Jambi, oegopost.id – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Jambi meminta Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jambi memperkuat pembinaan dan komunikasi antarperguruan karate.
Dorongan ini muncul untuk mencegah miskomunikasi yang dapat mengganggu jalannya berbagai event kejuaraan di daerah, termasuk pembinaan atlet muda.
Ombudsman Soroti Peran FORKI dalam Pembinaan Karate
Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Jambi, Saiful Roswandi, menegaskan pentingnya peran organisasi induk dalam menjaga kualitas pembinaan olahraga karate di daerah.
Ia meminta Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia Provinsi Jambi untuk lebih serius mengelola seluruh perguruan yang berada di bawah naungannya. Menurutnya, pembinaan yang tidak berjalan baik dapat memicu miskomunikasi antaranggota.
Saiful menilai kondisi tersebut berpotensi mengganggu kelancaran pelaksanaan event kejuaraan karate di Jambi. Ia menyampaikan hal itu saat menghadiri pembukaan Piala Bupati Muaro Jambi Sumatera Championship pada Sabtu (30/5/2026).
Ia menegaskan bahwa FORKI memiliki tanggung jawab besar sebagai wadah resmi organisasi karate. Karena itu, FORKI harus memastikan setiap perguruan berjalan dalam satu sistem komunikasi yang solid dan terarah.
Dorongan Penguatan Komunikasi Antar Perguruan
Saiful Roswandi menyoroti pentingnya komunikasi yang efektif di tubuh FORKI. Ia menilai koordinasi yang lemah sering menjadi sumber masalah dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga di daerah.
Ia meminta seluruh pihak di bawah FORKI untuk menjaga sinergi dalam setiap agenda. Menurutnya, kelancaran event tidak hanya bergantung pada panitia, tetapi juga pada kesiapan organisasi dalam mengelola anggotanya.
“FORKI yang mewadahi perguruan karate harus membina dengan benar semua anggotanya. Jangan sampai kelancaran teman-teman karate dalam melaksanakan event terganggu hanya karena persoalan miskomunikasi,” ujar Saiful Roswandi kepada Jambi Ekspres pada (30/4/2026).
Pernyataan itu ia sampaikan di tengah berlangsungnya turnamen yang diikuti ratusan atlet muda dari berbagai daerah di Jambi.
Pemerintah Daerah dan KONI Diminta Lebih Aktif
Selain menyoroti FORKI, Saiful juga menekankan peran pemerintah daerah dalam memperkuat pembinaan olahraga. Ia meminta pemerintah tidak hanya hadir secara administratif, tetapi juga aktif dalam mendukung program pembinaan atlet.
Ia menilai sistem pembinaan akan berjalan lebih baik jika seluruh pihak bergerak secara terintegrasi. Dalam hal ini, peran Komite Olahraga Nasional Indonesia di daerah menjadi sangat penting.
Saiful menegaskan KONI harus memastikan setiap kegiatan olahraga mendapat dukungan yang memadai. Ia juga menilai pembinaan atlet tidak boleh berjalan parsial tanpa arah yang jelas.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI, dan organisasi cabang olahraga menjadi kunci pengembangan atlet berprestasi di Jambi.
Sorotan terhadap Penggunaan Nama Kepala Daerah dalam Event
Dalam kesempatan yang sama, Saiful Roswandi juga menyoroti tren penggunaan nama kepala daerah dalam berbagai event olahraga. Ia menilai hal tersebut harus diikuti dengan dukungan nyata, bukan sekadar formalitas.
Ia menegaskan bahwa setiap kegiatan yang menggunakan nama kepala daerah wajib mendapat fasilitas dan pelayanan yang optimal. Hal ini penting agar penyelenggaraan event tidak hanya bersifat simbolis.
“Setiap event yang mengatasnamakan kepala daerah harus di-support secara maksimal. Jangan cuma pajang nama kompetisi, sementara kepedulian dan layanannya untuk menunjang event olahraga tersebut tidak maksimal,” tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat agar seluruh pemangku kepentingan lebih serius dalam mendukung kegiatan olahraga di daerah.
Piala Bupati Muaro Jambi Jadi Wadah Atlet Muda
Turnamen Piala Bupati Muaro Jambi Sumatera Championship berlangsung di Gedung Judo kawasan GOR Kota Baru, Kota Jambi. Kegiatan ini menjadi salah satu ajang penting dalam pembinaan atlet karate usia muda.
Bupati Muaro Jambi melalui Wakil Bupati Junaidi Mahir secara resmi membuka turnamen tersebut. Pembukaan berjalan lancar dengan dukungan berbagai pihak terkait.
Ajang ini berhasil menarik sekitar 350 karateka junior dari berbagai perguruan di Provinsi Jambi. Para atlet muda tersebut bersaing untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di arena pertandingan.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Banyak perguruan mengirimkan atlet terbaiknya untuk mengikuti kompetisi ini sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang.
KONI Muaro Jambi Hadir dalam Dukungan Pembinaan
Selain Wakil Bupati, Ketua KONI Muaro Jambi Aspihani turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut. Ia datang bersama jajaran pengurus dan panitia pelaksana.
Kehadiran KONI dan pemerintah daerah menunjukkan adanya dukungan terhadap pengembangan olahraga karate di tingkat kabupaten. Mereka juga menilai ajang ini sebagai sarana penting untuk mencari bibit atlet potensial.
Panitia berharap turnamen ini dapat menjadi agenda rutin pembinaan atlet muda di Jambi. Dengan begitu, proses regenerasi atlet karate dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.(ar)









