Jambi, Oegopost.id – DPRD Provinsi Jambi sepakat membentuk panitia khusus guna menangani bencana kebakaran hutan dan lahan yang terus meluas. Seluruh fraksi legislatif menyetujui langkah strategis tersebut dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Jambi, Sabtu (10/10/2026).
Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz memimpin langsung sidang pemufakatan pembentukan tim pengawas tersebut. Anggota Fraksi Partai Gerindra Achmad Sarwani mengusulkan inisiatif itu saat menyampaikan pandangan umum fraksi.
Sarwani menegaskan kesepakatan bulat antaranggota dewan menandai komitmen serius legislatif mengatasi krisis asap tahunan. Seluruh fraksi kini menyiapkan utusan perwakilan guna mengisi susunan keanggotaan panitia khusus itu.
Tim khusus dewan ini memprioritaskan penanganan kebakaran yang merugikan aktivitas harian masyarakat secara meluas. Bencana asap tebal saat ini mengganggu kesehatan warga, menghentikan sekolah anak-anak, serta melumpuhkan perputaran roda ekonomi daerah.
Pansus Karhutla Awasi Penggunaan Anggaran Serta Kebijakan Lapangan
Legislatif menempatkan pengawasan tata kelola alokasi belanja daerah sebagai target pemeriksaan kerja pansus. Dewan ingin memastikan setiap rupiah anggaran bantuan pencegahan dan penanggulangan karhutla mengalir tepat sasaran.
Tim bentukan dewan itu juga memantau ketat efektivitas rehabilitasi lahan terdampak api pascaperistiwa kebakaran. Mereka akan memeriksa pola koordinasi dinas daerah, aparat penegak hukum, serta perusahaan pemilik izin konsesi.
Penyelidikan mendalam pansus bakal membongkar akar masalah pemicu api serta hambatan penegakan aturan di lapangan. DPRD Jambi memastikan hasil evaluasi tersebut akan melahirkan rekomendasi perbaikan kebijakan pencegahan secara berkala.
Sarwani mendorong percepatan kerja tim agar instansi teknis segera menetapkan langkah mitigasi darurat secara tepat. Legislator juga meminta kucuran sokongan dana segar dari kas pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Kebakaran Lahan Gambut Mengancam Keseimbangan Lingkungan Hidup Jambi
Data analisis spasial Komunitas Konservasi Indonesia Warsi mengungkap luasan area terbakar telah menembus 42.455 hektare. Peneliti mengolah citra satelit Sentinel-2 untuk memetakan sebaran api yang membakar hutan hingga ke area konsesi.
Kobaran api bahkan menjalar ke kawasan konservasi penting Taman Nasional Berbak dan Sembilang. Manajer Komunikasi KKI Warsi Rudi Syaf mengingatkan bahaya kerusakan lingkungan akibat lonjakan titik api itu.
Rudi mengajak seluruh jajaran penegak hukum, pemegang konsesi, serta masyarakat desa memperketat penjagaan lahan gambut rentan terbakar. Peringatan waspada ini muncul mengingat kebakaran lahan basah memicu pelepasan karbon secara besar-besaran.
Kabupaten Tanjung Jabung Timur menempati urutan wilayah terparah dengan catatan kebakaran lahan mencapai 11.425 hektare. Analisis citra Warsi mendata sekitar 10.700 hektare dari total kebakaran di provinsi tersebut menghanguskan tanah gambut.
Sebaran titik panas melumat fungsi kawasan cagar biosfer, hutan lindung, taman hutan raya, hingga areal penggunaan lain. Kehancuran tutupan vegetasi gambut mematikan kemampuan tanah menyerap limpasan air dan menghabisi aneka habitat satwa liar.
Pelepasan emisi karbon dalam volume raksasa kini memicu bahaya kekeringan berulang pada musim kemarau mendatang. DPRD Jambi mengharapkan pansus karhutla sanggup memutus siklus bencana lingkungan yang terus menyengsarakan warga sekitar kawasan.(ar)









