama mencakup pengecoran seluruh lantai depo menggunakan konstruksi beton agar area menjadi lebih kuat.
Lantai beton membuat area depo lebih bersih dan memudahkan petugas saat melakukan pemeliharaan rutin. Selain memperbaiki lantai, Pemkot Jambi melengkapi fasilitas dengan tempat penampungan terpisah untuk jenis organik dan anorganik.
Pengadaan kontainer pemilah mempermudah pemisahan jenis limbah sejak dari lokasi penampungan awal. Sistem baru ini meningkatkan efisiensi pengolahan limbah lanjutan di seluruh wilayah Kota Jambi.
Pemerintah daerah juga merancang sistem pengolahan air lindi untuk mencegah pencemaran lingkungan di sekitar area depo. Sistem ini menampung serta mengolah cairan dari tumpukan sampah agar tidak merusak ekosistem tanah masyarakat.
Pemanfaatan Olahan Air Lindi Menjadi Pupuk Organik
Petugas memanfaat kembali hasil olahan air lindi menjadi pupuk cairan organik penyiram tanaman kota. Langkah inovatif ini mengubah limbah berpotensi bahaya menjadi produk berdaya guna bagi penghijauan daerah.
Maulana menjamin seluruh pengerjaan proyek fisik tidak menghambat pelayanan rutin pengangkutan sampah warga harian. Pihak dinas terkait memastikan jadwal pengambilan sampah dari rumah-rumah warga tetap berjalan sesuai jam operasional.
Pemerintah daerah berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan kota selama proses pembenahan infrastruktur fisik berlangsung di lapangan. Seluruh armada dan petugas kebersihan bekerja maksimal melayani kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
Di samping membenahi fasilitas fisik, Pemkot Jambi gencar memperluas jangkauan operasional pengangkutan sampah berbasis masyarakat. Sistem lingkungan ini mewajibkan penjemputan sampah secara langsung dari depan rumah warga menuju depo penampungan.
Penerapan Sistem Pengangkutan Sampah Tahap Pertama Mencakup
Penerapan sistem pengangkutan lingkungan tahap pertama saat ini menjangkau sebanyak 997 RT di Kota Jambi. Skema penjemputan teratur ini efektif mencegah penumpukan sampah liar di sudut-sudut jalan permukiman warga.
Pemerintah kota memasukkan wilayah RT yang belum terakomodasi pada tahap awal ke dalam agenda pengembangan selanjutnya. Pihaknya mendaftarkan sisa wilayah permukiman tersebut ke dalam pelaksanaan tahap kedua Program Kampung Bahagia.
Perluasan program lingkungan ini memastikan seluruh wilayah Kota Jambi memperoleh pelayanan pengangkutan sampah secara merata. Maulana optimistis integrasi antara sistem pengangkutan warga dan depo modern menciptakan pengelolaan sampah sempurna.(ar)









