Jambi, oegopost.id – Mahasiswi UNJA riset Taiwan kembali mencatat prestasi di tingkat internasional. Nadia Ana Morila, mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi (UNJA), berhasil meraih kesempatan mengikuti Taiwan Experience Education Program (TEEP) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Taiwan.
Melalui program tersebut, Nadia akan menjalani penelitian selama lima bulan, mulai Agustus hingga Desember 2026. Ia akan melakukan riset di National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan, yang dikenal sebagai salah satu pusat penelitian terkemuka di Asia.
Keberhasilan itu memperlihatkan semakin luasnya peluang mahasiswa Indonesia untuk terlibat dalam kegiatan akademik dan penelitian berskala internasional.
Dari Kampus Mendalo Menuju Laboratorium Internasional
Sehari-hari, Nadia menjalani aktivitas akademik seperti mahasiswa lainnya di Kampus Mendalo. Ia mengikuti perkuliahan, praktikum, dan berbagai kegiatan penelitian yang mendukung pengembangan kemampuannya di bidang kimia.
Konsistensi tersebut mengantarkannya meraih kesempatan mengikuti program riset internasional. Prestasi ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa dari daerah mampu bersaing dan menembus lingkungan akademik global.
Bagi Nadia, program TEEP tidak hanya menghadirkan pengalaman belajar di luar negeri. Program itu juga membuka peluang untuk memperluas wawasan ilmiah dan membangun jejaring akademik internasional.
“Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Saya ingin memperdalam pengalaman riset, mempelajari metode baru, dan memperluas jejaring akademik internasional,” ujar Nadia.
Fokus Meneliti Nanomaterial untuk Farmasi
Selama berada di Taiwan, Nadia akan bergabung dengan kelompok riset yang dipimpin peneliti Teng-Hao Chen. Tim tersebut mengembangkan nanoporous materials yang memiliki berbagai aplikasi dalam bidang farmasi dan nanomedisin.
Nadia akan mempelajari penelitian terkait sistem penghantaran obat atau drug delivery system. Teknologi tersebut membantu obat bekerja lebih efektif dan mencapai sasaran yang lebih tepat di dalam tubuh manusia.
Para peneliti menempatkan bidang ini sebagai salah satu fokus penting dalam perkembangan ilmu kesehatan modern. Karena itu, pengalaman riset di NCKU akan memberikan kesempatan berharga bagi Nadia untuk memahami teknologi kesehatan berbasis material maju.
Dukungan Dosen dan Kampus
Keberhasilan Nadia tidak lepas dari dukungan lingkungan akademik di Universitas Jambi. Dosen pembimbingnya, Indra Lasmana Tarigan, terus mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan peluang akademik di tingkat internasional.
Menurut Indra, program TEEP memberikan pengalaman yang jauh lebih luas di bandingkan kegiatan belajar biasa. Mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan peneliti dari berbagai negara dan terlibat dalam penelitian di laboratorium berstandar internasional.
“Ini bukan sekadar belajar di luar negeri, tapi pengalaman riset yang membentuk cara berpikir ilmiah mahasiswa,” katanya.
Fakultas Sains dan Teknologi, bidang akademik, serta pimpinan Universitas Jambi juga memberikan dukungan terhadap langkah internasionalisasi kampus. Dukungan tersebut membuka kesempatan lebih besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas akademiknya.
Bukti Mahasiswa Daerah Mampu Bersaing Global
Capaian Nadia menjadi bagian dari perkembangan internasionalisasi pendidikan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi kini semakin aktif mendorong mobilitas mahasiswa, kolaborasi riset lintas negara, dan akses ke fasilitas penelitian global.
Bagi Universitas Jambi, prestasi ini menegaskan bahwa kualitas mahasiswa tidak bergantung pada lokasi geografis. Mahasiswa dari daerah memiliki peluang yang sama untuk menunjukkan kemampuan di tingkat internasional.
Dari laboratorium di Mendalo, Nadia melangkah menuju salah satu kampus riset terbaik di Asia. Pengalaman selama lima bulan di Taiwan berpotensi memperkaya kemampuan akademik sekaligus membuka peluang kolaborasi di masa depan.
Kisah Nadia juga memberi motivasi bagi mahasiswa lain di Jambi. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa batas geografis bukan lagi penghalang untuk menjangkau dunia akademik global selama ada kemauan, kerja keras, dan keberanian untuk mencoba.(ar)









